Coklit Pilkada 2024: DPRD NTB Ingatkan Pantarlih Bekerja Profesional, Ingat Kasus Bima Dan Sekotong

Avatar

- Jurnalis

Senin, 1 Juli 2024 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, Mataram –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTB mengingatkan petugas Pantarlih bahwa proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih di Pilkada 2024 merupakan bagian penting dalam proses demokrasi.

“Coklit merupakan bagian penting dari proses demokrasi karena semua bermula dari data dan nanti jika ada permasalahan di kemudian hari, juga kembali ke data,” kata Anggota Komisi II DPRD NTB Ahkhdiansya. Saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD NTB, diruang Komisi II Kantor DPRD NTB Dijalan Udayana Kota Mataram. Senin 1 Juli 2024.

Baca Juga :  KPU NTB ‘Berguru’ ke BPKP, Genjot Zona Integritas Menuju Birokrasi Bersih dan Melayani

Selain itu, Kata Pria yang akrab disapa Guru To’i, bahwa coklit sesuatu sangat vital, karena yang pertama menjamin setiap warga negara itu punya pilihan, terus yang ke dua jangan sampai orang-orang saat proses coklit dimanfaatkan sehingga ada pemilih ganda, pemilih rekayasa.

“Ingat Kasus sekotong, kasus Bima, Kasus soal pemilih ganda, dan ada kemungkinan di manipulasi. Nah coklit ini adalah momentum untuk menjaga hak pemilih warga, agar tidak ada manipulasi dan rekayasa pemilih dan untuk menjaga Demokrasi berjalan dengan baik,”Guru To’i mengingatkan.

Baca Juga :  Dua Sektor Kritis Tersandung, DPRD NTB Sorot Utang RSUP Rp247 M dan Proyek DAK Pendidikan Mangkrak

Selain itu, Pria Asal Dompu ini menghimbau, para petugas Pantarlih bisa melaksanakan tugas dan bekerja secara maksimal.

“Agar Panterlih ini bisa bekerja secara maksimal dibutuhkan partisipasi masyarakat sehingga Pilkada berjalan dengan lancar, dan Pemilih bisa menentukan pilihannya dengan baik. Tidak ada warga yang dirugikan dengan adanya Coklit,”terangnya.

“Diharapkan petugas Pantarlih netral, jangan sampai ada yang di cocok-cocokan terhadap pemilih tertentu, hati-hati. Kita minta kepada instrumen ini bekerja secara profesional,”Guru To’i menambahkan.

Berita Terkait

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare
Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece
Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun
Dilaporkan Soal Sebar Nomor Gubernur NTB, Rohyatil Buka Fakta di Polda: Itu Bukan Data Pribadi
Pimpinan dan Anggota DPRD NTB Menyampaikan Ucapan Selamat Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026
Satpol PP NTB ‘Berubah Haluan’ di HUT ke-76, Dari Penertiban ke Bazar Pangan Murah
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:11 WIB

Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani

Selasa, 28 April 2026 - 16:00 WIB

Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

DPR RI Mori Hanafi Turun Gunung, Soroti Bendungan Pelaparado yang Kritis dan Butuh Rp90 Miliar untuk 3.895 Hektare

Selasa, 28 April 2026 - 12:42 WIB

Wali Kota Bima ‘Ngantor’ ke Jakarta, Jemput Proyek PUPR: Kota BISA Siap Disulap Lebih Kece

Selasa, 28 April 2026 - 12:24 WIB

Stok Beras Gudang Bulog NTB Tembus 130 Ribu Ton, Aman untuk Kebutuhan hingga 2 Tahun

Berita Terbaru