NTB Mulai Ekspor Kemiri, Permintaan 60 Ton Perbulan Khusus Arab Saudi

Avatar

- Jurnalis

Senin, 13 Januari 2025 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Diawal Tahun 2025, Komoditas Kemiri Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya bisa masuk pasar ekspor melalui

PT. Mujnah Kemiri Lombok yang merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Bank Indonesia Provinsi NTB yang ada di Lombok Tengah. Ekspor pedana dilepas langsung Sekretaris Daerah NTB, HL Gita Ariadi, Kepala BI NTB Berry A Harahap, dan sejumlah pihak terkait pada Senin 13 Januari 2025 di Kantor BI NTB.

Pemerintah Provinsi NTB Melalui Sekda Miq Gita mengatakan, upaya yang dilakukan PT Mujnah dalam mengembangkan kemiri hingga merambah ekspor patut menjadi contoh UMKM lain dengan komoditas lainnya untuk memiliki nilai tambah yang besar bagi perekonomian daerah.

“Bu Mujnah adalah hero (pahlawan) agar UMKM lain bisa mulai bertransformasi menjadikan komoditas lain layak ekspor tidak saja kualitas, kuantitas tapi juga kontinuitas”, ujar Gita.

Dikatakannya pula kesuksesan Mujnah dan kawan-kawan melakukan ekspor tidak lepas dari intervensi KPw BI NTB yang mampu mendorong UMKM Kemiri dengan pelatihan, peralatan dan pasar sehingga mampu menembus ekspor.

Baca Juga :  Gaspol Menuju 2029! Ketua DPW PBB NTB Panaskan Mesin Partai, DPP Siap Turun Gunung

Sementara Mujnah, owner PT. Mujnah Kemiri Lombok mengaku bangga menjadi bagian dari pelaku usaha yang berkontribusi untuk perekonomian daerah melalui komoditas ini. Menurutnya, pengembangan komoditas kemiri tidak mudah karena harus melalui proses dan tantangan yang panjang.

Namun, kehadiran BI NTB melakukan pembinaan menjadi awal bangkitnya kemiri unggulan lombok. Mujnah yakin, dengan potensi yang besar dan kapasitas SDM yang dimiliki saat ini, pihaknya akan mampu memenuhi permintaan pasar ekspor mencapai 8 ton perminggu, bahkan lebih besar.

“Saat ini permintaan kemiri cukup tinggi dari berbagai negara. Buyer di Arab Saudi saja membutuhkan 60 ton perbulan. Belum lagi permintaan Jepang, Inggris dan New Zealand. Kami ingin pemda juga memastikan produksi hulunya bisa memenuhi kebutuhan ini,” katanya.

Baca Juga :  Calendar of Event Lombok Barat 2026 Diluncurkan, 32 Agenda Wisata Ditargetkan Genjot Ekonomi Daerah

Sementara, Kepala BI NTB, Berry A Harahap mengatakan, luas lahan kemiri mencapai 2254 hektar dengan produksi melimpah.

“Namun pengembangan kemiri masih dihadapkan dengan kendala budidaya dan pascaproduksi sehingga BI NTB berupaya memberikan intervensi lebih kepada UMKM Kemiri mulai dari peningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku usahanya,”ungkapnya.

Selain itu, sambung ia, mereka juga diberikan kesempatan studi banding ke sulawesi selatan, koordinasi dengan buyer memperkuat SDM petani dan pengusaha kemiri.

“Ada pula pendampingan legalitas usaha, bisnis matching dan pemenuhan sarana prasarana,”ungkapnya.

Selain di Lombok, BI juga akan berupaya memperkuat kapasitas pelaku UMKM Kemiri di Bima dengan harapan pelaku ekspor kemiri akan merata dari seluruh daerah di NTB.

“BI akan memperkuat kapasitas petani kemiri seperti di Bima. Selain Jeddah, Jepang juga minat dengan pengiriman 3 ton pada triwulan pertama mendatang”,jelasnya.

Berita Terkait

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare
Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece
Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun
Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi
Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026
Satpol PP NTB ‘Berubah Haluan’ di HUT ke-76, Dari Penertiban ke Bazar Pangan Murah
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Selasa, 28 April 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun

Berita Terbaru