Gubernur NTB: Al Wildan Islamic School 20 Mataram Jadi Ladang Cetak Generasi Berkarakter

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 25 Mei 2025 - 01:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menyambut positif kehadiran Al Wildan Islamic School 20 Mataram. Menurutnya, lembaga pendidikan ini dapat menjadi ladang pembentukan karakter yang baik bagi generasi muda NTB maupun bangsa secara keseluruhan.

“Untuk NTB, saya menyambut dengan positif keberadaan Al Wildan Islamic School 20 Mataram,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrab Gubernur NTB, saat menghadiri acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan sekolah tersebut pada Sabtu, 24 Mei 2025.

Dalam kesempatan itu, Miq Iqbal turut membagikan pengalaman masa kecilnya saat menimba ilmu di pondok pesantren. Ia mengenang masa tahun 80-an, ketika menjadi santri identik dengan luka korengan di kaki.

Baca Juga :  Gubernur Iqbal ‘Nyetrum’ Unram: Kalau Bali Punya Pantai, NTB Punya Energi

“Setiap liburan pondok, keluarga selalu cek kaki kami. Kalau belum korengan, berarti bukan anak pondok,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Memasuki era 90-an, lanjut Miq Iqbal, terjadi perubahan citra pondok pesantren menjadi “boarding school”, yang kemudian identik sebagai tempat belajar bagi kalangan berada.

“Kehadiran boarding school untuk mengakomodir semua kondisi. Pada dasarnya sama, hanya saja beda istilah saja. Zaman berkembang, perbedaan antara aktivitas pondok pesantren dengan boarding school juga mulai terlihat,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Al Wildan Islamic School, Prof. Dr. Abdurrahim Al Basyir, M.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur NTB dalam acara peletakan batu pertama Masjid Al-Amir yang akan menjadi pusat kegiatan ibadah di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Polres Sumbawa Barat Raih Prestasi Gemilang dengan 31 Medali di Kejuaraan Kapolda NTB 2024

“Masjid Al-Amir dibangun dengan ukuran 1.800 meter persegi yang menampung (berkisar) 2.500 jemaah,” urainya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Al Wildan Islamic School telah memiliki 28 cabang di seluruh Indonesia, tersebar di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bekasi, dan BSD City.

“Satu sampai dengan 19 ada di daerah Jabodetabek, 20 sampai 28 di luar itu. Sedangkan untuk Al-Wildan 1 ada di Tangerang,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub NTB Umi Dinda Luncurkan Voice for Equality
NTB Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Umi Dinda Serukan Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Gender
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak
Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah
NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Berita ini 165 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:53 WIB

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub NTB Umi Dinda Luncurkan Voice for Equality

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:40 WIB

NTB Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Umi Dinda Serukan Gerakan Bersama Melawan Kekerasan Gender

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:31 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:29 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:18 WIB

Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah

Berita Terbaru