SUMBAWAPOST.com, Lombok Utara – Dalam Rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada tanggal 21 February 2025, Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI) yang diwakili oleh Sekretaris Menteri Lingkungan Hidup, Rosa Vivien Ratnawati, SH.,MSD.,dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (PDT RI) yang diwakili oleh Direktur Jendral Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Drs. Samsul Widodo, turun melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Lombok Utara Nusa Tenggara Barat (NTB) di Pelabuhan Telok Nare, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang. Sabtu, (15/02/2025).
Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH, terima kunjungan tersebut, menyampaikan selamat datang di Kabupaten Lombok Utara. “Ini menjadi momentum dalam memotivasi bagaimana kami mengelola sampah di Daerah Lombok Utara,”ungkapnya H Djohan Sjamsu.
Lebih lanjut, kita tau sampah merupakan isu global yang tidak hanya mempengaruhi lingkungan, akan tetapi sangat berpengaruh terhadap kesehatan. Oleh karna itu, melalui aksi Desa bebas sampah, dan Hari Peduli Sampah Nasional, kami ingin menunjukan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan hidup dan meningkatkan kelestarian lingkungan dengan mengelola sampah yang berkelanjutan.
“Peran Desa sangatlah penting dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, sehingga kami terus berupaya mendorong dan mendukung program-program yang dapat memperdayakan masyarakat Desa seperti, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomi”, ucap Bupati.
Sebagai daerah yang potensi wisata alamnya, kami bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan, kelestarian alam, dan kami ingin menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup RI, Rosa Vivien Ratnawati, SH.,juga menjelaskan bahwa sampah di Indonesia mencapai 56,3 Juta Ton pertahun. Sehingga sangat penting perlunya kerjasama untuk mengajarkan kepada anak-anak sejak usia dini, dalam memilah sampah organik dan non-organik.
“Dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional pada tanggal 21 February, diadakanlah kolaborasi dari Kementerian Lingkungan hidup, Kementerian Percepatan pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Provinsi NTB, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara. Ada delapan Desa di Indonesia yang mengadakan aksi Desa Bebas Sampah pada hari ini melalui zoom meeting”, ucap Sekretaris.
Direktur Jendral Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Drs. Samsul Widodo, M.A., juga menyampaikan bahwa dana Desa sejak tahun 2015 hingga 2025 dengan total 600 Triliun dan setiap tahun terkumpul 71 Triliun untuk 75.265 Desa.
Dana Desa wajib digunakan untuk Ketahanan pangan minimal 20%, dan maksimal untuk BLT 15%, sedangkan untuk operasional Desa sebanyak 3%, dan sisanya untuk Desa wisata dan Desa bebas sampah.
“Saya berharap agar semua stek holder mendorong terbentuknya Desa Wisata yang bebas sampah, sehingga adanya koordinasi internal di Kabupaten-Kabupaten bisa terbangun sehingga tersebar di seluruh Desa agar menjadi Desa Wisata yang bebas sampah”, Ucap Dirjen.










