Kementan Genjot Produksi Beras Nasional, Poligonisasi Padi Gogo di Sukabumi Targetkan 320 Ribu Hektar

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Kementerian Pertanian bersama BPS melakukan pemetaan lahan melalui kegiatan poligonisasi padi gogo di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3/2026).

Tim Kementerian Pertanian bersama BPS melakukan pemetaan lahan melalui kegiatan poligonisasi padi gogo di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3/2026).

SUMBAWAPOST.com| Sukabumi- Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot produksi padi nasional melalui pengembangan padi gogo pada tahun 2026. Pemerintah menargetkan luas tanam padi gogo secara nasional mencapai 320 ribu hektar guna memperkuat produksi beras dan ketahanan pangan nasional.

Untuk mencapai target tersebut, Kementan menerjunkan tim yang berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta pemerintah daerah melakukan kegiatan poligonisasi lahan padi gogo di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan ini bertujuan memperoleh data luas lahan yang aktual dan akurat agar dapat dimasukkan ke dalam Kerangka Sampling Area (KSA) BPS dalam perhitungan produksi padi nasional.

“Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memiliki terobosan yang sangat brilian dalam meningkatkan produksi beras nasional. Yaitu mengoptimalkan potensi lahan padi gogo yang cukup signifikan. Luas lahan padi gogo yang ditanam secara rutin tiap tahun oleh petani perlu diperhitungkan dalam frame KSA secara proposional sehingga dapat mendongkrak produksi padi nasional. Untuk itu Bapak Menteri Pertanian memiliki kegiatan poligonisasi lahan padi gogo untuk mendapatkan akurasi luas lahannya,” demikian dikatakan Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati saat kegiatan poligonisasi padi gogo di Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan poligonisasi padi gogo di Kabupaten Sukabumi sebagai upaya Kementerian Pertanian meningkatkan produksi beras nasional.
Kementerian Pertanian terus menggenjot produksi beras nasional dengan menargetkan penanaman padi gogo seluas 320 ribu hektar pada 2026. Kabupaten Sukabumi dipilih sebagai lokasi percontohan poligonisasi lahan untuk memastikan akurasi data luas tanam dan potensi produksi.

Leli menegaskan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi lahan padi gogo yang cukup luas, sehingga dipilih sebagai lokasi percontohan kegiatan poligonisasi yang nantinya akan menjadi acuan penerapan secara nasional. Pada tahun 2026, Kabupaten Sukabumi mendapatkan target penanaman padi gogo seluas 17.558 hektar.

“Ini artinya, Kabupaten Sukabumi memiliki kontribusi 43,37 persen terhadap target Provinsi Jawa Barat yang sebesar 40.478 hektar. Ini merupakan potensi untuk menambah produksi padi nasional khususnya di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Baca Juga :  Tragis! Balita Tewas Tertembak Kakak Kandung di Ladang Jagung Dompu

Lebih lanjut Leli menyebutkan realisasi tanam padi gogo tahun 2025 di Kabupaten Sukabumi tercatat 23.231,6 hektar. Penanaman padi gogo tersebut dilakukan mulai bulan September hingga Desember 2025 dengan umur tanaman sekitar 3 hingga 4 bulan.
Dengan demikian, luas panen padi gogo akan tercatat pada periode Januari hingga April 2026. “Oleh karena itu jika realisasi luas tanam padi gogo tersebut masuk ke dalam perhitungan luas panen KSA maka produksi padi di Kabupaten Sukabumi juga akan meningkat,” terangnya.

“Dengan rata-rata produktivitas padi gogo sekitar 2 ton per hektar saja, maka produksi padi gogo Kabupaten Sukabumi dapat mencapai 46 ribu ton di tahun 2026. Tentunya ini akan memberikan potensi kontribusi kenaikan produksi padi di Kabupaten Sukabumi. Begitu pula di Jawa Barat dan nasional,” sambung Leli.

Leli berharap ke depan kegiatan poligonisasi ini dapat dioverlay dengan frame KSA yang digunakan BPS dalam menghitung produksi padi. Dengan demikian, lokasi lahan padi gogo yang masuk dalam frame KSA akan menambah sampel lahan, baik di Sukabumi maupun secara nasional.

“Dengan begitu, luas tanam yang tercatat dalam meningkatkan luas panen tercatat oleh KSA BPS. Artinya, luas panen di Sukabumi dan juga daerah lainnya akan lebih tinggi dibanding sebelumnya lahan padi gogo yang luasanya belum tercatat dalam KSA,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Nandang Sudrajat mengatakan poligonisasi padi gogo merupakan langkah strategis untuk memasukkan produksi padi gogo ke dalam sampling KSA BPS. Dengan demikian, luas lahan, panen hingga produksi padi gogo dapat tercatat dalam perhitungan produksi beras nasional.

Baca Juga :  Polisi Temukan Dugaan Korupsi Dana Hibah KPU Bima, Anggaran Rp27,4 Miliar Diselidiki

“Kabupaten Sukabumi ini merupakan daerah yang memiliki potensi lahan padi gogo yang sangat luas, potensinya ada sekitar 37 ribu hektar. Hal ini yang menjadikan Kabupaten Sukabumi sebagai percontohan kegiatan poligonisasi ini untuk diterapkan ke semua daerah di Indonesia,” tuturnya.

“Harapannya potensi lahan padi gogo ini dapat digarap dengan optimal oleh daerah dan Kementerian Pertanian tentunya akan mendukung dan memfasilitisi penuh. Misalnya bibit, pupuk, alat mesin pertanian dan juga harganya agar memberikan keuntungan bagi petani,” tambah Nandang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Hidup Baru Desa Bojong Jengkol, Jampang Tengah, Sukabumi, Ujang Sofyan Syarif, mengaku menyambut baik program penanaman padi gogo yang menjadi prioritas Kementerian Pertanian.

Menurutnya, selama ini penanaman padi gogo masih bersifat musiman, yakni sekali dalam setahun dengan produksi sekitar 3 hingga 4 ton per hektar.

“Oleh karena itu dengan hadirnya program ini dapat memberikan semangat bagi petani untuk konsisten menanamnya setiap tahun bahkan kami yakin bisa tanam dua kali setahun. Ini asalkan didukung oleh pemerintah dan memang hingga saat ini pemerintah terus memberikan bantuan benih dan pupuk juga pendampingan penyuluh yang sangat bagus,” ucapnya.

“Namun kami sangat berharap pemerintah dapat memberikan bantuan alat mesin pertanian karena pengolahan lahan saat ini sudah modern sehingga kami membutuhkan bantuan cultivator kecil. Ini sangat membantu petani untuk mengolah lahan yang konturnya berlereng,” tambah Ujang.

Diketahui, kegiatan poligonisasi padi gogo di Kabupaten Sukabumi dilaksanakan pada 11 hingga 13 Maret 2026 di 11 kecamatan, yakni Waluran, Cisolok, Kabandungan, Cikidang, Cidadap, Jampang Tengah, Simpenan, Jampangkulon, Warungkiara, Nyalindung dan Ciracap.

Kegiatan poligonisasi dilakukan menggunakan drone, aplikasi ArcGIS Field Map, serta pengisian kuesioner identifikasi padi gogo untuk memastikan keakuratan data luas lahan.

 

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru