Belum Sempat Diperiksa Dokter, Pria Dompu Malah Duluan Diperiksa Polisi, OB Diciduk di Puskesmas dengan Belati di Pinggang

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 5 April 2025 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Dompu– Bukan pasien, tapi malah jadi “tamu spesial” Seorang pria berinisial RM alias OB (28), warga Dusun Ompu Mbeka, Desa Marada, Kecamatan Hu’u Kabupaten Dompu, ditangkap aparat Polsek Hu’u di halaman Puskesmas Rasabou, Jumat 4 April 2025, sekitar pukul 19.00 WITA. Bukan karena sakit, tapi karena diduga jadi “dokter spesialis perusak fasilitas” milik PT Sumbawa Timur Mining (STM).

RM alias OB diduga kuat terlibat dalam aksi perusakan yang terjadi pada 1 November 2024, sebagaimana dilaporkan dalam LP/B/247/XI/2024/NTB/SPKT/Polres Dompu. Berdasarkan informasi masyarakat, polisi langsung menyergap lokasi dan menemukan sang terduga pelaku nongkrong santai di halaman puskesmas. Ya, mungkin dia pikir Puskesmas tempat aman. Sayangnya, intel lebih cepat daripada obat.

Baca Juga :  Tak Mau Warganya Mandi Pakai Embun, Bupati Dompu Tancap Gas Bangun SPAM di Pekat

Saat digeledah, bukan surat rujukan yang ditemukan di pinggang RM, melainkan sebilah belati. Belati itu langsung diamankan oleh aparat sebagai barang bukti. Belum jelas apakah belati itu buat jaga diri, potong buah, atau justru properti utama dalam aksi perusakan.

“Pelaku kita amankan tanpa perlawanan. Dia tenang sekali, mungkin mengira sedang antre obat,” ujar IPDA Samsul Rizal, Kapolsek Hu’u, setengah heran setengah lega. Sabtu 5 April 2025.

Tak butuh lama, pukul 19.15 WITA, RM langsung diantar menuju Mapolres Dompu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi ingin tahu, apakah RM hanya aktor tunggal, atau ada “sutradara” lain di balik layar.

Baca Juga :  Sekda Lombok Tengah Klaim MotoGP Mandalika 2025 Jadi yang Tersukses Sepanjang Gelaran

Pasca penangkapan, situasi di Desa Marada masih adem ayem. Namun, aparat tetap siaga penuh. Maklum, siapa tahu ada drama episode lanjutan.

“Kami terus lakukan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat, supaya warga nggak ikut-ikutan jadi ‘pemeran tambahan’ dalam kasus ini,” tambah Kapolsek, santai tapi serius.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.

“Jangan gampang percaya info yang belum tentu benar, apalagi yang beredar dari grup WhatsApp keluarga,” tegas Kapolsek.

Berita Terkait

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare
Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece
Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun
Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi
Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026
Satpol PP NTB ‘Berubah Haluan’ di HUT ke-76, Dari Penertiban ke Bazar Pangan Murah
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Selasa, 28 April 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun

Berita Terbaru