SUMBAWAPOST.com| Mataram- Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, kembali menegaskan makna mendalam di balik pakaian adat sebagai simbol budaya dan jati diri bangsa. Menurutnya, busana tradisional bukan hanya sekadar warisan kain dan motif, tetapi juga representasi sejarah panjang yang menyimpan nilai leluhur dan identitas kolektif masyarakat.
Dalam momentum yang sarat Nuansa Budaya tersebut, Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa setiap detail dalam pakaian Adat mengandung pesan dan filosofi yang telah terjaga lintas generasi.
“Kita berdiri dengan pakaian adat yang menggambarkan jiwa bangsa, menggambarkan kelembutan dan keanggunan. Setiap helai kain, setiap detail motif, adalah cerita yang terukir dalam waktu, mengisahkan perjalanan sejarah, kepercayaan, dan kebanggaan yang tak pernah pudar,” ujarnya. Dalam unggahan media sosial. Sabtu (20/12/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pakaian adat menjadi jembatan hubungan antara masa lalu dan masa kini, menghidupkan kembali semangat leluhur melalui nilai budaya yang tetap lestari.
“Dengan setiap langkah, kita merasa terhubung dengan leluhur, dengan budaya yang telah mengarungi waktu, dan dengan keindahan yang tak pernah usang. Kita menemukan makna kehidupan, keharmonisan dan keberlanjutan warisan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.
Ia juga menuturkan bahwa memakai pakaian adat bukan semata urusan estetika, melainkan bentuk penghargaan dan rasa bangga terhadap akar budaya Nusantara.
“Pakaian adat bukan sekadar pakaian, tapi sebuah pernyataan, sebuah penghormatan, dan sebuah kebanggaan yang mengalir dari hati ke hati, dari generasi ke generasi,” tegas Perempuan Pertama yang sukses jadi pemimpin Kabupaten Bima ini.
Melalui pesan ini, Wakil Gubernur NTB berharap nilai Budaya Daerah terus dirawat, dihormati, dan dibawa maju sebagai bagian dari identitas bangsa yang tak pernah luntur dimakan zaman.










