SUMBAWAPOST.com, Bima – Safari Ramadan Kabupaten Bima kali ini terasa lebih panas. Di hadapan ratusan jamaah Masjid Safinatunnajah. Bupati Bima Ady Mahyudi melontarkan pernyataan menohok yang mengguncang suasana.
“Ramadan adalah momen suci, bukan untuk perpecahan. Sudahi pertikaian politik Pilkada, saatnya bersatu dalam Islamiyah,” tegas Bupati dengan suara bergetar, mengajak warga Desa Sangiang untuk melupakan rivalitas politik dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, kemarin.
Namun, yang paling mengejutkan adalah pesan keras kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN). Bupati memastikan era “mahar jabatan” sudah berakhir.
“Jangan coba-coba. Tidak ada lagi jual beli jabatan di Bima. Kami akan tempatkan pejabat berdasarkan kompetensi, bukan transaksional,” serunya, membuat suasana semakin tegang.
Bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy dan jajaran DPRD Dapil Wera-Ambalawi, Bupati juga meminta doa restu agar bisa menuntaskan amanah kepemimpinan dengan baik.
Tak hanya itu, Safari Ramadan kali ini juga diisi dengan tausiyah menyentuh dari Ustadz Sudirman, S.Pdi, yang mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan. “Siapa yang bersungguh-sungguh dalam ibadah, dosa-dosanya akan dihapus,” ujarnya.










