Dua Orang Warga Meninggal di IGD Tanpa Perawat, Puskesmas Lopok Digugat Jadi Wajah Buruk Kesehatan Sumbawa

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 18 April 2025 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Sumbawa Besar –Jagat maya Sumbawa kembali dihebohkan dengan keluhan warga terkait pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya di Puskesmas Lopok, Kecamatan Lopok.

Keluhan itu pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook Alen Lopok, yang membeberkan kronologi memilukan saat salah satu anggota keluarganya dibawa ke IGD Puskesmas Lopok. Dalam unggahan tersebut, Alen menyebut bahwa tidak ada satu pun petugas yang berada di ruang IGD saat keluarganya datang dalam kondisi kritis, hingga akhirnya pasien menghembuskan napas terakhir tanpa sempat mendapatkan pertolongan medis.

Berikut kutipan isi unggahannya:

“Kpd Yth Bapak Kadis Kesehatan Kab Sumbawa: Kami masyarakat Bagetango Desa Lopok melaporkan kejadian di IGD Puskesmas Lopok yg sangat melukai hati kami. Saat mengantar keluarga yang sakit ke IGD, tak ada satu pun perawat yang hadir. Pasien akhirnya meninggal dunia tanpa pertolongan. Kami kecewa berat terhadap pelayanan IGD Puskesmas Lopok. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Kami berharap Bapak Bupati Sumbawa meninjau kinerja pegawai IGD malam ini. Saya pribadi bertanggung jawab atas postingan ini. Semoga kejadian seperti ini tidak lagi terjadi pada orang lain.”

Baca Juga :  HMI Autentik: Kontribusi untuk Pembangunan NTB dan Visi Indonesia Emas 2045

Unggahan tersebut langsung menuai beragam reaksi dari netizen lain, termasuk sorotan serius dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Respons Dinas Kesehatan: Klarifikasi dan Komitmen Perbaikan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Junaedi, saat dikonfirmasi media menyatakan rasa prihatin mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan langsung menindaklanjuti informasi yang berkembang.

Sebagai bentuk transparansi, Dinkes Sumbawa merilis pernyataan resmi melalui akun Facebook mereka pada Selasa (17/4/2025). Dalam keterangan tersebut, Dinkes memberikan kronologi lengkap terkait dua kasus kematian pasien yang terjadi berdekatan.

Kronologi Kasus Pertama:

Pada malam 16 April 2025, pasien berinisial Ny. F (66 tahun) datang ke UGD Puskesmas Lopok dengan keluhan sesak napas, batuk, mual, dan muntah. Petugas medis disebutkan langsung memberikan penanganan awal sesuai prosedur, termasuk pemberian oksigen dan obat berdasarkan arahan dokter jaga.

Saat kondisi pasien memburuk, pihak puskesmas berupaya merujuk ke RSUD Manambai Abdul Kadir. Namun, proses rujukan terkendala karena IGD rumah sakit penuh. Dalam rentang waktu menunggu, kondisi pasien terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia pada pukul 21.27 WITA, meski upaya resusitasi telah dilakukan.

Baca Juga :  Meritokrasi Ditegakkan, 414 ASN NTB Ikuti ‘Beauty Contest’ Jabatan Eselon III

Kronologi Kasus Kedua:

Keesokan paginya, 17 April 2025, pasien lain berinisial Tn. M (65 tahun) datang dengan keluhan serupa. Setelah mendapat penanganan awal dan diupayakan rujukan ke RS AMF Sumbawa, pasien diterima rumah sakit. Namun, dalam perjalanan, kondisinya memburuk dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di IGD.

Dinkes Janji Evaluasi dan Reformasi Layanan Rujukan

Dalam keterangan resminya, Dinas Kesehatan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Dinkes juga menjelaskan bahwa proses rujukan antar fasilitas kesehatan harus melalui koordinasi ketat, terutama memastikan ketersediaan tempat tidur dan tenaga medis di rumah sakit rujukan.

Junaedi menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan darurat, termasuk memperkuat koordinasi antar fasilitas dan meningkatkan respon cepat dalam situasi krisis.

“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan kesehatan. Kritik dan masukan dari masyarakat adalah bagian penting dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih baik,” tutupnya.

 

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 163 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru