Rakornas P2DD 2025: Ini Jurus NTB ‘Tendang’ Inflasi dan Pacu Ekonomi Digital

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kian serius mengawal stabilitas harga dan mendorong percepatan digitalisasi keuangan daerah. Hal ini ditegaskan lewat kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi NTB, Muslim, ST, M.Si, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2025 di Mataram, Jum’at (29/8).

Rakornas ini menghadirkan seluruh perwakilan kabupaten/kota di NTB, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga jajaran Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Tujuannya jelas: memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menekan laju inflasi sekaligus mengakselerasi transformasi digital keuangan daerah.

Baca Juga :  Pilgub NTB 2024, Belasan Ribu Pendukung Antar Rohmi-Firin Mendaftar ke KPU NTB

“Transformasi ekonomi harus dimulai dari produksi pangan, penguatan harga, dan pemanfaatan teknologi. Tanpa itu, daerah akan sulit bersaing,” tegas Hario Kartiko Pamungkas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, dalam paparannya.

Mengusung tema besar yaitu ‘Percepatan Transformasi Ekonomi melalui Peningkatan Produksi Pertanian untuk Ketahanan Pangan, Stabilitas Harga, dan Penguatan Digitalisasi Keuangan Daerah’

Rakornas ini menjadi wadah strategis bagi para pemangku kebijakan untuk berbagi strategi, pengalaman, dan inovasi.

Muslim menegaskan bahwa NTB berkomitmen penuh untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah. Menurutnya, digitalisasi keuangan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk memastikan efisiensi pengelolaan anggaran dan pelayanan publik.

Baca Juga :  Operasi Antik Rinjani 2026 Ungkap 129 Kasus Narkoba, 178 Tersangka Diamankan Polda NTB

“Kuncinya ada di kolaborasi. Digitalisasi bukan hanya memudahkan pengelolaan keuangan, tetapi juga mempercepat akses layanan masyarakat,” ujar Muslim usai mengikuti Rakornas.

Selain paparan materi, Rakornas juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Di forum tersebut, berbagai strategi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah dibahas secara mendalam.

Dengan Rakornas ini, NTB berharap dapat menjadi daerah percontohan dalam mewujudkan ekosistem keuangan digital yang inklusif, transparan, dan efisien. Langkah ini juga sejalan dengan upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan global dan gejolak harga pangan.

Berita Terkait

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan
Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami
APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Berita Terbaru