TPID Kalsel Belajar Pengendalian Inflasi di Pemprov NTB

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 21 Juni 2024 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rombongan TPID Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel) berkunjung ke Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk belajar pengendalian Inflasi dan kemandirian Pondok Pesantren di Lombok. 

SUMBAWAPost, Mataram – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Selatan mendatangi Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada hari Jum’at 21 Juni 2024.

Kehadiran rombongan TPID tersebut untuk belajar atas keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB dalam pengendalian Inflasi.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Provinsi NTB, Wirajaya Kusuma mengatakan kunjungan ini bentuk keseriusan Pemprov Kalsel dalam pengendalian inflasi.

“Secara umum pengendalian inflasi dilakukan dengan pengawasan stok, harga, distribusi dan koordinasi”, ujarnya.

Namun demikian, keberhasilan NTB dalam pengendalian inflasi hingga mendapatkan penghargaan berturut-turut, selain kerja keras juga jurus jitu dalam pengambilan kebijakan. Saat ini angka inflasi NTB sebesar 2,77 persen di bawah nasional sebesar 2,84 persen.

Baca Juga :  Tak Perlu Lagi Antre di Samsat, Kini Warga NTB Bisa Bayar Pajak Kendaraan Lewat Koperasi Desa

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Baiq Nelly Yuniarti, salah satu kebijakan inflasi misalnya Pergub yang melarang ekspor gabah keluar daerah merupakan cara untuk mengamankan ketersediaan domestik.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Najamuddin Amy menjelaskan pula tentang informasi inflasi yang memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi penilaian pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi yaitu melalui pemberitaan kegiatan TPID.

Ketua Rombongan TPID Kalsel Sri Widanarni yang juga Asisten Bidang Perekonomian Setprov Kalsel menguraikan selain kunjungan yang melibatkan pelaku industri, TPID Kalsel melakukan bisnis pula ke Bima untuk komoditas Bawang Merah dan Sapi.

Baca Juga :  Kapolda NTB Kasih Apresiasi: Polisi Tahan Batu dan Polisi Tahan Smash Sama-Sama Dapat Penghargaan

“Kami juga belajar kemandirian pondok pesantren dalam menghasilkan produk pertanian dan peternakan pada salah satu Ponpes di Lombok”, jelasnya.

Adapun Kepala Perwakilan Kalsel BI Ardian Pangestu, Kalteng merupakan provinsi terluas, memiliki tantangan wilayah dan topografi tanah gambut yang menyebabkan beberapa komoditas tidak terpenuhi seperti Bawang Merah dan Sapi Potong.

Untuk itu, pihaknya siap memfasilitasi para pelaku usaha dalam melakukan transaksi dagang untuk komoditas kebutuhan Kalsel maupun NTB. Hal senada diungkapkan Kepala Perwakilan NTB BI Ahmad Fauzi yang menguraikan peran BI sebagai mitra kerja dengan menyediakan ruang seluas-luasnya, untuk pertumbuhan ekonomi daerah, demi menjaga stabilitas perekonomian daerah.

Berita Terkait

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Berita Terbaru