Peringati Hari Peduli Nasional, Menteri LH dan Menteri Desa PDT Turun ke Lombok Utara, Bicara Soal Sampah dan Dana Desa

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 16 Februari 2025 - 12:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Utara – Dalam Rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada tanggal 21 February 2025, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI) yang diwakili oleh Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati, SH.,MSD.,dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (PDT RI) yang diwakili oleh Direktur Jendral Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Drs. Samsul Widodo, turun melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat (NTB) di Pelabuhan Telok Nare, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang. Sabtu, (15/02/2025).

Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, terima kunjungan tersebut, menyampaikan selamat datang di Kabupaten Lombok Utara. “Ini menjadi momentum dalam memotivasi bagaimana kami mengelola sampah di Daerah Lombok Utara,”ungkapnya H Djohan Sjamsu.

Lebih lanjut, kita tau sampah merupakan isu global yang tidak hanya mempengaruhi lingkungan, akan tetapi sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Oleh karna itu, melalui aksi Desa bebas sampah, dan Hari Peduli Sampah Nasional, kami ingin menunjukan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan hidup dan meningkatkan kelestarian lingkungan dengan mengelola sampah yang berkelanjutan.

“Peran Desa sangatlah penting dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sehingga kami terus berupaya mendorong dan mendukung program-program yang dapat memperdayakan masyarakat Desa seperti, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi”, ucap Bupati.

Sebagai daerah yang potensi wisata alamnya, kami bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan, kelestarian alam, dan kami ingin menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup RI, Rosa Vivien Ratnawati, SH.,juga menjelaskan bahwa sampah di Indonesia mencapai 56,3 Juta Ton pertahun. Sehingga sangat penting perlunya kerjasama untuk mengajarkan kepada anak-anak sejak usia dini, dalam memilah sampah organik dan non-organik.

“Dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional pada tanggal 21 February, diadakanlah kolaborasi dari Kementerian Lingkungan hidup, Kementerian Percepatan pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara. Ada delapan Desa di Indonesia yang mengadakan aksi Desa Bebas Sampah pada hari ini melalui zoom meeting”, ucap Sekretaris.

Baca Juga :  DPRD NTB Sahkan APBD-P 2025 Rp6,489 Triliun, Surplus Rp264 Miliar Jadi ‘Bintang Utama’

Direktur Jendral Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Drs. Samsul Widodo, M.A., juga menyampaikan bahwa dana Desa sejak tahun 2015 hingga 2025 dengan total 600 Triliun dan setiap tahun terkumpul 71 Triliun untuk 75.265 Desa.

Dana Desa wajib digunakan untuk Ketahanan pangan minimal 20%, dan maksimal untuk BLT 15%, sedangkan untuk operasional Desa sebanyak 3%, dan sisanya untuk Desa wisata dan Desa bebas sampah.

“Saya berharap agar semua stek holder mendorong terbentuknya Desa Wisata yang bebas sampah, sehingga adanya koordinasi internal di Kabupaten-Kabupaten bisa terbangun sehingga tersebar di seluruh Desa agar menjadi Desa Wisata yang bebas sampah”, Ucap Dirjen.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru