SUMBAWAPOST.com, Mataram – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan pelatihan kepada fasilitator Pelopor Desa Demokrasi (PDD) kemarin di Lombok Barat. Fasilitator dilakukan training of trainer (tot) oleh para narasumber kepada seluruh fasilitator dalam mempersiapkan pelaksanaan Pelopor Desa Demokrasi di 15 Desa yang ada di NTB
Ketua KPU Provinsi NTB Muhammad Khuwailid mengatakan, Pelopor desa demokrasi ini bukan soal sosialisasi tapi ini pendidikan kepada pemilih di Desa-desa. Ini program yang sangat bagus dan strategis, program ini harus sustainable karena penyadaran pemilih butuh Waktu yang pajang, ujar Khuwailid
“Program ini bukan main-main, saya berharap Program ini harus sinkron dengan pemerintah daerah di Tahun mendatang”, tegasnya
“Dirinya tidak memandang peserta yang hadir saat ini sebagai Anggota KPU ataupun PPK, namun semua di traning sebagai fasilitator. Tentu seluruh fasilitator harus di charge dulu tentang kepemiluannya”, sambung Khuwailid
Sementara itu Ketua Divisi Sosialisasi dan Parmas Agus Hilman meminta agar Seluruh KPU Kabupaten/Kota serius mengikuti training ini, “dengan tujuan Proses pembekalan Seluruh kader Pelopor Desa Demokrasi dapat berjalan baik dan efektif,”terangnya.
Pada pelatihan ini peserta diajarkan oleh narasumber tentang urgensi Fasilitator dalam Menumbuhkembangkan Jiwa Kepeloporan.
Narasumber dari PuSDeK UIN Mataram Agus menyampaikan pelatihan dasar kepada seluruh fasilitator. Ia meminta agar seluruh fasilitator menyusun strategi membangun partisipasi Desa sebagai pelopor partisipasi masyarakat.
“Berharap fasilitator memahami kompleksitas faktor yang mempengaruhi partisipasi,”ungkapnya.
Selain Agus, Narasumber lainnya adalah Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Hamdi. Dirinya menyampaikan materi tentang tatacara Penyampaian materi dengan target Afeksi, Kognisi dan Psikomotorik
Fasilitator diajarkan metode pembelajaran baik melalui metode studi kasus, Demonstrasi, Discovery, Diskusi kelompok dan bermain peran.
Terakhir Sekretaris KPU Provinsi NTB Mars Ansori Wijata meminta kepada seluruh KPU Kabupaten/Kota se NTB untuk menseriusi program ini.
“Hal ini penting agar partisipasi masyarakat dapat meningkat dan pasca Pilkada, di Tahun 2025 ini akan menjadi program unggulan KPU NTB untuk mencerdaskan Pemilih mulai dari tingkat Desa,”tegasnya.










