SUMBAWAPOST.com, Mataram-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Nusa Tenggara Barat (D-PUPR NTB) Sebut panjang jalan provinsi di NTB mencapai 1.484 km. Sementara sebanyak 31 ruas jalan masih berstatus belum mantap. Untuk memperbaiki 31 ruas jalan tersebut, total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Sementara 11,79 km di antaranya mengalami kerusakan berat akibat tanah longsor, banjir, dan faktor lainnya.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas PUPR NTB, Lies Nurkomalasari saat ditemui sejumlah wartawan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD NTB, Rabu (22/01/2025) kemarin.
Selain itu, Lies juga mengklaim untuk saat ini, 74 persen ruas jalan di NTB masih dalam kondisi bagus. Pada Rapat RDP dengan DPRD NTB Dinas PUPR NTB usulkan sejumlah ruas jalan prioritas yang akan diperbaiki pada tahun anggaran 2025 antara lain yaitu Jalan Tanjung Geres menuju Poh Gading, Lombok Timur, Jalan Kebon Ayu menuju Lembar, Lombok Barat.
“Khusus untuk jalan Kebon Ayu menuju Lembar, kami telah merencanakan perbaikan dan pelebaran pada tahun 2025,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, untuk perbaiki jalan membutuhkan biaya yang tidak sendikit.
“Perbaikan jalan ini membutuhkan biaya besar. Perkilometernya saja kita butuh Angggaran sekitar Rp3,5-4,5 miliar, itu juga tergantung pada tingkat kerusakan dan pelebaran yang diperlukan,”ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Lies mengaku anggaran pemeliharaan jalan di Pulau Sumbawa mencapai Rp10,7 miliar. Sedangkan, anggaran untuk perbaikan jalan di Lombok hanya sebesar Rp758 juta.
“Ini kenapa lebih besar di Pulau Sumbawa? Ya itu kan sudah disetujui tahun lalu,” tandas Lies.










