SUMBAWAPOST.com |™Mataram –Kemarau panjang yang memicu Krisis Air di Sejumlah Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong Pemerintah Provinsi menempuh ikhtiar Spiritual sekaligus menyiapkan langkah teknis untuk menghadapi dampak Kekeringan.
Salah satu ikhtiar tersebut dilakukan melalui Shalat Istisqa yang digelar Pemerintah Provinsi NTB di Lapangan Bumi Gora, Kompleks Kantor Gubernur NTB, Jumat (16/10). Ibadah sunnah berjemaah ini dilaksanakan untuk memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar hujan segera turun.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, hadir dan mengikuti salat bersama berbagai elemen masyarakat. Mereka terdiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama, Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur TNI/Polri, kalangan Pelajar, hingga Masyarakat Umum.
Shalat Istisqa dipimpin TGH Abdul Manan sebagai imam, sedangkan khotbah disampaikan TGH Munajib Khalid.
Usai menunaikan salat, Gubernur menyampaikan harapannya agar doa dan zikir yang dipanjatkan bersama ribuan jemaah diijabah sehingga hujan segera turun dan meringankan beban Masyarakat yang terdampak Kekeringan.
“Mudah-mudahan segera turun hujan dan masyarakat bisa menikmati air yang dikirimkan,”ujar Gubernur.
Di samping ikhtiar spiritual, Pemerintah Provinsi NTB juga terus mematangkan langkah teknis untuk mengatasi dampak kemarau. Salah satunya melalui rencana Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang disiapkan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait.
Namun, pelaksanaan modifikasi cuaca masih menunggu kondisi atmosfer yang ideal. Gubernur menjelaskan, tutupan awan di sebagian besar Wilayah NTB saat ini belum mencukupi untuk mendukung operasi tersebut.
Selain berupaya menghadapi kekeringan, Gubernur mengingatkan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten/Kota agar mulai mengantisipasi Potensi banjir menjelang datangnya Musim hujan.
Ia mengimbau agar Kesiapan Infrastruktur Drainase diperiksa sejak dini, termasuk Gorong-gorong dan saluran air yang berpotensi tersumbat.
“Mumpung belum hujan, imbauan saya kepada seluruh Masyarakat, kemudian juga pemerintah Kabupaten/Kota agar mulai cek situasi Gorong-gorong, situasi Drainase, Saluran-saluran,” kata Gubernur.
Gubernur juga menekankan pentingnya Gotong royong membersihkan alur sungai untuk meminimalkan potensi genangan dan risiko banjir ketika curah hujan meningkat.
Sementara itu, dalam khotbahnya, TGH Munajib Khalid mengingatkan umat Islam agar kemarau panjang tidak hanya disikapi melalui Shalat Istisqa. Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, melakukan tobat nasuha, saling memaafkan, serta meningkatkan amal sosial melalui sedekah dan kepedulian terhadap sesama.
Ia berpesan agar musibah kekeringan dijadikan momentum untuk introspeksi diri dan memperkuat solidaritas sosial, termasuk dengan menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah.
Melalui perpaduan ikhtiar spiritual dan kesiapsiagaan infrastruktur, Pemerintah Provinsi NTB berharap masyarakat dapat melewati masa darurat kekeringan dengan lebih tangguh sekaligus mempersiapkan diri menghadapi musim hujan secara aman.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











