1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terlihat para orang tua mengikuti skrining ulang anak terindikasi stunting yang turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Kepala Dinas Kesehatan Hj. Erni Suryana saat meninjau pelaksanaan di Puskesmas Labuapi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan stunting melalui pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak di 20 puskesmas se-Kabupaten Lombok Barat.

Terlihat para orang tua mengikuti skrining ulang anak terindikasi stunting yang turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Kepala Dinas Kesehatan Hj. Erni Suryana saat meninjau pelaksanaan di Puskesmas Labuapi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan stunting melalui pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak di 20 puskesmas se-Kabupaten Lombok Barat.

SUMBAWAPOST.com | Lombok Barat- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus mengintensifkan upaya percepatan penanganan stunting. Sebanyak 1.860 anak yang terindikasi stunting kini menjalani skrining ulang secara menyeluruh di 20 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Lombok Barat.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan program tersebut, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat Hj. Erni Suryana turun langsung meninjau proses pemeriksaan di Puskesmas Labuapi, Sabtu (20/6/2026).

Skrining ulang dilakukan untuk memastikan keakuratan data sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat bagi setiap anak. Pemeriksaan ini melibatkan langsung Dokter Spesialis Anak (DSA) guna mendapatkan hasil yang lebih komprehensif dan akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati yang akrab disapa Ummi Nurul Adha (UNA) menegaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua.

Baca Juga :  Hore, Kota Mataram Dapat Tambahan ‘Senjata’ Lawan Sampah dari Gubernur NTB Miq Iqbal

“Skrining ini sengaja melibatkan orang tua, baik ibu maupun bapaknya, agar mereka benar-benar memahami apa itu Stunting serta dampak jangka panjangnya bagi masa depan anak. Untuk itu, mari kita berjuang bersama-sama,” ujar Wabup saat memantau jalannya pemeriksaan.

Menurutnya, pemahaman orang tua menjadi kunci penting dalam mencegah dan mengatasi stunting sejak dini. Karena itu, pemerintah daerah sengaja menghadirkan kedua orang tua dalam proses skrining agar mereka memperoleh edukasi langsung dari tenaga kesehatan.

Wabup Nurul Adha juga menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Bupati Lombok Barat terhadap program percepatan penanganan stunting yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Sebagai bentuk intervensi medis, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah menyalurkan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) berupa susu formula khusus kepada anak-anak yang membutuhkan. Namun demikian, ia menekankan bahwa bantuan tersebut harus dibarengi dengan komitmen keluarga dalam mendampingi proses pemulihan anak.

Baca Juga :  Ngaspal Demi Perut, Tapi Dihantam ODOL! Sopir Batur Sasak ‘Ngadu’ ke DPRD NTB

“Kami bersama Bupati bekerja sungguh-sungguh dalam penanganan stunting ini. Kami berikan susu PKMK, tetapi ini tidak akan selesai di sini tanpa adanya komitmen dari orang tua yang mau bersama-sama mengatasi Stunting,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wabup mengimbau seluruh orang tua untuk disiplin mengikuti arahan dokter maupun petugas kesehatan agar upaya penanganan stunting berjalan optimal.

Ia berharap melalui skrining ulang yang dilakukan secara masif ini, angka stunting di Lombok Barat dapat terus ditekan sehingga lahir generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas dalam mewujudkan Lombok Barat yang Maju, Mandiri, dan Berkeadilan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Era Kendaraan Listrik Dimulai di NTB, Sekda: Nanti Bukan Lagi Tanya Isi Bensin, Tapi Sudah Dicas Belum
NTB Bersiap Tinggalkan BBM? Sekda Abul Chair Ajak Warga Beralih ke Kendaraan Listrik
NTB Pamerkan Mobil Listrik di Kantor Gubernur, Sekda Abul Chair: Bukan Sekadar Tren Tapi Masa Depan Energi Bersih
Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG
Menyoal Roh Pemberdayaan dalam ‘Satu Miliar Satu Desa’ di Kabupaten Lombok Barat
Bupati Jarot Kejar Megaproyek Unggas Rp1,7 Triliun, Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional
IMM NTB Tolak Kenaikan Harga BBM, Desak Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan
Agam Rinjani dan Panji Petualang Ditolak Datang ke Rinjani, Tokoh Pemuda dan Ormas Lombok Timur Beberkan Alasannya
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:54 WIB

Era Kendaraan Listrik Dimulai di NTB, Sekda: Nanti Bukan Lagi Tanya Isi Bensin, Tapi Sudah Dicas Belum

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:06 WIB

NTB Bersiap Tinggalkan BBM? Sekda Abul Chair Ajak Warga Beralih ke Kendaraan Listrik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:33 WIB

1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:04 WIB

NTB Pamerkan Mobil Listrik di Kantor Gubernur, Sekda Abul Chair: Bukan Sekadar Tren Tapi Masa Depan Energi Bersih

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG

Berita Terbaru

Terlihat para orang tua mengikuti skrining ulang anak terindikasi stunting yang turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Kepala Dinas Kesehatan Hj. Erni Suryana saat meninjau pelaksanaan di Puskesmas Labuapi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan stunting melalui pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak di 20 puskesmas se-Kabupaten Lombok Barat.

Pemerintahan

1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:33 WIB