SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat langkah percepatan Pembangunan Sektor Pariwisata melalui Kerjasama Strategis dengan Investor Global.
Komitmen Investasi senilai USD100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun akan difokuskan untuk pengembangan Kawasan Wisata berkelanjutan di Lombok Selatan, sekaligus meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran direksi Baraca Capital di Ruang Kerja Gubernur NTB, Mataram, Jumat (7/8/2026).
Kerja sama yang difinalisasi mencakup pembangunan Vila dan Resor berstandar Internasional di Lombok Selatan. Namun, investasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan juga terintegrasi dengan pengelolaan Sampah Modern dan peningkatan Kompetensi tenaga kerja Lokal di sektor Pariwisata serta Konstruksi.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pembangunan Pariwisata harus memberikan manfaat yang luas bagi Masyarakat dan Lingkungan.
“Pembangunan Pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada Investasi fisik. Pengembangan kawasan harus dibangun di atas lingkungan yang bersih dan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang memiliki daya saing Global,” tegas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Baraca Capital, Asos Harsin, menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Lombok Selatan.
“Investasi pariwisata bernilai tinggi hanya akan berkelanjutan jika dibangun bersamaan dengan kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Melalui kemitraan strategis dengan Pemprov NTB, kami tidak hanya menghadirkan Destinasi dan hunian berkualitas Dunia di Lombok Selatan, tetapi juga berinvestasi secara nyata pada sistem pengelolaan Sampah modern serta pengembangan kapasitas SDM lokal agar Masyarakat sekitar menjadi bagian utama dari pertumbuhan Ekonomi ini,” ujar CEO Baraca Capital, Asos Harsin.
Salah satu program utama dalam kolaborasi tersebut adalah pembangunan Sistem Pengelolaan Sampah modern di kawasan Lancing dan Tampah, Lombok Selatan.
Baraca Capital akan mendukung penyediaan underground dan semi-underground waste container system, yaitu sistem penampungan sampah bawah tanah dan semi bawah tanah yang dirancang menjaga kebersihan kawasan tanpa mengurangi estetika Destinasi Wisata.
Selain itu, perusahaan juga akan membantu penyediaan armada pengangkut sampah yang melibatkan tenaga kerja lokal dari Desa-desa sekitar serta bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di Bidang Lingkungan.
Asos Harsin menilai konsep pembangunan tersebut merupakan standar baru dalam industri pariwisata dunia.
“Kami percaya bahwa standar kemewahan baru dalam Industri Hospitality adalah keberlanjutan. Penerapan sistem pengelolaan sampah bawah tanah yang modern serta penguatan keahlian warga lokal adalah bentuk komitmen nyata kami untuk memastikan Lombok Selatan berkembang sebagai Destinasi eksklusif yang tetap Hijau, Bersih, dan Berorientasi pada Nilai-nilai ESG,” katanya.
Selain investasi pariwisata, kerja sama juga diarahkan pada penguatan Pendidikan Vokasi melalui penyesuaian Kurikulum SMK Pariwisata agar sesuai dengan standar industri Hospitality Internasional.
Menurut Gubernur Miq Iqbal, Pemprov NTB bersama Baraca Capital akan mengembangkan SMK percontohan khusus Hospitality di kawasan Mandalika guna mencetak tenaga kerja lokal yang siap bersaing di tingkat Global.
“Dia mau bantu kita untuk review kurikulum di SMK-SMK kita dan rencana untuk mengembangkan percontohan SMK khusus Hospitality. Saya mengusulkan di Kawasan Mandalika. Di dalam kawasan itu, yang sekolah di situlah anak-anak di sekitar. Jadi dia akan datangkan instrukturnya dari Europe. Dia akan bikin standarnya dulu supaya bisa dapat ESG score,” jelas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Pemprov NTB selanjutnya akan berkoordinasi dengan ITDC terkait rencana penyediaan lahan sekitar dua hektare di kawasan Mandalika serta mengupayakan dukungan fasilitas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
SMK percontohan tersebut dirancang memberikan akses pendidikan Vokasi tanpa biaya bagi Masyarakat sekitar kawasan Wisata sekaligus memperkuat aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pembangunan Pariwisata NTB.
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan seluruh tahapan Persiapan, Pemetaan Kelembagaan, dan Penyesuaian Kurikulum selesai pada akhir 2026 sehingga implementasi Program dapat dimulai pada tahun berikutnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










