Satgas Pangan Lombok Timur Bongkar 110 Ton Beras Diduga Oplosan, Oknum Bulog Turut Diselidiki

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 06:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengungkapan dugaan pengoplosan 110 ton beras oleh Satgas Pangan Polres Lombok Timur membuat publik geger. Operasi yang digelar di wilayah Sikur itu mengarah pada dugaan keterlibatan oknum Bulog dan mitranya, sehingga mendorong kepolisian memasang police line serta memeriksa sejumlah pihak terkait demi menuntaskan kasus yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat luas.

SUMBAWAPOST.com| Lombok Timur –Satgas Pangan Polres Lombok Timur kembali menunjukkan taringnya. Puluhan ton beras diduga oplosan ditemukan tersimpan rapi di sebuah gudang di wilayah Sikur, Kabupaten Lombok Timur, dalam operasi yang digelar belum lama ini.

Dari hasil pengungkapan di lapangan, petugas menemukan sekitar 110 ton beras yang disinyalir tidak memenuhi standar mutu dan ketentuan label sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023. Temuan besar ini mengindikasikan adanya praktik kecurangan yang berpotensi merugikan masyarakat luas.

Baca Juga :  Sebelum Dilantik Presiden! Ubur-ubur Ikan Lele, Senyuman Pemimpin Kota Bima Manis Sekali Lee

Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana, S.I.K., S.H. melalui Kasat Reskrim AKP I Made Dharma Yulia Putra, S.T.K., S.I.K., M.Si. mengungkapkan bahwa penyelidikan awal mengarah pada adanya dugaan keterlibatan oknum Bulog maupun mitra Bulog dalam aktivitas pengoplosan tersebut.

“Untuk kepentingan penyidikan, kami telah memasang police line di lokasi gudang penyimpanan beras serta memeriksa sejumlah saksi dan pihak terkait,” tegas Kasat Reskrim.

Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polres Lombok Timur melalui Satgas Pangan dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam menjaga stabilitas pangan nasional dan memberantas praktik curang yang merugikan masyarakat.

Pihak kepolisian berharap proses penyelidikan dapat segera tuntas, agar kasus ini tidak menimbulkan keresahan dan kepercayaan publik terhadap distribusi pangan tetap terjaga.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru