Pakaian Adat Bukan Sekadar Kain, Tapi WiFi Budaya: Wagub NTB Ungkap Koneksi Leluhur yang Tak Pernah Putus

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunakan Pakaian Adat,  Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri saat Menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-67 NTB di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTB

Gunakan Pakaian Adat, Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri saat Menghadiri Rapat Paripurna HUT ke-67 NTB di Ruang Rapat Kantor Gubernur NTB

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, kembali menegaskan makna mendalam di balik pakaian adat sebagai simbol budaya dan jati diri bangsa. Menurutnya, busana tradisional bukan hanya sekadar warisan kain dan motif, tetapi juga representasi sejarah panjang yang menyimpan nilai leluhur dan identitas kolektif masyarakat.

Dalam momentum yang sarat Nuansa Budaya tersebut, Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan bahwa setiap detail dalam pakaian Adat mengandung pesan dan filosofi yang telah terjaga lintas generasi.

“Kita berdiri dengan pakaian adat yang menggambarkan jiwa bangsa, menggambarkan kelembutan dan keanggunan. Setiap helai kain, setiap detail motif, adalah cerita yang terukir dalam waktu, mengisahkan perjalanan sejarah, kepercayaan, dan kebanggaan yang tak pernah pudar,” ujarnya. Dalam unggahan media sosial. Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga :  Dihadiri Wagub NTB, Pengurus PWI NTB 2025-2030 Resmi Dilantik: Momentum Perkuat Jati Diri Pers dan Bidik HPN 2027

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pakaian adat menjadi jembatan hubungan antara masa lalu dan masa kini, menghidupkan kembali semangat leluhur melalui nilai budaya yang tetap lestari.

“Dengan setiap langkah, kita merasa terhubung dengan leluhur, dengan budaya yang telah mengarungi waktu, dan dengan keindahan yang tak pernah usang. Kita menemukan makna kehidupan, keharmonisan dan keberlanjutan warisan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Baca Juga :  Dorong Pelestarian Budaya Serta Pengembangan Pertanian Lokal, Pj Gubernur NTB Turun ke Daerah ini di KLU

Ia juga menuturkan bahwa memakai pakaian adat bukan semata urusan estetika, melainkan bentuk penghargaan dan rasa bangga terhadap akar budaya Nusantara.

“Pakaian adat bukan sekadar pakaian, tapi sebuah pernyataan, sebuah penghormatan, dan sebuah kebanggaan yang mengalir dari hati ke hati, dari generasi ke generasi,” tegas Perempuan Pertama yang sukses jadi pemimpin Kabupaten Bima ini.

Melalui pesan ini, Wakil Gubernur NTB berharap nilai Budaya Daerah terus dirawat, dihormati, dan dibawa maju sebagai bagian dari identitas bangsa yang tak pernah luntur dimakan zaman.

Berita Terkait

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual
Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB
Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB
Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas
Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?
300 Warga Bima NTB Mengungsi Usai Gempa M7,7, Warga dari Desa Mana Saja? Ini Rinciannya
Ratusan Maba FHISIP Unram 2026 Mulai Langkah Baru, PKKMB Jadi Gerbang Kehidupan Kampus
Menenun “GAPUK Sejahtera”: Dosen UIN Mataram Pengabdian Integratif di Desa Lingkar Kampus
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Rupaeda Tegaskan Kampus Harus Aman dari Kekerasan Seksual

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Ketua IKA Unram Isvie Ungkap Resep Sukses ke Maba, dari Dosen hingga Jadi Ketua DPRD NTB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Bukan Sekadar Cari Gelar, Ini Pesan Dekan FHISIP Unram untuk Mahasiswa Baru di PKKMB

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIB

Dugaan Mafia IPR di Lantung Mencuat, PDIP Sumbawa Desak Aparat Usut Tuntas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Berita Terbaru

Dr. Ufran, Ketua Bagian Hukum Pidana FHISIP Universitas Mataram (Unram), Penulis artikel Puluhan Tahun Perang Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Hukum & Kriminal

Puluhan Tahun Perangi Narkotika, Mengapa Pasarnya Tak Pernah Mati?

Sabtu, 15 Agu 2026 - 22:05 WIB