Investasi Rp1,6 Triliun Masuk NTB, Gubernur Miq Iqbal Fokus Bangun Wisata Lombok Selatan

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menerima Audiensi Jajaran Baraca Capital di Ruang Kerja Gubernur NTB, Mataram, Membahas Komitmen Investasi Senilai USD100 Juta atau Sekitar Rp1,6 triliun Untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Lombok Selatan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menerima Audiensi Jajaran Baraca Capital di Ruang Kerja Gubernur NTB, Mataram, Membahas Komitmen Investasi Senilai USD100 Juta atau Sekitar Rp1,6 triliun Untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Lombok Selatan.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat langkah percepatan Pembangunan Sektor Pariwisata melalui Kerjasama Strategis dengan Investor Global.

Komitmen Investasi senilai USD100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun akan difokuskan untuk pengembangan Kawasan Wisata berkelanjutan di Lombok Selatan, sekaligus meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran direksi Baraca Capital di Ruang Kerja Gubernur NTB, Mataram, Jumat (7/8/2026).

Kerja sama yang difinalisasi mencakup pembangunan Vila dan Resor berstandar Internasional di Lombok Selatan. Namun, investasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan juga terintegrasi dengan pengelolaan Sampah Modern dan peningkatan Kompetensi tenaga kerja Lokal di sektor Pariwisata serta Konstruksi.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pembangunan Pariwisata harus memberikan manfaat yang luas bagi Masyarakat dan Lingkungan.

“Pembangunan Pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada Investasi fisik. Pengembangan kawasan harus dibangun di atas lingkungan yang bersih dan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang memiliki daya saing Global,” tegas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Baraca Capital, Asos Harsin, menegaskan pihaknya berkomitmen menghadirkan investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Lombok Selatan.

“Investasi pariwisata bernilai tinggi hanya akan berkelanjutan jika dibangun bersamaan dengan kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Melalui kemitraan strategis dengan Pemprov NTB, kami tidak hanya menghadirkan Destinasi dan hunian berkualitas Dunia di Lombok Selatan, tetapi juga berinvestasi secara nyata pada sistem pengelolaan Sampah modern serta pengembangan kapasitas SDM lokal agar Masyarakat sekitar menjadi bagian utama dari pertumbuhan Ekonomi ini,” ujar CEO Baraca Capital, Asos Harsin.

Baca Juga :  BPS: Nilai Tukar Petani Provinsi NTB Tahun 2024 Naik 1,46 Persen

Salah satu program utama dalam kolaborasi tersebut adalah pembangunan Sistem Pengelolaan Sampah modern di kawasan Lancing dan Tampah, Lombok Selatan.

Baraca Capital akan mendukung penyediaan underground dan semi-underground waste container system, yaitu sistem penampungan sampah bawah tanah dan semi bawah tanah yang dirancang menjaga kebersihan kawasan tanpa mengurangi estetika Destinasi Wisata.

Selain itu, perusahaan juga akan membantu penyediaan armada pengangkut sampah yang melibatkan tenaga kerja lokal dari Desa-desa sekitar serta bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di Bidang Lingkungan.

Asos Harsin menilai konsep pembangunan tersebut merupakan standar baru dalam industri pariwisata dunia.

“Kami percaya bahwa standar kemewahan baru dalam Industri Hospitality adalah keberlanjutan. Penerapan sistem pengelolaan sampah bawah tanah yang modern serta penguatan keahlian warga lokal adalah bentuk komitmen nyata kami untuk memastikan Lombok Selatan berkembang sebagai Destinasi eksklusif yang tetap Hijau, Bersih, dan Berorientasi pada Nilai-nilai ESG,” katanya.

Baca Juga :  Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk Rp19 Miliar Molor, DPRD NTB Desak PT AJP Diputus Kontrak dan Diblacklist

Selain investasi pariwisata, kerja sama juga diarahkan pada penguatan Pendidikan Vokasi melalui penyesuaian Kurikulum SMK Pariwisata agar sesuai dengan standar industri Hospitality Internasional.

Menurut Gubernur Miq Iqbal, Pemprov NTB bersama Baraca Capital akan mengembangkan SMK percontohan khusus Hospitality di kawasan Mandalika guna mencetak tenaga kerja lokal yang siap bersaing di tingkat Global.

“Dia mau bantu kita untuk review kurikulum di SMK-SMK kita dan rencana untuk mengembangkan percontohan SMK khusus Hospitality. Saya mengusulkan di Kawasan Mandalika. Di dalam kawasan itu, yang sekolah di situlah anak-anak di sekitar. Jadi dia akan datangkan instrukturnya dari Europe. Dia akan bikin standarnya dulu supaya bisa dapat ESG score,” jelas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.

Pemprov NTB selanjutnya akan berkoordinasi dengan ITDC terkait rencana penyediaan lahan sekitar dua hektare di kawasan Mandalika serta mengupayakan dukungan fasilitas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

SMK percontohan tersebut dirancang memberikan akses pendidikan Vokasi tanpa biaya bagi Masyarakat sekitar kawasan Wisata sekaligus memperkuat aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pembangunan Pariwisata NTB.

Pemerintah Provinsi NTB menargetkan seluruh tahapan Persiapan, Pemetaan Kelembagaan, dan Penyesuaian Kurikulum selesai pada akhir 2026 sehingga implementasi Program dapat dimulai pada tahun berikutnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan
Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu
Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani
Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika
Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan
Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Ratusan Perempuan Desa Ikut Diberdayakan
Gubernur NTB Keliling Sembalun Temui Warga, Bagikan Bendera Merah Putih Sambil Serap Aspirasi
267 Balita di Taliwang Masih Stunting, Sumbawa Barat Genjot Intervensi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Mandalika Tak Lagi Cuma Sirkuit, NTB Siapkan Etalase UMKM dan Budaya untuk Wisatawan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar NTB, Lebih dari Rp11 Triliun, Disusul Dompu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Kejati NTB Jawab Desakan Badko HMI soal Reklamasi Amahami: Masih Ditangani

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Ekspor Kemiri Lombok Tembus Jepang dan Arab Saudi, Kapasitas Produksi hingga Sertifikasi Jadi Tantangan

Berita Terbaru

Dr Ufran, Ketua Departemen Hukum Pidana FHISIP Unram, mengulas Fenomena Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika dan Pentingnya Menjaga Batas antara Pelaporan Masyarakat dengan Penghukuman Melalui Media Sosial (Medsos).

Hukum & Kriminal

Digital Vigilantism dalam Pemberantasan Narkotika

Sabtu, 8 Agu 2026 - 15:43 WIB