Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Mitigasi Wisata NTB

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Pascakebakaran Yang Menjadi Perhatian Serius Dalam Penguatan Mitigasi Bencana Pariwisata NTB.

Kondisi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Pascakebakaran Yang Menjadi Perhatian Serius Dalam Penguatan Mitigasi Bencana Pariwisata NTB.

SUMBAWAPOST.com|™ Mataram- Kebakaran yang Melanda Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi duka Sekaligus Alarm bagi Penguatan Mitigasi Bencana di Destinasi Wisata Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB menyampaikan Duka Mendalam atas Musibah tersebut. Peristiwa ini tidak hanya menjadi duka bagi Masyarakat terdampak, tetapi juga Menjadi perhatian bersama bagi seluruh Pemangku Kepentingan Pariwisata di NTB.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, yang turut mendampingi Gubernur NTB yang hadir langsung pada saat penanganan Pemadaman Kebakaran tadi malam, menyampaikan bahwa Peristiwa tersebut harus menjadi Refleksi bersama dalam Membangun Destinasi Wisata yang lebih Tangguh di masa mendatang.

“Musibah Kebakaran yang terjadi di Destinasi Wisata Desa Adat Sade menjadi pengingat bagi kita semua. Di balik duka yang dirasakan, ada Pelajaran Penting bahwa Pengembangan Destinasi Wisata ke depan harus semakin mengedepankan Prinsip keberlanjutan, termasuk Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana,”Kata Ahmad Nur Aulia, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga :  Efisiensi PON 2028: NTB-NTT Gandeng Jakarta sebagai Penyangga, Ini Belasan Cabor Dialihkan ke Ibu Kota

Menurut Ahmad Nur Aulia, Desa Adat Sade merupakan Warisan Budaya yang memiliki keunikan tersendiri. Rumah-rumah adat dibangun menggunakan material Tradisional seperti Kayu, Bambu, dan atap ilalang yang menjadi bagian dari Identitas Budaya Masyarakat Sasak.

Namun, material tersebut juga memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran sehingga diperlukan langkah Mitigasi yang lebih baik tanpa menghilangkan nilai autentik Budaya.

“Kita perlu menghadirkan Sistem Mitigasi Bencana yang lebih baik sehingga pelestarian Budaya dapat berjalan beriringan dengan aspek keselamatan Masyarakat dan Pengunjung,”ungkapnya

Ia menegaskan, kejadian di Desa Adat Sade menjadi perhatian bersama, mulai dari Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten hingga Pemerintah Desa.

“Peristiwa ini menjadi momentum untuk memperkuat Kolaborasi dalam membangun Destinasi Wisata yang lebih Tangguh terhadap risiko Bencana,”ucapnya.

Lebih lanjut, proses rekonstruksi Desa Adat Sade diharapkan tidak hanya berfokus pada Pembangunan kembali fisik Kawasan, tetapi juga menjadi momentum penerapan Konsep Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism) yang memperhatikan Pelestarian Budaya, Perlindungan Lingkungan, serta Mitigasi Bencana.

Baca Juga :  BPS Ungkap Fakta Ekonomi NTB: Inflasi Turun, Pariwisata Melejit, Surplus Perdagangan Tembus Rp8 Triliun

“Rekonstruksi Desa Adat Sade hendaknya menjadi momentum untuk menghadirkan Destinasi Wisata yang semakin berkelanjutan. Pelestarian Budaya harus tetap menjadi prioritas, namun di saat yang sama kita perlu memastikan Sistem Mitigasi Bencana yang memadai agar Destinasi memiliki ketahanan lebih baik di masa mendatang,”terangnya.

Disparekraf NTB menyatakan kesiapan untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Komunitas Adat, serta seluruh Pemangku Kepentingan dalam mendukung proses Rehabilitasi dan Rekonstruksi Desa Adat Sade agar dapat kembali menjadi Destinasi Wisata Budaya yang Lestari, Aman, dan Berkelanjutan.

Disparekraf NTB juga mengajak seluruh Masyarakat untuk memberikan dukungan moril kepada Masyarakat Desa Adat Sade serta bersama-sama menjaga Warisan Budaya yang menjadi kebanggaan Nusa Tenggara Barat (NTB)

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kebakaran Sade Jadi Evaluasi, Pemkab Loteng Siapkan Penataan Kawasan Adat
Sade Terbakar, Wagub NTB Turun Tangan: Revitalisasi Dikebut Jelang MotoGP
Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kobaran Api Sade
Kampung Adat Tradisional Sade Lombok Tengah Terbakar
Tanah Wakaf Kuripan Kembali Memanas, Eksekusi 2026 Dipersoalkan, Justice Law Firm Angkat Bicara
Gubernur NTT Puji Gerak Cepat Gubernur NTB Iqbal Bantu Korban Gempa Flores
UMKM KSB Mau Naik Kelas, Komisi II DPRD Cari ‘Resep’ ke Diskop UKM NTB
Produksi Cuma 40 Ribu Ton, Kebutuhan 600 Ribu Ton: Sembalun Jadi Benteng Bawang Putih RI
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:57 WIB

Kebakaran Sade Jadi Evaluasi, Pemkab Loteng Siapkan Penataan Kawasan Adat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Mitigasi Wisata NTB

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Sade Terbakar, Wagub NTB Turun Tangan: Revitalisasi Dikebut Jelang MotoGP

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:24 WIB

Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kobaran Api Sade

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:12 WIB

Kampung Adat Tradisional Sade Lombok Tengah Terbakar

Berita Terbaru

Kondisi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Pascakebakaran Yang Menjadi Perhatian Serius Dalam Penguatan Mitigasi Bencana Pariwisata NTB.

Seni & Budaya

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Mitigasi Wisata NTB

Minggu, 23 Agu 2026 - 16:43 WIB

kebakaran Kampung Adat Sade Lombok Tengah

Seni & Budaya

Kampung Adat Tradisional Sade Lombok Tengah Terbakar

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:12 WIB