SUMBAWAPOST.com| Mataram-
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Mataram melontarkan kritik keras terhadap stagnasi pembinaan kepemudaan di Nusa Tenggara Barat. Mereka menilai perhatian KNPI NTB terhadap organisasi kepemudaan (OKP) yang berada di bawah naungannya semakin melemah dan tidak menunjukkan arah pembinaan yang jelas.
Ketua PMKRI Cabang Mataram, Valentine Agusto Nono, mengatakan bahwa fungsi koordinasi, fasilitasi, dan pemberdayaan pemuda di bawah kepemimpinan Baihaqi belum berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami tidak melihat adanya langkah konkret, program terarah, maupun upaya komunikasi yang baik dari Baihaqi selaku Ketua KNPI NTB kepada OKP. Sejumlah kebutuhan organisasi kepemudaan tidak mendapatkan ruang dan respons yang layak. Hal ini bertentangan dengan semangat KNPI sebagai wadah berhimpunnya pemuda,”tegas Valentine.
Selain soal lemahnya komunikasi, PMKRI juga membuka isu krusial lain yakni pengelolaan anggaran Kepemudaan KNPI NTB. Mereka meminta agar penggunaan anggaran tersebut selama masa kepengurusan Baihaqi diaudit secara total oleh pihak berwenang.
“Kami mendesak dilakukan audit terhadap penggunaan anggaran kepemudaan yang dikelola KNPI NTB. Anggaran yang bersumber dari uang rakyat harus dipastikan digunakan untuk kepentingan pemberdayaan pemuda, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu. Audit ini penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan menjaga integritas lembaga kepemudaan,”ujar Ketua PMKRI.
PMKRI menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan terus berlarut-larut. Mereka meminta KNPI NTB segera:
- Melakukan pembenahan internal, termasuk tata kelola organisasi dan mekanisme komunikasi dengan seluruh OKP.
- Membuka ruang dialog secara rutin dengan OKP di bawah naungan KNPI.
- Menyampaikan laporan kegiatan dan penggunaan anggaran secara transparan kepada publik.
- Mengembalikan marwah KNPI sebagai rumah besar pemuda, bukan sekadar simbol organisasi tanpa gerakan nyata.
Dalam pernyataan akhirnya, PMKRI menegaskan bahwa kritik ini bukan bentuk perlawanan, melainkan ekspresi tanggung jawab moral terhadap kondisi kepemudaan di NTB.
PMKRI Cabang Mataram menegaskan siap berkolaborasi apabila KNPI NTB membuka ruang perubahan dan kembali bekerja sesuai mandat organisasi untuk memajukan pemuda.









