Perketat Pengawasan Laut NTB, Pemprov dan KKP Siapkan Sanksi Tegas Lewat Pergub

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 19:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si., saat melakukan pertemuan koordinasi dengan Direktur Pengawasan Perikanan Sumber Daya Perikanan (PPSDP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI)  Halid K. Jusuf di Jakarta, membahas penguatan pengawasan usaha kelautan dan perikanan serta penyusunan Pergub sanksi administratif.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si., saat melakukan pertemuan koordinasi dengan Direktur Pengawasan Perikanan Sumber Daya Perikanan (PPSDP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI)  Halid K. Jusuf di Jakarta, membahas penguatan pengawasan usaha kelautan dan perikanan serta penyusunan Pergub sanksi administratif.

SUMBAWAPOST.com | Jakarta- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan langkah penguatan pengawasan sektor kelautan dan perikanan. Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan koordinasi antara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, dengan Direktur Pengawasan Perikanan Sumber Daya Perikanan (PPSDP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI)  Halid K. Jusuf. Jum’at (22/01/2026) kemarin dijakarta.

Pertemuan ini membahas rencana penguatan fungsi Satuan Tugas Pembinaan dan Pengendalian Kegiatan Berusaha Kelautan dan Perikanan di Provinsi NTB, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kelautan dan Perikanan tengah menyusun Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur tata cara pelaksanaan sanksi administratif, sebagai instrumen penting untuk mengoptimalkan implementasi Perda tersebut di lapangan.

Baca Juga :  Miris! 4,3 Ton Sampah Diangkut di Bypass BIZAM Lombok

“Penguatan regulasi turunan melalui Peraturan Gubernur ini menjadi bagian penting untuk memastikan Perda Nomor 14 Tahun 2025 dapat diterapkan secara efektif dan memberikan kepastian hukum dalam pengawasan kegiatan usaha kelautan dan perikanan di NTB,” ujar Muslim.

Dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengawasan Perikanan Sumber Daya Perikanan (PPSDP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI)  Halid K. Jusuf menyampaikan apresiasi atas kesiapan Provinsi NTB yang telah mengundangkan Perda Nomor 14 Tahun 2025.

Menurutnya, regulasi tersebut merupakan tindak lanjut dan implementasi dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2021, serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 28, 30, dan 31 Tahun 2021.

“Kesiapan Provinsi NTB dalam mengundangkan Perda ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola dan pengawasan kegiatan usaha kelautan dan perikanan di daerah,” tegas Halid K. Jusuf.

Lebih lanjut, Tim Pengawasan Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan komitmen untuk mendukung penuh pelaksanaan Perda tersebut, termasuk dalam penguatan substansi Rancangan Peraturan Gubernur tentang sanksi administratif yang saat ini sedang disusun oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Baca Juga :  DPP BMMB Gelar Munas IX di Jakarta, Pengacara Nasional Firdaus Djuwaid Terpilih sebagai Ketua Umum 2026-2030

Selain itu, Direktur Pengawasan Perikanan Sumber Daya Perikanan (PPSDP) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTB dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan pendampingan pelaksanaan kebijakan di daerah.

Pemerintah Pusat juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengawasan kelautan dan perikanan, termasuk mendukung penguatan serta ketersediaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bidang kelautan dan perikanan di Provinsi NTB.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, serta memastikan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berjalan berkelanjutan dan berlandaskan hukum.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Kampung Bebas Narkoba di Kota Bima Dipertanyakan, 4 Titik Digerebek, 7 Orang Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Berita Terbaru