BBPOM Bongkar Ancaman Obat Ilegal di NTB, Rp3,9 Miliar DAK Disiapkan untuk Program Pangan Aman

Avatar

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso memaparkan program prioritas tahun 2026 kepada Wakil Gubernur NTB, termasuk penguatan pengawasan obat ilegal dan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman.

Kepala BBPOM Mataram Yogi Abaso memaparkan program prioritas tahun 2026 kepada Wakil Gubernur NTB, termasuk penguatan pengawasan obat ilegal dan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram mengingatkan masih adanya ancaman peredaran obat keras ilegal di Nusa Tenggara Barat. Untuk memperkuat pengawasan, NTB mendapatkan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik sekitar Rp3,9 miliar pada tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso, saat melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, di Kantor Gubernur NTB, Senin (15/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Yogi memaparkan sejumlah program prioritas BBPOM tahun 2026, salah satunya penguatan Program Kabupaten/Kota Pangan Aman (KKPA) yang merupakan program nasional lintas kementerian dan lembaga.

Menurutnya, saat ini BBPOM tengah melakukan pendampingan intensif kepada pemerintah kabupaten/kota agar mampu memenuhi indikator penilaian nasional Kabupaten/Kota Pangan Aman.

Baca Juga :  Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

“Kami berharap dukungan Pemerintah Provinsi NTB agar kabupaten/kota dapat mempercepat pemenuhan indikator sebelum batas waktu penilaian pada akhir Juli mendatang,” jelas Yogi.

Selain itu, BBPOM juga melaporkan keberhasilan pembinaan terhadap pelaku usaha pangan lokal. Hingga kini, ratusan produk pangan olahan asal NTB telah berhasil memperoleh nomor izin edar yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM di pasar nasional.

Di sisi lain, BBPOM menyoroti masih ditemukannya penyalahgunaan obat-obatan tertentu seperti tramadol, triheksifenidil, dan berbagai jenis obat keras lainnya yang beredar secara ilegal di tengah masyarakat.

Karena itu, BBPOM berharap koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat untuk mempersempit ruang peredaran obat ilegal.

Baca Juga :  Gubernur Miq Iqbal Dapat Wejangan dan ‘Resep Rahasia’ dari Ketua MPR untuk Wujudkan NTB Makmur Mendunia

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri, menyampaikan bahwa sinergi antara Dinas Kesehatan dan BBPOM selama ini berjalan baik, terutama dalam pengawasan obat, pangan, dan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan.

Ia menambahkan, pengawasan ke depan akan semakin diperkuat, termasuk terhadap klinik swasta, distribusi vaksin, dan keamanan pangan di lingkungan sekolah guna melindungi kesehatan masyarakat sejak usia dini.

Audiensi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, BBPOM di Mataram, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem pengawasan obat dan makanan yang semakin efektif demi terciptanya masyarakat NTB yang sehat, aman, dan berkualitas.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru