Harga Jagung-Gabah Anjlok di NTB, Mentan Instruksikan: Bupati Siapkan Gudang, Negara Bayar Sewa, Harga Tak Boleh di Bawah Standar

Avatar

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa- Petani di berbagai wilayah NTB mengeluhkan harga jual hasil panen yang jauh dari harapan. Di lapangan, harga jagung hanya dihargai Rp 3.700/kg, padahal pemerintah telah menetapkan harga acuan sebesar Rp 5.500/kg. Hal serupa terjadi pada gabah, yang hanya dibeli Rp 5.900/kg dari harga seharusnya Rp 6.500/kg.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian RI turun tangan langsung dan memberi instruksi tegas kepada Bulog NTB, Bulog Sumbawa, serta seluruh aparat terkait agar segera menyerap hasil panen petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  Jalan Rp19 Miliar Lenangguar-Lunyuk Diprotes Warga di Medsos, DPRD NTB Desak Gubernur Turun Tangan

“Saya minta Bupati siapkan gudang, nanti negara yang bayarkan sewa. Bulog, Babinsa, dan PPL harus awasi pembelian di lapangan. Mulai hari ini, tidak boleh lagi ada harga di bawah standar,” tegas Mentan dengan nada tinggi, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para petani yang hadir. Senin 21 April 2025.

Mentan mengungkapkan bahwa salah satu penyebab anjloknya harga di lapangan adalah karena penuhnya gudang Bulog. Akibatnya, petani terpaksa menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga jauh lebih rendah.

Baca Juga :  Serap Aspirasi di Donggo, DPRD NTB Aji Maman Dorong Pemerataan Pembangunan Wilayah Pegunungan

Tak hanya menyoal harga, Mentan juga menyampaikan program strategis untuk mendongkrak produksi, yakni melalui sistem pompanisasi. Program ini dinilai mampu meningkatkan intensitas tanam secara signifikan.

“Target kita 2.000 unit pompa rampung dalam dua tahun, dengan estimasi anggaran Rp 80 miliar. Dengan ini, petani bisa tanam tiga kali setahun,” ujarnya optimis.

Berdasarkan data per Maret 2025, target luas tanam jagung di NTB mencapai 105.169 hektare, dengan realisasi 79.105 hektare dan produksi sebesar 574.302 ton.

 

 

Berita Terkait

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional
NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock
Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima
PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional
ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB
MTQ XXXI NTB Dikawal 118 Tenaga Kesehatan, Ambulans Siaga 24 Jam di Lombok Tengah
Jokowi Masih Kuat, Tetapi Tidak Lagi Menentukan Segalanya Dan Prabowo Adalah Penerus Terbaiknya
GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek Hilirisasi Ayam Dapat Suntikan Dana Awal Rp5 Triliun, Bima Masuk Tahap Pertama Pembangunan Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:15 WIB

NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:37 WIB

Madapangga Dipilih Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional, PT Berdikari Siapkan Kawasan Modern di Bima

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:04 WIB

PT Berdikari dan Pemkab Bima Resmi Teken MoU, Bima Jadi Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi Nasional

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:39 WIB

ISPA Hingga Hipertensi Dominasi Kasus Kesehatan Peserta MTQ XXXI NTB

Berita Terbaru