HMI Cabang Dompu Desak Distanbun Buka Data Penerima Alsintan, Soroti Kelompok Tani Fiktif

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Umum HMI Cabang Dompu periode 2026-2027, Ramadin.

Sekretaris Umum HMI Cabang Dompu periode 2026-2027, Ramadin.

SUMBAWAPOST.com|™ Dompu- Sekretaris Umum HMI Cabang Dompu periode 2026-2027, Ramadin, mendesak Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu transparan terkait penyaluran Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), termasuk bantuan Combine Harvester yang diberikan kepada kelompok tani sepanjang 2025-2026.

Ramadin meminta Distanbun membuka Prosedur dan Kriteria penerima bantuan, termasuk daftar kelompok tani yang telah menerima Alsintan, jumlah alat yang disalurkan, serta memastikan kelompok penerima benar-benar aktif dan terdaftar secara resmi.

“Saya pertanyakan kepada Kadis pertanian kabupaten Dompu prosedur seperti apa yang berhak menerima Mesin Combine harvester yang sudah dibagikan kepada kelompok tani dan transparansi Kelompok tani mana saja yang sudah menerima bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari dinas pertanian kabupaten Dompu tahun 2025-2026?,” ujar Ramadin, dalam keterangan di terima media ini. Kamis (1/10/2026).

Ia juga meminta Distanbun memperjelas jumlah kelompok tani aktif yang secara resmi terdaftar di pusat.

“Saya juga meminta perjelas jumlah kelompok tani aktif yang terdaftar di pusat jangan sampai banyak kelompok fiktif yang dipergunakan untuk merampok uang rakyat,” tegasnya.

Menurut Ramadin, keterbukaan informasi diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui apakah program dan bantuan pemerintah telah disalurkan secara tepat sasaran.

“Saatnya dinas pertanian transparansi dalam hal memberikan bantuan terhadap kelompok tani karna publik wajib tau supaya program dan bantuan itu tepat sasaran dan tidak ada ketimpangan yang dilakukan oleh dinas pertanian kabupaten Dompu,” katanya.

Ramadin juga menyoroti pentingnya transparansi dalam setiap program dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Menurutnya, ketertutupan informasi dapat menimbulkan dugaan adanya penyimpangan.

“Ketika dinas pertanian tidak berani transparansi setiap bantuan dan program yang diberikan terhadap rakyat maka dugaan kuat ada kejahatan besar yang dilakukan oleh dinas pertanian kabupaten Dompu,” ujarnya.

Ia menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut demi kepentingan petani.

“Kepala dinas pertanian harus bertanggungjawab dalam menyalurkan bantuan untuk kelompok tani tidak boleh tertutup ini semua demi kesejahteraan petani saya selaku mahasiswa dan pemuda akan terus kawal sampai keadilan dan kebenaran berada di barisan Rakyat tani,” tegas Ramadin.

Baca Juga :  Datang Saja Susah, Ngaku ASN! Bupati Dompu Ledek Pegawai Pemalas di Hadapan Umum

Untuk memperoleh penjelasan dari pihak Pemerintah, media ini menghubungi Syahrul Ramadhan, SP., Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu, dengan mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai penyaluran dan Pengawasan bantuan Alsintan.

Pertanyaan yang Disampaikan Meliputi:

1. Apa prosedur dan kriteria kelompok tani yang berhak menerima bantuan mesin Combine Harvester dari Dinas Pertanian Kabupaten Dompu?

2. Kelompok Tani mana saja yang telah menerima bantuan Alsintan dari Dinas Pertanian Kabupaten Dompu sepanjang 2025-2026, dan Berapa jumlah Alat yang telah disalurkan?

3. Apakah daftar penerima bantuan Alsintan tersebut dapat dibuka secara transparan kepada publik, termasuk nama Kelompok Tani, Jenis Alat, jumlah Bantuan, dan Waktu Penyalurannya?

4. Berapa jumlah kelompok tani aktif yang secara resmi terdaftar di pusat atau dalam Sistem Administrasi Pertanian? Bagaimana Dinas Pertanian memastikan seluruh kelompok penerima bantuan Benar-benar Aktif dan bukan kelompok fiktif?

5. Apa mekanisme verifikasi dan pengawasan yang dilakukan Dinas Pertanian untuk mencegah penyalahgunaan atau penyimpangan bantuan Alsintan yang bersumber dari Uang Negara?

Hingga berita ini dinaikkan, Syahrul Ramadhan belum memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang disampaikan media ini.

Media ini tetap membuka ruang bagi Kepala Distanbun Kabupaten Dompu untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait penyaluran bantuan Alsintan kepada kelompok tani.

Sebelumnya, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Gudang Pertanian, Kelurahan Monta Baru, Kecamatan Woja, Rabu (19/8/2026).

Penyerahan bantuan tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus. Bantuan yang bersumber dari Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Dompu tersebut terdiri dari 38 unit hand tractor, dua unit combine harvester dan satu unit traktor roda empat.

Penyerahan turut dihadiri Dandim 1614/Dompu Letkol CZI Dedi Tri Sulistyo, S.IP., Pj Sekda Dompu H. Khaerul Insyan, SE., MM., sejumlah kepala OPD, Camat Woja Edison Sangaji, SH., serta para ketua kelompok tani penerima bantuan.

Baca Juga :  Dilaporkan ke KPK Bersama Istri dan Paman, Bupati Dompu: Saya Sih Gak Tahu Deh

Bambang mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Menurutnya, Dompu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional dan tahun ini kembali mengalami surplus produksi pangan.

“Dompu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional. Tahun ini kita mengalami surplus, sehingga Dompu menjadi salah satu sentra pangan nasional,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta Dinas Pertanian tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan pendampingan kepada petani, termasuk pemanfaatan dan perawatan Alsintan hingga proses panen.

“Alat ini saya ingin pastikan sampai kepada petani yang sesungguhnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Bambang berharap pemanfaatan Alsintan secara tepat dapat mempercepat pengolahan lahan dan panen, meningkatkan efisiensi biaya serta mengurangi ketergantungan terhadap pola pertanian konvensional.

Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian dan mempertahankan Dompu sebagai salah satu sentra pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu, Syahrul Ramadhan, SP., mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Penyediaan dan Pembangunan Prasarana Pertanian Tahun Anggaran 2026 melalui anggaran Pokir DPRD Dompu.

Ia juga mengajak insan pers dan LSM ikut mengawasi pemanfaatan bantuan pertanian. Namun, pengawasan diminta dilakukan secara objektif dan konstruktif agar program benar-benar memberi manfaat bagi kelompok tani.

“Pengawasan penting, tetapi harus dilakukan secara objektif dan konstruktif,” ujarnya.

Bantuan secara simbolis antara lain diterima Kelompok Tani Nangka III Desa Matua dan Tolo Temba I Desa Anamina berupa combine harvester, Kelompok Tani Ngawa Sama Desa Doropeti berupa traktor roda empat, serta Kelompok Tani Pede Mele Desa Calabai dan Rasabou Desa Rasabou berupa hand tractor.

“Terima kasih kepada para petani yang telah menjadi pahlawan pangan,” ungkapnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pajak Motor di Atas 150 CC di NTB Naik Mulai 1 Oktober 2026, Ini Besarannya
MotoGP Mandalika Tak Boleh Cuma Ramai Saat Balapan, Wagub NTB Dorong Ekonomi Bergerak Sepanjang Tahun
Musyafirin Tolak Mundur dari PDIP, Tetap Jadi Komisaris Bank NTB Syariah, Rachmat Hidayat Pastikan Dipecat
Anggaran Rehab GOR Turide Mataram untuk PON 2028 Dinolkan DPR RI, Mori Hanafi: Sudah Dinolkan
BPR NTB Resmi Bertransformasi Jadi BPRS, Gubernur Iqbal Sebut Babak Baru Ekonomi Syariah
Perda Pajak NTB Diubah, Gubernur Iqbal Tekankan PAD Adaptif dan Ramah Investasi
Dua Raperda NTB Jadi Perda, Gubernur Iqbal Instruksikan Perangkat Daerah Segera Tindak Lanjut
BPR NTB Ganti Baju Jadi BPRS, Wagub NTB Umi Dinda Tekankan Hal Ini
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pajak Motor di Atas 150 CC di NTB Naik Mulai 1 Oktober 2026, Ini Besarannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:13 WIB

MotoGP Mandalika Tak Boleh Cuma Ramai Saat Balapan, Wagub NTB Dorong Ekonomi Bergerak Sepanjang Tahun

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:48 WIB

HMI Cabang Dompu Desak Distanbun Buka Data Penerima Alsintan, Soroti Kelompok Tani Fiktif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Musyafirin Tolak Mundur dari PDIP, Tetap Jadi Komisaris Bank NTB Syariah, Rachmat Hidayat Pastikan Dipecat

Rabu, 30 September 2026 - 19:20 WIB

Anggaran Rehab GOR Turide Mataram untuk PON 2028 Dinolkan DPR RI, Mori Hanafi: Sudah Dinolkan

Berita Terbaru