SUMBAWAPOST.com| Dompu- Komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat penyediaan air dan meningkatkan produktivitas pertanian kembali diperkuat melalui kunjungan lapangan Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Muhammad Riadi. Selama tiga hari, 14-16 November 2025, Plt. Kadistanbun Muhammad Riadi turun langsung ke Kabupaten Dompu untuk kedua kalinya guna memastikan konstruksi Program OPLAH Non Rawa Tahun 2025 berjalan sesuai target. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi Fungsional PSP yang juga bertindak sebagai PPK program.
Fokus pengecekan berada pada hasil pekerjaan jaringan irigasi tersier yang berfungsi menyambung jaringan lama agar aliran air dapat menjangkau petak-petak sawah yang selama ini tidak tersuplai akibat ketiadaan irigasi permanen.
Salah satu titik krusial yang ditinjau adalah sumber air utama. Plt. Kadistanbun Muhammad Riadi menelusuri aliran air hingga 700 meter dari jaringan irigasi menuju hulunya. Dari hasil pemantauan, debit air pada bangunan DAM dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan lahan yang akan dialiri jaringan OPLAH. Aliran juga terpantau lancar dan sesuai standar teknis kemiringan, mulai dari hulu hingga hilir.
Ketua Gapoktan Mumbu, Desa Mumbu, Kecamatan Woja, menjelaskan bahwa proses pembangunan jaringan irigasi turut melibatkan anggota kelompok tani, terutama dalam distribusi material ke lokasi. Sementara pengerjaan konstruksi dilakukan tenaga terampil demi menjaga kualitas. Ia pun menyimpan harapan besar terhadap keberlanjutan program.
“Semoga ke depan petani bisa menanam padi dua hingga tiga kali setahun. Selama ini kami hanya sekali tanam karena mengandalkan hujan. Tahun ini baru 7-8 kelompok yang ter-cover, sementara gapoktan kami memiliki 36 kelompok. Kami berharap kelompok yang belum tersentuh bisa diprioritaskan pusat pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Dari pihak konsultan pengawas dijelaskan bahwa pekerjaan tahap pertama, yang meliputi rehabilitasi embung/cek dam dan pembangunan saluran irigasi, telah rampung 100 persen. Tantangan terbesar selama pengerjaan adalah faktor cuaca dan jauhnya lokasi dari titik pendropan material, yang membutuhkan tenaga tambahan. Meski begitu, lokasi pembangunan dinyatakan aman karena tidak berada di wilayah rawan banjir.
Selain memantau progres OPLAH, Plt. Kadistanbun NTB Muhammad Riadi juga melakukan monitoring pemanfaatan bantuan alat mesin pertanian berupa combine harvester dari Pemerintah Pusat. Unit ini dikelola Ishoku Brigade Provinsi dan digunakan oleh Kelompok Tani Foo Kanggudu II di Desa Wawonduru, Kecamatan Woja.
Ketua kelompok, Muhammad, menyampaikan bahwa alat tersebut sudah menggarap sekitar 2 hektare sejak diterima dan mampu beroperasi 8-12 jam per hari dengan memperhatikan waktu istirahat operator dan perawatan mesin. Hingga kini tidak ditemukan kendala teknis, bahkan penggunaan bahan bakarnya dinilai jauh lebih irit dibandingkan merek lain yang pernah mereka gunakan.
Di sela peninjauan, Plt. Kadistanbun Muhammad Riadi turut menjajal langsung performa combine harvester di lahan berkontur terasering. Hasil uji menunjukkan performa mesin yang kuat, hasil panen yang bersih, serta operasional yang stabil tanpa hambatan berarti.
Kegiatan monitoring ini menegaskan komitmen Pemprov NTB dalam memastikan efektivitas pembangunan infrastruktur pertanian sekaligus mendorong peningkatan produksi pangan. Program OPLAH Non Rawa di Dompu diharapkan menjadi model percepatan pembangunan irigasi yang berbasis kebutuhan petani dan kondisi faktual di lapangan.









