HMI Cabang Bima Ultimatum Pemkot, 3 Tuntutan Keras Demi Nasib Rakyat

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 26 Maret 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Suasana ruang kerja Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, tiba-tiba memanas. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima tak datang untuk sekadar berbasa basi mereka datang dengan tuntutan keras.

Pendidikan, pengangguran, dan nasib pemuda Kota Bima menjadi sorotan tajam. HMI menantang Pemkot untuk membuktikan bukan hanya janji, tapi aksi nyata.

Meski Wali Kota berusaha meredam ketegangan dengan apresiasi, menyebut HMI sebagai mitra strategis, namun mahasiswa tak puas hanya dengan pujian. Mereka mendesak langkah konkret.

Baca Juga :  Pj Gubernur NTB : Saya Dipersiapkan Ambil Keputusan Dibawah Desingan Peluru

Ketua Umum HMI Cabang Bima, Irwan Amirullah, langsung menohok dengan sederet tuntutan tajam:

1. Lapangan kerja untuk pemuda. HMI menuntut pemerintah segera menciptakan peluang nyata, bukan sekadar janji politis.
2. Pendidikan berkualitas. Pemkot didesak tak hanya membangun gedung, tapi juga memastikan mutu pendidikan meningkat.
3. Infrastruktur dan lingkungan yang layak. HMI menyoroti kondisi Kota Bima yang masih jauh dari ideal aksesibilitas minim, sampah berserakan, dan kebutuhan air bersih yang sering terabaikan.

“Kami tidak ingin sekadar diskusi tanpa hasil. Kami ingin komitmen nyata. Pemerintah harus berani membuka ruang bagi pemuda dan bertindak cepat dalam menangani isu-isu mendesak ini,” tegas Irwan.

Baca Juga :  Tangkap Bandar Narkoba Bima, Kapolsek Bolo dan Enam Anggota Terima Penghargaan

HMI juga menantang Pemkot agar lebih peduli terhadap kebersihan kota, peningkatan sistem transportasi, serta memastikan pembangunan yang ramah lingkungan.

Wali Kota Bima berusaha meyakinkan mahasiswa bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan pembangunan yang inklusif. Namun, apakah janji ini benar-benar akan ditepati atau hanya sekadar angin surga?

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa suara pemuda tak bisa lagi diabaikan.

Berita Terkait

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan
Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami
APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Berita Terbaru