Bappeda NTB Targetkan Penguatan 7.800 Posyandu Berbasis 6 SPM pada 2026

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokakarya Pembahasan Alur Pelayanan dan Pedoman Umum Tata Kelola Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Provinsi NTB yang digelar Bappeda NTB bersama Program SKALA di Hotel Aston Inn Mataram, Selasa (3/2/2026).

Lokakarya Pembahasan Alur Pelayanan dan Pedoman Umum Tata Kelola Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Provinsi NTB yang digelar Bappeda NTB bersama Program SKALA di Hotel Aston Inn Mataram, Selasa (3/2/2026).

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama mitra Program SKALA NTB menggelar Lokakarya Pembahasan Alur Pelayanan dan Pedoman Umum Tata Kelola Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Posyandu Provinsi NTB. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Inn Mataram, Selasa (3/2/2026).

Lokakarya tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Posyandu sebagai simpul layanan dasar masyarakat. Tidak lagi terbatas pada pelayanan ibu dan anak, Posyandu kini didorong untuk mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, anak, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.

Team Leader Program SKALA, Anja Kusuma, menegaskan bahwa kegiatan ini diarahkan untuk memastikan implementasi Posyandu berbasis enam SPM berjalan optimal sesuai regulasi yang berlaku.

“Melalui lokakarya ini, kita ingin menyusun model dan mekanisme sinergi agar implementasi Posyandu berbasis enam SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Waduh! Banyak Mafia Tambang Beroperasi di Sumbawa, Bakal Beroperasi dengan Wajah Baru

Sementara itu, Kepala Bidang P2EPD Bappeda NTB, Firmansyah, menekankan bahwa NTB termasuk daerah pelopor dalam penguatan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar masyarakat.

“Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian enam SPM dan menjadi bagian penting dari visi NTB yang makmur dan mendunia melalui peningkatan kualitas pembangunan manusia,” jelasnya.

Dengan lebih dari 7.800 Posyandu dan sekitar 41 ribu kader yang tersebar di seluruh NTB, kolaborasi lintas sektor terus diperkuat.

“Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan layanan dasar yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat NTB,”tutupnya.

Penguatan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, dengan rincian sebagai berikut:

Baca Juga :  Gubernur NTB Sentil DLHK: Urus Sampah Kok Kantor Sendiri Kotor

1. Bidang Pendidikan: Penyuluhan gizi, edukasi anak usia dini (PAUD), peningkatan kapasitas orang tua, serta identifikasi kebutuhan sarana edukasi desa.
2. Bidang Kesehatan: Pelayanan ibu hamil, balita, lansia, imunisasi, vitamin A, tablet tambah darah, serta pemantauan perilaku kesehatan dan pencegahan penyakit.
3. Bidang Pekerjaan Umum: Edukasi kebutuhan air bersih, pengelolaan limbah domestik, pemeliharaan infrastruktur dasar, dan sumur air tanah.
4. Bidang Perumahan Rakyat: Identifikasi penyediaan dan rehabilitasi rumah layak huni serta edukasi lingkungan sehat.
5. Bidang Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat (Trantibumlinmas): Pencegahan gangguan trantibum melalui deteksi dini, pengamanan, dan edukasi siaga bencana.
6. Bidang Sosial: Identifikasi dan pendataan fakir miskin atau masyarakat tidak mampu untuk memfasilitasi penyaluran bantuan sosial.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat
Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri
TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram
Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan
Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita
Ribuan Warga Bima Padati UIN Mataram, Ketua RKBPL Dorong Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong
Qori Cilik Juara Internasional Tampil, Halalbihalal dan Pelepasan Jamaah Calon Haji RKB Pulau Lombok Kian Khusyuk
KONI NTB Rapatkan Barisan, Matangkan Slot Atlet dan Nomor Unggulan Jelang Porprov 2026
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 18:32 WIB

Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Minggu, 19 April 2026 - 18:05 WIB

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 April 2026 - 15:13 WIB

TGB Ingatkan Bahaya Ghibah, Tekankan Etika Sosial dalam Halalbihalal NWDI di Mataram

Minggu, 19 April 2026 - 14:01 WIB

Halalbihalal NWDI Jadi Panggung Konsolidasi, Pemprov NTB Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan

Minggu, 19 April 2026 - 13:24 WIB

Di Hadapan RKB-WRKB Pulau Lombok, Wagub NTB Serukan Gotong Royong: Bangun Daerah dari Kita, Oleh Kita, untuk Kita

Berita Terbaru

Terlihat Terduga Pelaku bersama Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan seorang ayah di Desa Tamansari, Lombok Barat.

Hukum & Kriminal

Seorang Ayah di Lombok Tewas Diduga Dianiaya Anak Perempuan Sendiri

Minggu, 19 Apr 2026 - 18:05 WIB