Tersengat Catatan BPK, Wagub NTB Umi Dinda: Jangan Cuma Manis-Manis, Nanti ‘Diabet’ Tata Kelola!

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025 - 13:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., menegaskan bahwa tujuan utama dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah untuk mendorong perbaikan tata kelola administrasi pemerintahan. Hal itu disampaikannya dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan atas Pengelolaan RSUD Tahun Anggaran 2024 dan Triwulan I 2025 di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB dan instansi terkait lainnya, yang berlangsung di Kantor BPK Perwakilan NTB, Rabu (28/5).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua III DPRD NTB Drs. H. Muzihir, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., serta sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemprov NTB.

“Bagi kita semua, akan lebih baik minum jamu rasanya pahit tapi akan sehat. Daripada terus minum yang manis nanti bisa diabet. Bagi saya dan Pak Iqbal yang baru menjabat beberapa waktu ini, tentu ini semua adalah tantangan. Dan setiap tantangan yang kita hadapi harus dibarengi dengan komitmen dan kerja tim yang kompak,” tegas Wagub.

Baca Juga :  BEM Diguyur Dana Riset Rp1,9 Triliun: KAMMI Setuju, Asal Otak Makin Cerdas, Lidah Tetap Tajam

Ia menambahkan, berbagai catatan dalam hasil pemeriksaan akan segera ditindaklanjuti secara maksimal bersama Inspektur dan Direktur RSUD Provinsi NTB.

Lebih lanjut, Wagub menekankan bahwa RSUD Provinsi merupakan kebanggaan masyarakat NTB. Namun, ia mengakui bahwa mengelola rumah sakit sebesar itu bukan perkara mudah.

“Tadi Pak Kalan (Kepala Perwakilan BPK NTB, red) sudah menyampaikan berbagai catatan perumusan, dan hal-hal yang harus dihindari ke depannya. Termasuk perencanaan yang tepat sasaran sesuai dengan penganggaran, serta menghitung kembali beberapa rumusan agar rumah sakit ini bisa mendapatkan keuntungan yang bisa membiayai dirinya sendiri,” ujar Wagub.

Baca Juga :  UNBIM Gandeng OJK dan BEI NTB, Perkuat Literasi Keuangan untuk Wujudkan Masyarakat Cerdas Finansial

Ia juga mengingatkan agar manajemen RSUD tidak terus-menerus meninggalkan utang yang berkelanjutan. Menurutnya, walau berbagai prestasi telah diraih oleh direktur dan jajaran RSUD, apabila persoalan keuangan tidak segera diselesaikan, maka prestasi tersebut akan sia-sia.

Di akhir sambutannya, Wagub menyampaikan permohonan maaf bila selama proses pemeriksaan masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan. Ia menegaskan bahwa seluruh catatan hasil pemeriksaan akan menjadi bahan evaluasi penting untuk mendorong perbaikan ke depan.

 

Berita Terkait

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027
Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Berita ini 119 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia

Berita Terbaru