Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026

Avatar

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Produk kopi Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia Diperkenalkan Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 Melalui Program Desa Berdaya-Desa Ekspor NTB. Pameran ini Membuka Peluang Penjajakan Bisnis Dengan Calon Mitra dari Turki dan Inggris.

Produk kopi Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia Diperkenalkan Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 Melalui Program Desa Berdaya-Desa Ekspor NTB. Pameran ini Membuka Peluang Penjajakan Bisnis Dengan Calon Mitra dari Turki dan Inggris.

SUMBAWAPOST.com |™ Jakarta- Kopi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendapat perhatian Calon Mitra Bisnis Internasional dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kebutuhan biji Kopi mentah atau Green Coffee Beans dari pebisnis Turki dan peluang pasar Inggris menjadi potensi yang dijajaki Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia selama pameran berlangsung.

Trade Expo Indonesia 2026 digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Keikutsertaan koperasi tersebut merupakan bagian dari program Desa Berdaya–Desa Ekspor NTB 2026 yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB.

Program ini diarahkan untuk mendorong UMKM daerah memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan daya saing produk, serta mempersiapkan diri memasuki pasar ekspor.

Kepala Disperindag Provinsi NTB, H. Lalu Wiranata, menyampaikan bahwa Partisipasi UMKM dalam TEI 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Produk unggulan Daerah sekaligus membangun jaringan Bisnis dengan calon pembeli dari berbagai Negara.

“Keikutsertaan UMKM NTB dalam Trade Expo Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah, membangun jejaring usaha, serta mengidentifikasi peluang pasar yang dapat dikembangkan menuju pasar ekspor,” ungkap H. Lalu Wiranata. Minggu (18/10/2026) dalam keterangan yang diterima media ini.

Dalam kegiatan tersebut, Disperindag NTB membawa Enam UMKM binaan untuk memperkenalkan Produk unggulan masing-masing kepada Calon Pembeli, Mitra Usaha, dan Pelaku Bisnis dari berbagai Daerah maupun Negara. Salah satu peserta adalah Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia yang berfokus pada pengembangan usaha Kopi dan Produk olahannya.

Menurut Wiranata, pameran perdagangan Internasional juga menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memahami kebutuhan pasar dan mengevaluasi kesiapan usaha sebelum memperluas pemasaran ke luar Negeri.

“Peluang yang muncul dalam pameran perlu dilihat sebagai langkah awal untuk memperkuat daya saing UMKM. Pelaku usaha harus terus meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi pasokan, dan memastikan produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan calon pembeli,”bebernya.

Pada hari terakhir pelaksanaan TEI 2026, Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia memperoleh sejumlah pengalaman, masukan, dan peluang bisnis untuk pengembangan usaha Kopi menuju pasar Ekspor.

Produk yang diperkenalkan meliputi biji kopi mentah (green coffee beans), kopi sangrai (roasted coffee beans), kopi bubuk (ground coffee), serta kopi seduh praktis (drip coffee). Ragam produk tersebut menunjukkan pengembangan usaha dari bahan baku hingga produk siap konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pasar industri maupun konsumen secara langsung.

Selama pameran, koperasi menjalankan dua pendekatan pemasaran, yakni Business-to-Business (B2B) dan Business-to-Customer (B2C).

Dalam kegiatan B2B, koperasi bertemu dengan seorang pebisnis dari Turki yang menyampaikan kebutuhan terhadap biji kopi mentah grade 3. Pertemuan tersebut membuka peluang penjajakan penyediaan bahan baku kopi sesuai spesifikasi yang dibutuhkan calon mitra.

Baca Juga :  Ini Maksud Abah Uhel Rela Kerjasama Mendampingi Bang Zul di Pilgub NTB 2024

Koperasi juga berdiskusi dengan seorang pebisnis dari Bandung yang memiliki pengalaman melakukan ekspor ke Inggris. Dalam pertemuan tersebut, pebisnis itu menyampaikan kebutuhan green coffee beans grade 1 untuk dipasarkan ke Inggris.

Informasi tersebut menjadi peluang sekaligus bahan evaluasi bagi koperasi untuk mempersiapkan ketersediaan bahan baku, menjaga konsistensi kualitas, dan memenuhi spesifikasi yang diminta calon pembeli.

Wiranata menilai peluang pasar seperti itu perlu ditindaklanjuti dengan persiapan yang terukur agar penjajakan bisnis dapat berkembang menjadi kerja sama nyata.

“Ketertarikan calon mitra dari Turki dan adanya peluang pasar Inggris menjadi kesempatan yang perlu ditindaklanjuti secara serius. Kesiapan produksi, kualitas, dan kemampuan memenuhi spesifikasi pembeli menjadi hal penting agar UMKM dapat membangun kepercayaan pasar,” terangnya.

Meski demikian, kebutuhan yang disampaikan kedua calon mitra tersebut masih merupakan peluang penjajakan bisnis. Belum ada informasi yang memastikan bahwa kontrak ekspor telah disepakati.

Selain menjalin komunikasi dengan calon pembeli dari Turki dan pebisnis yang memiliki akses pasar Inggris, koperasi bertemu dengan pelaku usaha yang memiliki perusahaan kopi berskala besar di Indonesia.

Pihak perusahaan menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kolaborasi dalam mendukung kebutuhan kopi perusahaan mereka. Peluang ini berpotensi memperluas akses pasar, memperkuat kemitraan antarpelaku usaha, serta mendukung peningkatan kapasitas produksi koperasi apabila ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret.

Koperasi juga berdiskusi dengan penyedia mesin pengolahan kopi. Pertemuan tersebut memberikan informasi mengenai jenis mesin dan peralatan yang dapat mendukung proses produksi sesuai kapasitas usaha, efisiensi kerja, dan target pengembangan.

Pemilihan peralatan yang tepat diharapkan dapat membantu koperasi meningkatkan kualitas dan konsistensi produk, sekaligus mempersiapkan proses produksi yang lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Wiranata menegaskan bahwa peluang pemasaran harus disertai penguatan kapasitas usaha.

“Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan promosi, tetapi juga kesiapan produksi dan kemampuan menjaga mutu. Karena itu, informasi mengenai kebutuhan pasar dan teknologi pengolahan perlu dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan daya saing produk daerah,” ungkapnya.

Di sela-sela kegiatan, Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia juga menerima kunjungan reporter dari www.senipertanian.com, yang berkantor di Provinsi Lampung.

Dalam pertemuan tersebut, koperasi menjelaskan kegiatan usahanya, mulai dari pengolahan biji kopi hingga produk turunannya. Informasi mengenai kapasitas produksi, distribusi, dan penjualan turut disampaikan kepada reporter tersebut.

Selain penjajakan bisnis, koperasi memanfaatkan TEI 2026 untuk berinteraksi langsung dengan konsumen melalui kegiatan B2C.

Baca Juga :  Ruang Tamu Jadi TKP, 1,82 Gram Shabu Gagalkan Langkah Dua Pria di Bima

Sejumlah konsumen membeli produk kopi sangrai dan kopi drip yang dipamerkan. Aktivitas tersebut menjadi kesempatan bagi koperasi untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, mengetahui respons konsumen, dan membangun kepercayaan terhadap produk yang dihasilkan.

Koperasi juga menyeduhkan berbagai olahan kopi untuk dicicipi para pengunjung stan. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat mengenal aroma, cita rasa, dan karakteristik produk kopi yang ditawarkan.

Penyajian serta pencicipan kopi secara langsung menjadi bagian dari promosi untuk membangun interaksi dengan konsumen, memperkenalkan kualitas produk, dan memberikan pengalaman kepada Calon pembeli maupun mitra bisnis.

Menurut Wiranata, promosi langsung dan interaksi dengan calon pembeli dapat menjadi sarana bagi UMKM untuk mengenali respons pasar terhadap Produk yang ditawarkan.

“Melalui pameran, pelaku UMKM dapat memperkenalkan produknya sekaligus memperoleh masukan langsung dari konsumen dan calon mitra. Masukan tersebut penting untuk menyempurnakan produk dan menyusun langkah pengembangan usaha ke depan,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, partisipasi Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia dalam TEI 2026 melalui program Desa Berdaya–Desa Ekspor NTB 2026 memberikan sejumlah masukan bagi pengembangan usaha kopi.

Peluang yang teridentifikasi mencakup kebutuhan biji kopi grade 3 dari calon pembeli Turki, kebutuhan biji kopi grade 1 untuk pasar Inggris, penjajakan kolaborasi dengan perusahaan kopi berskala besar di Indonesia, serta informasi mengenai mesin pengolahan yang dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi.

Di sisi lain, penjualan dan penyajian kopi secara langsung memberi kesempatan kepada koperasi untuk memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan calon pelanggan, dan memperoleh pengalaman memasarkan produk dalam ajang perdagangan berskala internasional.

Setelah TEI 2026 berakhir, peluang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan Calon Mitra, pemenuhan spesifikasi produk, peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, serta pengembangan sarana pengolahan kopi.

Wiranata berharap keikutsertaan UMKM NTB dalam pameran perdagangan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan usaha yang berkelanjutan.

“Kami berharap peluang yang diperoleh UMKM dalam Trade Expo Indonesia dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret. Dengan memperkuat kualitas, kapasitas produksi, dan jaringan pemasaran, produk unggulan NTB diharapkan semakin siap bersaing di pasar nasional maupun internasional,” kata Lalu Wiranata.

Ketertarikan calon mitra dari Turki dan peluang pasar Inggris menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi pengembangan usaha kopi NTB. Namun, realisasi Ekspor tetap bergantung pada tindak lanjut komunikasi bisnis, kesesuaian spesifikasi, kemampuan pasokan, dan tercapainya kesepakatan konkret dengan calon pembeli.

Melalui dukungan program Desa Berdaya-Desa Ekspor NTB 2026, Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia diharapkan semakin siap memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing kopi daerah di pasar Nasional maupun Internasional.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027
Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah

Berita Terbaru

Produk kopi Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia Diperkenalkan Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 Melalui Program Desa Berdaya-Desa Ekspor NTB. Pameran ini Membuka Peluang Penjajakan Bisnis Dengan Calon Mitra dari Turki dan Inggris.

Bisnis & Ekonomi

Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026

Senin, 19 Okt 2026 - 14:48 WIB