SUMBAWAPOST.com | Bima- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, turun langsung ke lapangan menindaklanjuti aspirasi masyarakat Pulau Sumbawa dengan mengecek kondisi Bendungan Pelaparado di Sungai Parado, Desa Pela, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Sabtu (28/4/2025).
Kunjungan ini mengungkap kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Bendungan yang menjadi tulang punggung pengairan dan ketahanan pangan itu kini menghadapi masalah serius, dimana sedimentasi yang terus menumpuk, pintu air yang tidak berfungsi optimal, serta fasilitas yang minim perbaikan sejak pertama kali dibangun.
Diketahui, Bendungan Pelaparado dibangun sejak tahun 1999 dengan kapasitas tampung efektif mencapai 15 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 104 hektare. Bendungan ini berperan penting dalam mengairi 3.895 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku sebesar 50 liter per detik untuk Kecamatan Monta, Woha, dan Belo, serta mereduksi banjir dari 1.585 m³/detik menjadi 961 m³/detik.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya pendangkalan serius akibat sedimentasi yang terus terjadi tanpa pengerukan berarti selama puluhan tahun.
“Memang sudah dangkal dari dulu, akibat pengerukan yang tidak dilakukan secara berkala. Kalau bendungan ini diharapkan optimalisasi pengairan, tentu harus segera dibenahi,”ungkap Pria yang Juga Ketua DPW NasDem NTB ini.
Selain sedimentasi, Sambung Pria yang Akrab disapa Bang Mori ini, persoalan lain juga muncul pada pintu air yang belum berfungsi maksimal. Hal ini berpotensi mengganggu distribusi Air ke ribuan hektare lahan pertanian serta menurunkan efektivitas bendungan dalam pengendalian banjir.
Untuk mengembalikan fungsi bendungan secara optimal, dibutuhkan anggaran besar.
“Estimasi kebutuhan rehabilitasi sarana dan prasarana, termasuk perbaikan pintu air dan normalisasi bendungan, diperkirakan mencapai lebih dari Rp90 miliar,”katanya.
Dengan peran strategisnya dalam menopang ketahanan pangan, Bendungan Pelaparado menjadi aset vital yang tidak bisa diabaikan.
“Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa meluas mulai dari terganggunya irigasi hingga ancaman terhadap produktivitas pertanian masyarakat dan memicu terjadinya banjir akibat luapan air disaat musim hujan disebabkan bendungan yang dangkal,”imbuhnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum percepatan perbaikan, agar bendungan dengan kapasitas besar ini kembali optimal dalam menopang kebutuhan air dan menjaga keseimbangan tata air di wilayah Bima dan sekitarnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










