Sekda NTB HL Gita Sampaikan Reforma Agraria Sumber Kesejahteraan Masyarakat

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 22 November 2024 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi NTB tahun 2024, bertempat di Aula Kantor BPN NTB, Mataram (22/11/2024). Turut hadir, Kepala Kantor Wilayah BPN NTB Lutfi Zakaria, S.I.P., M.H., Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Perwakilan OPD, dan stakeholder tamu undangan terkait lainnya.

Dalam arahannya, Miq Gite sapaan akrabnya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas apa yang telah dilakukan selama tahun 2024 dalam mengatasi permasalahan tanah di masyarakat.

“Mari kita terus bekerja lebih keras lagi, karena masyarakat terus menunggu hasil kinerja kita. Para pihak yang berkepentingan, investor dan lain sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga :  HMI Cabang Bima Ultimatum Pemkot, 3 Tuntutan Keras Demi Nasib Rakyat

Disebutkannya, reforma agraria itu bagaimana penataan kembali struktur penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan akses untuk kemakmuran rakyat. Tujuannya untuk mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah dalam rangka menciptakan keadilan, menangani sengketa dan konflik agraria, menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang berbasis agraria melalui pengaturan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dan lainnya.

Tak lupa pula, Sekda Miq Gite mengajak semua stakeholder terkait untuk meningkatkan kolaborasi yang utuh serta melakukan langkah-langkah inovatif sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Koalisi Rakyat NTB Sodorkan 7 ‘Resep Obat Kuat’ untuk Polisi, DPRD dan Gubernur Agar Demokrasi Tak Impoten

Ditambahkannya, pria berkaca mata kelahiran Puyung Lombok Tengah itu, GTRA kabupaten/kota se-NTB yang sudah terbentuk maupun belum terbentuk itu melibatkan balai mediasi yang dimiliki Pemprov NTB sebagai jembatan untuk meredam dalam menyelesaikan berbagai persoalan agraria di tengah-tengah masyarakat.

“Adapun hasil pelaksanaan GTRA NTB tahun 2024, diantaranya penataan aset dan optimalisasi sumber TORA, penyelesaian berbagai konflik agraria dan penataan akses dengan pembentukan kampung reforma agraria,”tutupnya.

 

Berita Terkait

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare
Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece
Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun
Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi
Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026
Satpol PP NTB ‘Berubah Haluan’ di HUT ke-76, Dari Penertiban ke Bazar Pangan Murah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Selasa, 28 April 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun

Berita Terbaru