Dukungan untuk H. Baihaqi kian menguat dari kalangan Organisasi Kepemudaan. Srikandi Pemuda Pancasila NTB menyatakan Baihaqi telah bekerja maksimal bagi Pemuda NTB dan menilai rekam jejaknya layak untuk memimpin Asprov PSSI NTB. Pernyataan ini sekaligus menepis kritik yang menyebut kepemimpinan Baihaqi di KNPI NTB kurang berdampak, menegaskan bahwa figur ini siap mendorong kemajuan Olahraga, khususnya sepak Bola, di Daerah Bumi Gora.
SUMBAWAPOST.com| Mataram- Dinamika kepemudaan di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus bergerak dan menyita perhatian publik. Setelah sejumlah pihak melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Ketua KNPI NTB, Baihaqi, kini dukungan dan pembelaan datang dari Srikandi Pemuda Pancasila NTB, melalui Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Yuni Eka Fitri, atau yang akrab disapa Eca.
Dalam pernyataannya, Eca menilai bahwa narasi soal ketidakaktifan maupun minimnya kontribusi Baihaqi terhadap organisasi kepemudaan adalah sesuatu yang tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa Ketua KNPI NTB tersebut telah bekerja secara maksimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pemuda di daerah ini.
“Karena H. Baiq Haqi sudah maksimal bekerja dan kontribusi buat Pemuda NTB. Beliau sudah bekerja kok, dan tidak benar kalau beliau (Ketua KNPI NTB Baihaqi) tidak bekerja dan berbuat untuk organisasi dan kepemudaan,” ungkapnya. Jum’at (28/11/2025).
Meskipun Eca tidak merinci secara detail agenda atau program spesifik yang telah dijalankan selama kepengurusan Baihaqi, ia memastikan bahwa berbagai kegiatan itu ada, berlangsung, dan berkontribusi positif terhadap gerakan kepemudaan. Ia menegaskan bahwa upaya Baihaqi tidak selalu harus tampil di permukaan, tetapi dampaknya dirasakan oleh banyak pihak di lapangan.
Pernyataan Eca ini menarik untuk dibaca dalam konteks yang lebih luas. Dalam kajian organisasi dan kepemimpinan pemuda, dukungan internal dari elemen strategis seperti Srikandi Pemuda Pancasila NTB memperlihatkan adanya legitimasi sosial terhadap kinerja seorang pemimpin organisasi. Legitimasi ini tidak hanya penting dalam menjaga stabilitas organisasi, tetapi juga dalam membangun kepercayaan publik terhadap kinerja yang dilakukan.
Lebih jauh, Eca tidak hanya memberikan pembelaan, tetapi juga mendorong publik untuk melihat rekam jejak Baihaqi secara lebih objektif dan proporsional. Menurutnya, kritik boleh saja disampaikan, tetapi harus dibarengi dengan apresiasi terhadap kerja-kerja nyata yang telah dilakukan.
Tidak berhenti di isu kepemudaan, Eca juga menyampaikan sikap tegas organisasi dalam mendukung Baihaqi pada kontestasi pemilihan Ketua Asprov PSSI NTB. Dukungan ini tidak datang tanpa alasan. Bagi Srikandi Pemuda Pancasila NTB, dunia sepak bola membutuhkan sosok pemimpin muda, energik, dan memiliki jaringan luas untuk mempercepat kemajuan olahraga di NTB.
“Kami dari Srikandi Pemuda Pancasila NTB dukung penuh H. Baiq Haqi maju jadi Ketua Asprov PSSI NTB. Harus kita dukung, dan dorong pemuda yang memiliki talenta untuk bangun olahraga sepak bola di NTB lebih baik lagi ke depannya,” tegas Eca.
Dukungan tersebut sekaligus mencerminkan bagaimana organisasi kepemudaan seperti Pemuda Pancasila melihat pentingnya regenerasi, profesionalisme, dan inovasi dalam pengembangan sepak bola daerah. Secara ilmiah, hal ini selaras dengan konsep youth leadership in sport development, yang menempatkan pemimpin muda sebagai aktor strategis dalam mendorong tata kelola olahraga yang adaptif dan modern.
Dalam konteks kebijakan publik, kehadiran figur muda seperti Baihaqi di Asprov PSSI NTB berpotensi membuka ruang reformasi di tubuh organisasi sepak bola. Reformasi ini dapat berupa peningkatan kualitas pembinaan usia dini, penguatan tata kelola kompetisi daerah, hingga perluasan jejaring dengan pelatih, akademi, dan klub sepak bola nasional.
Melalui dukungan eksplisit Srikandi Pemuda Pancasila NTB, dapat disimpulkan bahwa dinamika kepemimpinan pemuda di NTB tidak hanya bergerak pada ruang kritik, tetapi juga pada ruang apresiasi dan validasi atas kinerja seorang pemimpin organisasi. Di tengah riuh rendah wacana publik, suara pembelaan seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan narasi.
Pada akhirnya, pernyataan Eca menegaskan bahwa peran pemuda NTB harus terus diperkuat melalui kolaborasi, pengakuan, dan dukungan lintas organisasi. Dan bagi Srikandi Pemuda Pancasila NTB, Baihaqi adalah bagian dari energi perubahan itu.









