Ibu Hamil di Bima Keguguran Tragis! Dua Hari Pendarahan, Tak Satupun Dokter Kandungan Hadir

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 4 April 2025 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Kota Bima –Tangis pilu seorang ibu hamil asal Kelurahan Tanjung, Kota Bima, pecah di tengah derita. Janin yang baru berusia dua bulan terpaksa gugur, bukan karena takdir semata, melainkan karena ketiadaan dokter kandungan yang seharusnya sigap memberi pertolongan.

Pasien berinisial A (40) mengalami pendarahan hebat selama dua hari berturut-turut. Namun yang menyayat hati, selama itu pula ia tak mendapatkan penanganan medis layak dari dokter spesialis kandungan di Kota Bima.

Awal mula kejadian, Rabu malam, 2 April 2025, A mulai merasakan nyeri tajam di perut bagian bawah. Sesaat kemudian, bercak darah keluar saat buang air kecil. Suami korban, Haris, panik dan langsung membawa istrinya ke IGD Puskesmas Paruga pukul 23.00 WITA.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Deras, Banjir Terjang Tiga Desa di Sape Bima, Puluhan Warga Terdampak

Namun, alih-alih mendapat penanganan serius, pasien hanya dilayani oleh dua perawat jaga. Seorang dokter umum pun hanya melakukan pemeriksaan ringan, tanpa tindakan lanjut. “Kami disuruh kembali tanggal 8 April karena petugas USG sedang libur,” ujar Haris, getir.

Puncaknya terjadi Jumat dini hari, 4 April 2025. Pendarahan semakin hebat. A dilarikan ke RSUD Kota Bima dengan harapan ada keajaiban medis. Tapi kenyataan lebih kejam: dokter kandungan tak ada satupun yang bertugas. Keempat dokter kandungan di Kota Bima disebut sedang cuti, sakit, dan ibadah.

Akhirnya, hanya petugas medis umum yang menangani. Dan saat itulah, gumpalan darah berisi janin keluar dari rahim sang ibu. Tragis. Janin yang masih rapuh itu tak terselamatkan.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Rayakan Milad ke-67 Sumbawa dengan Nursery Farm, Dorong Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan

Petugas menyebut janin sudah tidak memiliki aktivitas sel. Ibu A resmi mengalami keguguran. Untuk memastikan kondisi selanjutnya, pihak RS bahkan menyarankan USG ulang ke dokter kandungan yang baru akan masuk sore harinya.

Meski dihantam kesedihan, sang suami tetap bersikap bijak. Haris menegaskan tak menyalahkan siapa pun, tapi mendesak Pemerintah Kota Bima dan pihak rumah sakit mencari solusi.

“Ini soal nyawa. Pelayanan medis itu hak dasar. Jangan ada lagi ibu hamil yang harus kehilangan anaknya karena dokter sedang cuti,” tegasnya.

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru