NTB Kini Punya ‘Rumah Bersama’ Pembudidaya Lobster: Asosiasi Baru Diharapkan Stabilkan Harga dan Tingkatkan Kesejahteraan

Avatar

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Timur- Di Pusat Budidaya Lobster Terbesar Indonesia, Telong-Elong, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi NTB bersama UPT KKP Balai Budidaya Laut Lombok serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur menggelar pertemuan dengan hampir 100 perwakilan pembudidaya lobster se-NTB.

Pertemuan ini digelar untuk menanggapi fluktuasi harga lobster yang kerap terjadi, sekaligus merumuskan strategi bersama dalam menghadapi potensi permasalahan di sektor budidaya lobster.

Hasil penting dari forum ini adalah terbentuknya Asosiasi Pembudidaya Lobster NTB, yang akan difasilitasi menjadi wadah koperasi strategis pemerintah. Asosiasi ini diharapkan mampu menjadi mitra dalam merumuskan pembangunan dan pengembangan budidaya lobster berbasis co-management di NTB.

Baca Juga :  BBRMP NTB Matangkan Persiapan Kunjungan Menteri Pertanian di Sembalun, Soroti Sentra Bawang Putih

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, menegaskan, kehadiran asosiasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi pembudidaya. “Dengan asosiasi ini, para pembudidaya tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan terorganisir dalam satu wadah yang solid,” ujar Muslim. Senin (22/9).

Ke depan, model pengelolaan bersama atau co-management ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan usaha budidaya lobster di NTB, sekaligus memberikan kepastian dan kesejahteraan bagi para pembudidaya.

Baca Juga :  NTB Pelajari Rahasia BLK Legendaris Singosari: Strategi Tingkatkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Selain itu, pemerintah berkomitmen memfasilitasi asosiasi untuk segera bertemu dengan calon offtaker yang berkelanjutan, menciptakan mekanisme harga yang lebih bersaing, adil, dan saling menguntungkan bagi semua pihak.

Dengan langkah ini, NTB tidak hanya memperkuat posisi pembudidaya, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sektor lobster yang profesional dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa
Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan
Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA
NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project
Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat
KPU NTB dan Bawaslu NTB Touring Monitoring Coktas di Lombok Utara, Pastikan Data Pemilih Akurat
TPA Kebon Kongok di NTB Berpotensi Hasilkan 9 Juta Ton Gas Metana per Tahun, Siap Jadi Sumber Energi Alternatif
Wakil Ketua DPRD Lalu Wirajaya Hadiri Penutupan MTQ XXXI NTB 2026, Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:05 WIB

Satgas Desa Berdaya Resmi Dibentuk, Pemprov NTB Siap Sikat Program Tak Tepat Sasaran hingga ke Desa

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:59 WIB

Sekda NTB Abul Chair Tegaskan Desa Berdaya Jadi Mesin Utama Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:45 WIB

Amerika Serikat Dalami Tambang Rakyat Lantung Sumbawa, Soroti Lingkungan dan Tata Kelola SDA

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:27 WIB

NTB Terapkan Metode Baru Percepat Penanganan Stunting, Desa Sakra Lombok Timur Jadi Pilot Project

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:19 WIB

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Berita Terbaru

Suasana diskusi antara Delegasi Konsulat Amerika Serikat dan Bupati serta perangkat daerah Kabupaten Sumbawa terkait tambang rakyat Lantung.

Pemerintahan

Tambang Rakyat Lantung Sumbawa Jadi Perhatian Amerika Serikat

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:19 WIB