Kementerian PU Alokasikan Rp84,5 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Seni Senggigi

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan Pasar Seni Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Yang Direncanakan Direvitalisasi dengan Alokasi Anggaran Rp84,5 Miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Kawasan Pasar Seni Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Yang Direncanakan Direvitalisasi dengan Alokasi Anggaran Rp84,5 Miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran Rp84,5 miliar untuk Revitalisasi Pasar Seni Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek yang dijadwalkan mulai dikerjakan secara fisik pada awal 2027 ini diharapkan menjadi penggerak baru aktivitas Masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Pariwisata Senggigi.

Saat ini, desain proyek tersebut tengah dikaji ulang agar pembangunan tidak hanya menghasilkan bangunan baru, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang hidup dan mampu menarik Masyarakat maupun Wisatawan untuk berkunjung.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya konsep pembangunan yang menyeluruh dalam menghidupkan kembali Senggigi sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Unggulan Daerah. Hal itu disampaikannya saat memimpin rapat reviu Desain Pasar Seni Senggigi bersama tim PT Terra Allenia Global di Mataram, Kamis (15/10).

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, serta Kepala Dinas PUPR PKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya.

Menurut Gubernur, tantangan utama revitalisasi Pasar Seni Senggigi bukan sekadar membangun infrastruktur fisik. Lebih dari itu, proyek tersebut harus mampu menciptakan ekosistem kreatif dan ruang publik yang membuat masyarakat tertarik untuk datang, berkumpul, serta menghabiskan waktu di kawasan tersebut.

“Senggigi itu dulu jewel-nya Lombok. Sekarang kita perlu upaya dan imajinasi luar biasa untuk menghidupkannya kembali. Yang dibutuhkan bukan sekadar bangunan, tetapi bagaimana kita menciptakan momentum agar orang mau datang dan berkumpul lagi di Senggigi,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  Sejarah Tercipta di NTB, Tambang Rakyat Kini Legal Lewat Koperasi, Kapolda dan Gubernur Tampil Kompak

Iqbal menilai, salah satu tantangan kawasan Senggigi saat ini adalah terbatasnya ragam atraksi yang membuat wisatawan bertahan lebih lama dan menikmati berbagai aktivitas.

Keberadaan hotel dan fasilitas akomodasi tetap penting, tetapi perlu didukung ruang publik terintegrasi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Karena itu, Gubernur mendorong agar konsep revitalisasi Pasar Seni Senggigi diarahkan pada pembentukan ruang publik multifungsi atau mixed-use plaza. Kawasan ini diharapkan memadukan pementasan seni budaya, sarana edukasi, tempat bersosialisasi, fasilitas olahraga luar ruang (outdoor), serta area komersial pendukung.

Melalui konsep tersebut, pengunjung yang datang untuk berolahraga, membaca, atau menikmati pertunjukan seni juga dapat mengakses pasar seni dan sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Jarang orang datang hanya untuk mencari atau membeli barang seni. Tetapi kalau mereka datang untuk nongkrong, jogging, atau belajar tari, mereka juga bisa mampir ke pasar seni. Jadi, pasar seni menjadi bagian dari keseluruhan konsep, bukan Satu-satunya alasan orang datang,” jelasnya.

Selain menjadi pusat aktivitas masyarakat, Pasar Seni Senggigi diproyeksikan menjadi simpul penghubung sejumlah koridor pariwisata utama di NTB. Kawasan ini diharapkan terintegrasi dengan Kota Tua Ampenan, gugusan destinasi Gili, kawasan wisata Lombok Utara, serta pusat aktivitas di Senggigi.

Baca Juga :  NTB Bersiap Terbang di Atas Laut, Seaplane Aman Air Ditargetkan Uji Coba Desember

Di tengah rencana revitalisasi senilai Rp84,5 miliar tersebut, Iqbal mengingatkan agar pembangunan tidak berakhir dengan penambahan gedung yang minim fungsi dan daya tarik.

Menurutnya, setiap ruang yang dibangun harus memiliki konsep kuat, memberikan nilai tambah, serta menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan.

“Kita tidak ingin menambah satu gedung lagi tanpa konsep yang kuat. Kesempatan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat ini tidak mudah. Karena itu, kita harus memanfaatkannya betul-betul untuk menjadi generator pertumbuhan dan mengangkat kembali marwah Senggigi,” tegasnya.

Selain konsep ruang dan aktivitas, Gubernur juga menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas parkir yang memadai. Keterbatasan lahan di kawasan Senggigi membuat perencanaan perlu memperhitungkan rekayasa lalu lintas maupun penyediaan kantong parkir yang efektif.

Meski demikian, Iqbal memahami bahwa penyesuaian desain memiliki batasan karena pemerintah pusat telah menyiapkan Rincian Desain Teknik atau Detail Engineering Design (DED).

Oleh sebab itu, proses reviu difokuskan untuk mengidentifikasi bagian desain yang masih memungkinkan untuk disempurnakan, mulai dari fasad bangunan, tata letak, hingga optimalisasi pemanfaatan ruang.

“Pertanyaannya sekarang, sejauh mana kita bisa melakukan penyesuaian terhadap desain yang sudah ada. Kita perlu melihat apa yang masih bisa diperbaiki agar gagasan tentang ruang yang hidup ini dapat masuk ke dalam desain yang sudah disiapkan,” pungkasnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Wagub NTB Umi Dinda Jajaki Investasi Wisata Buatan untuk Dongkrak Ekonomi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB