Misteri Pulau Berlapis Emas di Indonesia, Kekayaannya Diincar Sejak Zaman Dulu

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 2 Maret 2025 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan sumber daya alam, termasuk emas. Salah satu wilayah yang menyimpan sejarah panjang tentang emas adalah Pulau Sumatera, yang bahkan dijuluki sebagai “Pulau Berlapis Emas.” Sejak zaman dahulu, Sumatera, khususnya wilayah Sumatera Barat dan Aceh, telah menjadi lokasi utama penambangan emas.

Seorang penjelajah asal Prancis, Agustin de Beaulieu, pernah mencatat bahwa tanah di Aceh mampu menghasilkan emas dalam bentuk gumpalan. Bahkan, sejarawan O.W. Wolters menyebutkan bahwa kekayaan emas di Sumatera sudah dikenal sejak abad ke-14. William Marsden dalam bukunya The History of Sumatera (1811) juga mengungkapkan bahwa masyarakat setempat telah lama melakukan aktivitas penambangan emas.

Baca Juga :  Bawaslu NTB Kini Memiliki Senjata SOB untuk Lawan Hoaks di Pilkada 2024

Meskipun penambangan emas di Sumatera masih berlangsung hingga saat ini, jumlahnya tidak lagi sebanyak dulu karena eksploitasi yang terus berlanjut. Namun, kekayaan emas di Indonesia tidak hanya terbatas di Sumatera. Di Kepulauan Lease, Maluku, terdapat Pulau Nusa Laut yang juga disebut sebagai “Pulau Emas.” Pulau ini memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial dan dikenal dengan keberadaan gereja-gereja tua serta benteng peninggalan VOC, Fort Beverwijk.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Lombok Utara, Dua Pengendara Tewas

Keberadaan emas di wilayah-wilayah ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan mineral yang luar biasa. Meski banyak yang telah dieksplorasi, masih ada misteri mengenai seberapa besar cadangan emas yang tersisa di bumi Nusantara.

Legenda tentang pulau berlapis emas ini terus menarik perhatian, baik dari peneliti maupun pencari harta karun. Apakah masih ada emas yang belum ditemukan di perut bumi Indonesia? Hanya waktu yang bisa menjawabnya!

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB