Akademisi Unram Tegas: Polri Tetap di Bawah Presiden, Jangan Diganggu

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua akademisi Universitas Mataram, Prof. Dr. Amiruddin, S.H., M.Hum. dan Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum., saat memberikan pandangan akademis terkait posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada di bawah Presiden, di Ruang Guru Besar FHISIP Universitas Mataram, Mataram.

Dua akademisi Universitas Mataram, Prof. Dr. Amiruddin, S.H., M.Hum. dan Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum., saat memberikan pandangan akademis terkait posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada di bawah Presiden, di Ruang Guru Besar FHISIP Universitas Mataram, Mataram.

SUMBAWAPOST.com| Mataram-  Dukungan terhadap keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia terus menguat. Kali ini, dukungan datang dari kalangan akademisi Universitas Mataram (Unram).

Dua akademisi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Unram menilai posisi Polri di bawah Presiden merupakan pilihan yang tepat dan relevan dengan sistem ketatanegaraan Indonesia saat ini.

Ditemui di Ruang Guru Besar FHISIP Unram, Jumat (30/1/2026), Prof. Dr. Amiruddin, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penempatan Polri di bawah Presiden memberikan kejelasan garis komando sekaligus memperkuat fungsi pengawasan dalam menjaga keamanan nasional.

Baca Juga :  Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

“Penempatan Polri di bawah Presiden memberi kepastian arah kebijakan keamanan nasional, sekaligus menjaga stabilitas hukum dan demokrasi,” ujar Prof. Amiruddin.

Menurutnya, skema tersebut telah sejalan dengan konstitusi dan praktik negara hukum modern, di mana institusi kepolisian harus memiliki koordinasi yang jelas dalam struktur pemerintahan.

Pandangan senada disampaikan Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. Ia menilai posisi Polri di bawah Presiden justru menjadi fondasi penting agar institusi kepolisian tetap profesional dan fokus menjalankan tugas utamanya.

Baca Juga :  Gagasan IPR Koperasi Kapolda NTB Picu Pro-Kontra, Prof. Zainal Asikin: Tolol Kalau Menolak Tambang Rakyat

“Dalam konteks ketatanegaraan Indonesia, Polri di bawah Presiden menjadi pilihan rasional, untuk menjaga netralitas institusi serta efektivitas penegakan hukum,” kata Prof. Kurniawan.

Keduanya juga menegaskan bahwa wacana perubahan posisi Polri dalam sistem ketatanegaraan harus dikaji secara mendalam dan hati-hati. Menurut mereka, perubahan struktural tanpa pertimbangan matang berpotensi berdampak luas, baik dari sisi hukum, sosial, maupun stabilitas keamanan nasional.

Akademisi Unram menilai stabilitas institusi penegak hukum merupakan faktor krusial dalam menjaga kepercayaan publik serta keberlangsungan demokrasi dan ketertiban sosial di Indonesia.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru