SUMBAWAPOST.com|™ Bima- Tergerak Melihat banyak Pengendara terjatuh dan keluhan Masyarakat yang tak kunjung reda, seorang Anggota Polres Bima, Bripka Arafe, mengambil inisiatif memperbaiki sementara jalan Provinsi yang rusak di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tanpa menunggu bantuan Pemerintah, Kanit Patmor Sat Samapta Polres Bima tersebut turun langsung membawa Excavator dan Mobil Dump Truck untuk menimbun lubang jalan menggunakan tanah, kemudian meratakannya agar lebih aman dilalui pengendara.
Aksi kepedulian itu dilakukan pada Jumat (9/10/2026) sore, seusai salat Jumat. Arafe mengaku tergerak karena kerusakan jalan tersebut kerap memicu kecelakaan dan membuat Masyarakat mengeluh.
“Berawal dari sering banyak yang jatuh dan banyak yang ngeluh, dan akhirnya kita bawa alat dan bawa mobil dump truck untuk tempel jalan dengan tanah, untuk diratakan jalan yang berlubang untuk perbaiki jalan tersebut. Untuk penimbunan awal jalan tersebut,” ungkap Bripka Arafe, saat dihubungi media ini (11/10/2026).
Ia menegaskan, inisiatif tersebut dilakukan atas dasar kepedulian terhadap keselamatan Masyarakat, bukan untuk mencari pujian ataupun mengharapkan imbalan.
“Itu kan amal baik buat Masyarakat dan Akhirat,” ujarnya.
Arafe mengungkapkan, kerusakan jalan yang ditangani pada Jumat sore itu berada di jalur provinsi yang selama ini menjadi perhatian masyarakat karena sering terjadi kecelakaan.
Menurut dia, panjang jalan yang ditimbun sementara mencapai kurang lebih 100 meter. Penanganan tersebut merupakan langkah awal untuk mengurangi risiko pengendara terjatuh akibat lubang jalan.
Sebagai Anggota Kepolisian yang rutin melaksanakan Patroli pagi, siang, sore, hingga malam hari, Arafe mengaku mengetahui kondisi jalan tersebut dan keluhan Masyarakat yang melintas.
Pengalaman saat bertugas di lapangan mendorongnya mengambil tindakan nyata. Ia memilih melakukan perbaikan sementara dengan kemampuan uang Pribadi dan peralatan yang tersedia agar kondisi jalan tidak terus membahayakan pengguna jalan.
Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan secara ikhlas untuk menjawab keluhan Masyarakat sekaligus mencegah bertambahnya korban kecelakaan.
“Punya inisiatif. Gak pernah mengharapkan dari pemerintah, kerja ikhlas aja untuk menjawab keluhan dan mencegah terjadinya korban lagi,” tuturnya.
Kerusakan jalan Provinsi tersebut bukan persoalan baru. Sebelumnya, masyarakat bahkan pernah menggelar Demonstrasi dan menutup akses jalan sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan.
Keluhan itu datang dari warga di sejumlah Desa yang berada dalam satu jalur Provinsi, yakni Desa Rabakodo, Desa Sakuru, dan Desa Sie.
Menurut Arafe, kondisi jalan yang berlubang kerap menyebabkan pengendara terjatuh. Situasi tersebut menjadi salah satu alasan dirinya berinisiatif melakukan penimbunan sementara.
Meski demikian, ia menyebut belum ada korban meninggal dunia akibat kecelakaan di lokasi jalan rusak yang dimaksud berdasarkan informasi yang disampaikannya.
Arafe berharap Pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut secara permanen. Sebab, penimbunan menggunakan tanah yang dilakukannya baru sebatas penanganan awal dan belum menggantikan kebutuhan perbaikan infrastruktur yang layak.
“Berharap Pemerintah secepat mungkin perbaiki jalan tersebut. Itu jalan Provinsi,” tegasnya.
Aksi Bripka Arafe menjadi bentuk kepedulian aparat terhadap keselamatan masyarakat di tengah keluhan mengenai infrastruktur jalan. Namun, perbaikan sementara tersebut diharapkan menjadi perhatian bagi Pemerintah dan instansi yang berwenang agar kerusakan jalan Provinsi itu segera ditangani secara menyeluruh.
Bagi Arafe, langkah sederhana yang dilakukan di lapangan merupakan bentuk pengabdian kepada Masyarakat. Ia berharap jalan yang sebelumnya berlubang dapat lebih aman dilalui sembari menunggu perbaikan permanen dari Pemerintah.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











