96 Mahasiswa UGM Bongkar 16 Persoalan Lombok Tengah, dari Mandalika hingga Bendungan Batujai

Avatar

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

96 Mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ) UGM Melakukan Penelitian Lapangan di Kabupaten Lombok Tengah Melalui 16 Tema Riset Berbasis Data Spasial.

96 Mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ) UGM Melakukan Penelitian Lapangan di Kabupaten Lombok Tengah Melalui 16 Tema Riset Berbasis Data Spasial.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Tengah- Sebanyak 96 mahasiswa Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh (KPJ), Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2023 memetakan berbagai persoalan wilayah di Kabupaten Lombok Tengah melalui 16 tema Riset berbasis Data Spasial (informasi geografis yang menunjukkan posisi, bentuk, dan letak suatu objek di permukaan bumi)

Penelitian lapangan tersebut berlangsung selama sepekan, mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026, sebagai bagian dari Kuliah Kerja Lapangan (KKL) 3.

Beragam persoalan menjadi Objek Penelitian Mahasiswa, mulai dari Lingkungan Permukiman, Sedimentasi Bendungan, Kebencanaan, Pertanian, hingga Ekosistem Pesisir.

Kegiatan KKL 3 tersebut memadukan pendekatan kartografi, Sistem Informasi Geografis (SIG), penginderaan jauh, citra satelit, serta pengambilan data secara langsung di Lapangan.

Sebagian besar penelitian dipusatkan di Kecamatan Praya sebagai pusat pemerintahan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kecamatan Pujut.

Kedua Wilayah tersebut dinilai memiliki dinamika Pembangunan yang tinggi sehingga membutuhkan ketersediaan Data Spasial yang akurat sebagai salah satu bahan pendukung pengelolaan wilayah.

Di Kecamatan Praya, mahasiswa antara lain memetakan kualitas lingkungan permukiman dan kaitannya dengan penerima bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

Sementara di kawasan Mandalika, penelitian diarahkan untuk mengukur kenyamanan termal kawasan wisata serta mengkaji Kondisi Lingkungan Pesisir di tengah perkembangan Kawasan.

Sejumlah tim mengkaji sedimentasi Bendungan Batujai, memodelkan kerentanan kekeringan lahan pertanian di Kecamatan Pujut, serta melakukan pemetaan kerawanan longsor di lereng barat daya Gunung Rinjani.

Baca Juga :  Presiden Tegas Dukung NTB-NTT Tuan Rumah PON 2028, Tanpa Bangun Infrastruktur Baru

Ekosistem pesisir turut menjadi perhatian dalam rangkaian riset tersebut.

Mahasiswa mengkaji kesehatan Manggrove dan Stok Karbon di Teluk Gerupuk serta kondisi padang lamun di pesisir Mandalika.

Selain itu, kawasan Taman Wisata Alam Gunung Tunak diteliti dari aspek kesesuaian habitat burung gosong, hubungan parameter vegetasi dengan indeks Citra Satelit, hingga Estimasi stok Karbon.

Kajian lainnya mencakup Estimasi Produksi padi dan Jagung di Kecamatan Jonggat dan Pujut, kesesuaian lahan Sawah tadah hujan, serta Identifikasi lokasi Potensial Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Kabupaten Lombok Tengah.

Ketua KKL 3, Adam Amirul, mengatakan keberagaman tema Penelitian sengaja dirancang untuk menghasilkan gambaran Kondisi Lombok Tengah secara lebih menyeluruh.

“Begitu 16 penelitian ini dibaca sebagai satu kesatuan, gambaran yang muncul jauh lebih utuh dibanding kalau kami hanya mengangkat satu topik saja. Itu yang kami harap bisa membantu Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melihat persoalan secara menyeluruh, bukan sepotong-sepotong,” ujar Adam.

Wakil Ketua KKL 3, Darvpa Nusantara, mengatakan proses Pengumpulan Data di Lapangan menghadirkan tantangan berbeda bagi setiap tim.

Tantangan tersebut mulai dari medan yang sulit dijangkau hingga kondisi cuaca yang memengaruhi Proses Pengambilan Data.

Menurutnya, proses tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi Mahasiswa mengenai pentingnya menghasilkan Data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama apabila nantinya digunakan sebagai bahan pendukung pengambilan Keputusan.

Dalam pelaksanaan Penelitian, mahasiswa juga membangun kolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, terutama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan ITDC selaku pengelola KEK Mandalika.

Baca Juga :  PSOI NTB Jajaki Kerja Sama Pengembangan Surfing dan Sport Tourism di Sumbawa Barat

Tim KKL juga membuka Komunikasi dengan pihak lain yang berkaitan dengan Tema penelitian agar hasil Riset dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

PIC kolaborasi dengan ITDC KEK Mandalika, Syarif Abdurrahman, mengatakan Komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar hasil Penelitian tidak hanya berakhir sebagai laporan Akademik.

“Kami juga membuka Komunikasi dengan pemangku kepentingan lain yang terkait, supaya hasil Riset ini bisa dipakai lebih luas, bukan cuma jadi Laporan yang berhenti di satu meja,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Hubungan Masyarakat KKL 3, Farah Setyani, mengatakan seluruh tim saat ini memasuki tahap akhir penyusunan Laporan.

Ringkasan hasil Penelitian nantinya juga direncanakan dipublikasikan secara bertahap agar dapat diakses Masyarakat luas.

“Kami tidak ingin data ini berhenti di laporan kampus. Ringkasan hasil Penelitian akan kami Publikasikan bertahap (melalui akun instagram @kpjugm2023_red) supaya masyarakat umum juga bisa membacanya, tidak hanya kalangan akademisi,” ujar Farah.

Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menambah informasi mengenai kondisi Wilayah Lombok Tengah sekaligus menjadi salah satu bahan masukan bagi pemerintah Daerah dalam merumuskan kebijakan Pembangunan berbasis Data.

Meski demikian, seluruh temuan masih merupakan bagian dari proses pembelajaran Mahasiswa. Karena itu, hasil Penelitian disarankan untuk ditinjau dan dikaji lebih lanjut sebelum digunakan sebagai referensi utama maupun baseline dalam penyusunan Kebijakan atau Penelitian lanjutan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB