Setelah Insiden Jenazah Bayi Pulang Pake Taksi Online, Aktivis Tuntut Gubernur Reformasi RSUD NTB

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 11 April 2025 - 12:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Ratusan massa yang tergabung dalam Konsorsium Aktivis Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur NTB untuk memprotes secara tegas penelantaran jenazah bayi oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB, yang terjadi akibat ketidakmampuan keluarga membayar biaya ambulans sebesar Rp2,6 juta. Keluarga akhirnya memilih menggunakan transportasi online senilai Rp407 ribu untuk membawa pulang jenazah anaknya.

Kejadian ini menjadi titik kritis yang mencerminkan kegagalan sistemik dalam pelayanan kesehatan publik, khususnya pada aspek aksesibilitas, keadilan sosial, dan sensitivitas kemanusiaan.

Fidar Khairul Diaz, Koordinator Aksi, menegaskan Kita tidak hanya bicara soal pelayanan yang buruk, tetapi soal kegagalan Pemprov. dalam menjamin hak hidup yang bermartabat, bahkan setelah kematian.

“Pemerintah harus segera mengevaluasi ulang sistem tata kelola rumah sakit, terutama dalam menjamin warga miskin mendapatkan pelayanan tanpa diskriminasi,”ungkapnya, saat orasi, Jum’at 2025 didepan Kantor Gubernur NTB, Kota Mataram.

Aksi ini juga membawa testimoni langsung dari masyarakat terkait kesenjangan nyata dalam layanan BPJS dan akses rumah sakit.

Herman, peserta aksi, menyampaikan Pelayanan rumah sakit selalu berbelit. Pasien gawat darurat pun harus melengkapi administrasi dulu. Ini tidak manusiawi.

“Direktur RSUD Provinsi NTB, Dr. Jack, telah gagal memperbaiki sistem ini,”terangnya.

Iwan, perwakilan lainnya, menambahkan, jangan biarkan pelayanan publik tunduk pada logika bisnis semata.

“Gubernur NTB harus bersikap tegas. Jangan hanya peduli rakyat kecil saat butuh suara, tapi bungkam saat rakyat menderita,”ungkapnya.

Poin Masalah Struktural yang Diangkat:

1. Tidak adanya regulasi khusus untuk pembebasan biaya ambulans bagi jenazah dari keluarga miskin.

2. Ketiadaan mekanisme tanggap darurat sosial di dalam struktur manajemen RSUP, yang memungkinkan intervensi cepat dalam kasus krisis kemanusiaan.

3. Minimnya transparansi pengelolaan dana sosial RSUD Provinsi, yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kasus-kasus kemanusiaan mendesak.

4.  Rendahnya kualitas reformasi birokrasi pelayanan, di mana aspek efisiensi mengalahkan aspek kemanusiaan.

Baca Juga :  Ini 3 Arahan Gubernur NTB Soal Pelayanan Kesehatan di RSUD

Tuntutan Kritis dan Solutif kepada Gubernur NTB:

1. Copot Direktur RSUD Provinsi NTB sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan manajerial atas kegagalan tata kelola.

2. Segera dorong lahirnya Perda tentang Penggratisan Pemulangan Jenazah bagi warga miskin, sebagai bentuk keberpihakan pada hak atas pelayanan akhir hayat yang bermartabat.

3. Lakukan audit independen menyeluruh terhadap pengelolaan RSUD Provinsi NTB, terutama dalam aspek dana sosial, layanan pasien BPJS, dan SOP pelayanan darurat.

4. Reformasi struktural dan budaya layanan di RSUD Provinsi NTB, termasuk pelatihan ulang tenaga medis agar memiliki kepekaan sosial dan empati dalam menangani kasus kemiskinan.

5. Terapkan sistem meritokrasi dalam pengangkatan pejabat publik di sektor layanan, agar jabatan strategis diisi oleh individu yang berorientasi pada kualitas, integritas, dan keberpihakan pada rakyat.

Sayangnya, tidak satu pun perwakilan dari Pemerintah Provinsi NTB yang menemui massa aksi. Karena itu, Konsorsium Aktivis NTB menyampaikan ultimatum tegas, “Jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat dari Gubernur NTB, kami akan mengonsolidasikan aksi lanjutan secara massif dan berkelanjutan. Ini bukan sekadar desakan, ini perjuangan hak warga atas pelayanan yang adil dan manusiawi,”tegasnya.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 165 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru