Dinamika kepemudaan di NTB memanas setelah Ketua Badko HMI Bali Nusra, Caca Handika, melontarkan kritik tajam terhadap Ketua KNPI NTB, Baihaqi, yang disebut gagal mengurus Pemuda namun justru berambisi maju sebagai Ketua PSSI NTB. Kritik tersebut tak hanya menyorot kinerja, tetapi juga menyeret dugaan penyimpangan anggaran hingga desakan pemeriksaan oleh Aparat Penegak Hukum (APH)
SUMBAWAPOST.com| Mataram-Suhu dinamika kepemudaan di NTB kembali memanas. Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Bali Nusra (Badko HMI Bali Nusra), Caca Handika, melontarkan kritik keras terhadap Ketua KNPI NTB, Baihaqi, yang disebut akan maju sebagai calon Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) NTB.
Menurut Caca Handika, selama memimpin KNPI NTB, Baihaqi dinilai belum menunjukkan terobosan berarti untuk memperjuangkan kepentingan pemuda. Kiprah KNPI NTB, kata dia, lebih banyak bersifat seremonial alih-alih menjadi wadah representatif bagi organisasi kepemudaan (OKP).
“Kami menilai selama Baihaqi menjabat sebagai ketua KNPI NTB belum memiliki gebrakan dalam mengakomodir kepentingan pemuda. Kiprah KNPI NTB hanya simbolis, belum mampu menjadi wadah yang merepresentatif bagi OKP dan pemuda,” tegas Caca Handika dalam keterangan ke media ini, Kamis (27/12/2025).
Caca mengaku terkejut mendengar kabar bahwa Baihaqi, yang masih aktif menjabat sebagai Ketua KNPI NTB, justru berniat mencalonkan diri sebagai Ketua Asprov PSSI NTB. Ia menilai ambisi tersebut tidak sejalan dengan kinerja Baihaqi selama ini.
“Di lain sisi kami dikagetkan dengan kabar bahwa Baihaqi di tengah dia menjabat sebagai ketua KNPI NTB akan mencalonkan diri lagi sebagai ketua Asprov PSSI NTB. Jangankan mengurus Asprov PSSI, mengakomodir kepentingan pemuda aja selama menjabat tidak mampu,” ujarnya lantang.
Caca bahkan menilai KNPI di bawah Baihaqi tidak lagi berbicara atas nama pemuda, melainkan sekadar mempertahankan kekuasaan.
“Ketua KNPI tidak lagi bicara atas nama kepentingan pemuda, tapi bagaimana melanggengkan kekuasaan,” sambungnya.
Tak hanya kritik, Badko HMI Bali Nusra juga mendorong aparat penegak hukum untuk turun tangan memeriksa pengelolaan anggaran KNPI NTB.
“Kami juga ingin mendesak kepada Kejati NTB dan Kapolda NTB untuk segera memeriksa aliran dana Pemprov NTB yang dikucurkan ke KNPI NTB, karena kami menduga anggaran tersebut tidak digunakan dalam rangka pembinaan kepemudaan,” pungkas Caca.
Di sisi lain, dukungan terhadap Baihaqi di bursa calon Ketua Asprov PSSI NTB justru semakin menguat. Hingga Jumat, 21 November kemarin, sedikitnya 30 pemegang suara menyatakan dukungan. Figur kelahiran 1984 itu dinilai sebagian kalangan sepakbola sebagai tokoh muda yang mampu membawa perubahan.
Sejak memantapkan diri maju sebagai kandidat, Baihaqi mendapat respons positif dari pelaku sepakbola. Reputasinya dinilai potensial membawa Asprov NTB menuju tata kelola yang lebih modern.
Dalam silaturahmi bersama pelaku sepakbola di Cafe Rota Fresh, Jumat (21/11), Baihaqi kembali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem sepakbola NTB secara menyeluruh.
“Saya mengikuti arah kebijakan sepakbola ketua umum Erick Thohir. Kesimpulannya, membangun sepakbola tidak lagi dengan cara konvensional,” tegasnya.
Menurut Baihaqi, pembenahan sepakbola harus dilakukan secara profesional, modern, dan inovatif. Ia menilai era ketergantungan pada dana pemerintah sudah berakhir. “Kita tidak bisa bergantung pada dana daerah atau bantuan pusat. Tapi harus kreatif dan inovatif mencari sumber pendanaan,” jelasnya.
Baihaqi menekankan pentingnya membangun ekosistem sepakbola dari hulu ke hilir, mulai dari penataan organisasi, peningkatan kualitas kompetisi, hingga diversifikasi pembiayaan agar program Asprov tidak berjalan hanya dari satu pintu pendanaan.
Salah satu fokus utamanya adalah penguatan pembinaan klub-klub anggota. Ia menilai fondasi sepakbola daerah terletak pada pembinaan yang terstruktur dan merata di seluruh NTB.
Ia juga menargetkan lahirnya kompetisi yang lebih berkualitas dari sisi penyelenggaraan, regulasi, hingga sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Membangun sepakbola bukan hanya soal apa yang terjadi di atas rumput. Banyak faktor di luar lapangan yang harus mendapatkan perhatian serius,” tekan Baihaqi.
Sebagai langkah awal, ia berkomitmen menghadirkan kepengurusan Asprov yang efektif, efisien, dan profesional, sehingga organisasi dapat bergerak lebih lincah dan adaptif terhadap perkembangan sepakbola modern.
Dengan dukungan besar, visi progresif, dan strategi yang terukur, nama H. Baihaqi kini menjadi salah satu kandidat paling diperhitungkan dalam pemilihan Ketua Asprov PSSI NTB periode mendatang.









