SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah agar Kemajuan Daerah tidak hanya terlihat saat Penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Pemerataan Pembangunan, Pengentasan Kemiskinan, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik harus dirasakan Masyarakat sepanjang tahun.
Pesan tersebut disampaikan Iqbal saat bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (15/10/2026).
Menurut Iqbal, Lombok Tengah telah mengalami transformasi signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Kehadiran Bandara Internasional Lombok, lembaga pendidikan kedinasan dan pariwisata, serta pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah menempatkan daerah itu sebagai salah satu pusat Pertumbuhan Ekonomi strategis di NTB dan Kawasan Indonesia bagian Timur.
“Kehadiran Bandara Internasional Lombok, berbagai lembaga pendidikan kedinasan dan pariwisata, hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, telah menempatkan Lombok Tengah sebagai salah satu pusat Pertumbuhan Ekonomi strategis, tidak hanya bagi NTB tetapi juga kawasan Indonesia bagian Timur,” katanya.
Meski memiliki Potensi Ekonomi dan Pariwisata yang besar, Iqbal menegaskan bahwa manfaat pembangunan harus dirasakan secara merata. Kemajuan Daerah, menurutnya, tidak cukup diukur dari berkembangnya Kawasan strategis atau meningkatnya kunjungan Wisatawan, tetapi juga dari Kesejahteraan Masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa Lombok Tengah memiliki sejarah panjang dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kekeringan, paceklik, tsunami pada 1977, hingga gempa bumi dahsyat pada 2018. Ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ujian tersebut harus menjadi modal untuk membangun masa depan Daerah.
“Tidak ada alasan untuk tidak bangga menjadi warga Lombok Tengah. Namun, tantangan Kita masih banyak. Kemajuan tidak boleh hanya dirasakan oleh sebagian Masyarakat, melainkan harus dirasakan oleh semua,” ujarnya.
Iqbal secara khusus menyoroti penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. Menurutnya, ajang internasional tersebut tidak boleh hanya menjadi momentum untuk menggerakkan Pariwisata, tetapi juga harus mendorong peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
Pemerintah Daerah, Kata Dia, tidak boleh hanya memberikan pelayanan prima Ketika Event Internasional berlangsung. Standar Pelayanan yang baik harus dijaga sepanjang tahun dan dirasakan langsung oleh Masyarakat.
“Kita tidak ingin hanya menjadi hebat saat berlangsungnya MotoGP selama tiga hari, tetapi kita ingin menjadi hebat sepanjang tahun. Karena itu, paradigma Kita harus berubah, cara kerja kita harus berkembang, dan standar pelayanan publik kita juga harus meningkat,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan menggelar event internasional perlu diikuti perbaikan pelayanan publik secara berkelanjutan. Pelayanan yang sigap selama MotoGP semestinya menjadi standar kerja sehari-hari, bukan hanya ditingkatkan ketika Daerah menjadi perhatian dunia.
Selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP Mandalika, jumlah penonton tercatat mencapai 157.875 orang. Iqbal juga menilai keramahan dan partisipasi aktif Masyarakat NTB, khususnya Lombok Tengah, menjadi bagian penting dalam menjaga citra positif Daerah di mata Internasional.
Dengan posisi Mandalika sebagai salah satu pusat Pariwisata strategis, Iqbal meyakini kemajuan Lombok Tengah dapat memberikan dampak langsung terhadap percepatan pembangunan NTB secara keseluruhan.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, Iqbal meminta agar pembangunan menjangkau seluruh wilayah Lombok Tengah secara adil, mulai dari kawasan selatan hingga utara.
Kesempatan untuk berkembang juga harus terbuka bagi seluruh pelaku usaha, baik korporasi besar maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk usaha mikro dan ultra mikro.
Pembangunan Daerah, lanjutnya, perlu memperhatikan keberlanjutan lingkungan, mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem, serta tetap berpijak pada nilai-nilai adat istiadat lokal.
Iqbal juga berpesan agar masyarakat terus menjaga persatuan, merawat harmoni sosial, dan memperkuat semangat gotong royong untuk mewujudkan Lombok Tengah yang mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan harmonis.
Upaya tersebut diharapkan sejalan dengan visi pembangunan NTB, yakni NTB Makmur Mendunia. Dengan demikian, kemajuan Pariwisata dan pertumbuhan Ekonomi tidak hanya menjadi kebanggaan Daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan Masyarakat.
Di sisi lain, Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, memaparkan sejumlah capaian sekaligus persoalan Pembangunan yang masih harus diselesaikan Pemerintah Daerah dalam momentum HUT ke-81 tersebut.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian meliputi Pengentasan Kemiskinan, Pemenuhan Fasilitas Kesehatan, dan Pembangunan Infrastruktur jalan.
Pathul menyebut angka kemiskinan di Lombok Tengah saat ini berada pada level 10,6 persen atau di bawah rata-rata nasional. Meski demikian, upaya penurunan kemiskinan harus terus diperkuat, salah satunya melalui sektor pendidikan.
“Kita harus terus berupaya menurunkan angka kemiskinan. Mudah-mudahan keberadaan Sekolah Rakyat nantinya bisa membantu mempercepat penurunan kemiskinan, khususnya melalui sektor pendidikan,” ujarnya.
Di sektor Kesehatan, Lombok Tengah memiliki 30 puskesmas dan 123 puskesmas pembantu (Pustu) yang tersebar di berbagai Wilayah. Namun, jumlah tersebut dinilai masih perlu ditambah untuk memenuhi kebutuhan pelayanan Kesehatan Masyarakat.
“Kalau berbicara rasio ideal, kita masih membutuhkan tambahan enam puskesmas. Namun, keberadaan pustu juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan pelayanan Kesehatan Masyarakat,” katanya.
Selain menambah fasilitas kesehatan, Pathul menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk mempertahankan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui program berobat cukup menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).
Menurutnya, peningkatan pelayanan dasar menjadi bagian penting dari pembangunan yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, sejalan dengan pesan Iqbal mengenai pentingnya menjaga kualitas Pelayanan Publik sepanjang tahun.
Persoalan lain yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah adalah pembangunan infrastruktur jalan. Pathul mengatakan, panjang ruas jalan di Lombok Tengah mencapai ribuan kilometer. Dengan cakupan wilayah 12 kecamatan, penanganan jalan harus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan Anggaran Daerah
“Pembangunan jalan ini harus dilakukan secara bertahap karena panjang ruas jalan kita mencapai ribuan kilometer,” ungkapnya.
Pathul mengakui masih terdapat sejumlah persoalan pembangunan yang belum terselesaikan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah.
“Banyak hal yang belum terselesaikan dan menjadi tanggung jawab bersama kita sebagai Pelayanan Masyarakat. Ini menjadi cambuk untuk terus berikhtiar membangun Daerah dan memperbaiki tata kelola Keuangan yang ada,” tuturnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











