NTB Pertahankan Status Sentra Padi Nasional, Produksi Melonjak 16,65% di Tahun 2025

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com| Labuan Bajo-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam sektor pangan nasional. Dalam Rapat ‘Evaluasi Kegiatan Tahun 2025 dan Sosialisasi Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan untuk Tahun 2026’ di Golo Mori Convention Center, Labuan Bajo, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Muhammad Riadi, memaparkan capaian yang mengukuhkan posisi NTB sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada 18-20 November 2025 itu juga diikuti oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan para staf fungsional perencana. Rapat dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan menjadi ruang strategis bagi seluruh daerah untuk menampilkan evaluasi kerja dan merumuskan arah kebijakan di tahun mendatang.

Baca Juga :  Polda NTB Rekrut Bintara Polri Berkompetensi Khusus, Berikut Jadwal, Jurusan dan Syaratnya

Muhammad Riadi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, produksi padi NTB mencapai 1.695.451 ton GKG, atau meningkat 16,65% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, produksi padi NTB tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Kenaikan 16,65% ini menegaskan bahwa NTB tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional,” ujar Muhamad Riadi. Rabu (19/11/2025).

Tidak hanya pada sisi produksi, NTB juga dilaporkan mengalami surplus besar pada ketersediaan benih padi. Untuk kebutuhan tahun 2026 yang diperkirakan mencapai 1.586 ton, NTB memiliki estimasi stok benih mencapai 2.695,96 ton, sehingga terdapat surplus 1.107 ton.

Baca Juga :  Guru Ngaku Gajinya Dipotong, Kepala Sekolah SMK PP Bima Pilih Bungkam

“Surplus benih ini bukan hanya untuk kebutuhan NTB. Tahun depan kami siap menopang kebutuhan benih di Bali dan NTT,” lanjutnya.

Riadi menyebutkan bahwa capaian tersebut menunjukkan kekuatan rantai produksi padi NTB, mulai dari hulu hingga hilir. Menurutnya, kerja kolaboratif antara pemerintah, kelompok tani, hingga penyedia benih berperan besar dalam stabilitas pangan daerah.

“Kami optimistis tren positif ini terus berlanjut. NTB akan tetap menjadi daerah swasembada padi dan berkontribusi dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi NTB berharap capaian ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas di tahun-tahun berikutnya.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru