Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Avatar

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah di Hotel Lombok Garden, Kota Mataram, 4–10 Oktober 2026, yang diikuti 44 Peserta dari Berbagai Wilayah di NTB.

Kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah di Hotel Lombok Garden, Kota Mataram, 4–10 Oktober 2026, yang diikuti 44 Peserta dari Berbagai Wilayah di NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Menjadi Pembimbing Haji dan Umrah tidak cukup hanya bermodal Pengalaman. Kompetensi dan Profesionalisme juga harus dibuktikan melalui Sertifikasi agar Pelayanan kepada Jemaah memiliki standar yang jelas.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah yang digelar Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Mataram bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB.

Kegiatan berlangsung pada 4-10 Oktober 2026 di Hotel Lombok Garden, Kota Mataram, dengan diikuti 44 peserta dari berbagai Wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Program Studi Manajemen Dakwah sekaligus Ketua Panitia, Hj. Siti Aminah, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sertifikasi diarahkan untuk mendorong Profesionalisme para Pembimbing dalam memberikan Layanan kepada Jemaah Haji dan Umrah, khususnya Jemaah asal NTB.

“Sertifikasi ini menjadi langkah penting dalam mendorong Profesionalisme Pembimbing untuk memberikan Layanan prima kepada Jemaah Haji dan Umrah, khususnya dari Nusa Tenggara Barat.” Lapornya.

Dekan FDIK UIN Mataram, Dr. H. Lalu Ahmad Zaenuri, mengatakan Sertifikasi memiliki urgensi dalam meningkatkan Kompetensi, Profesionalisme, dan Kualitas Pembimbing dalam memberikan Pelayanan kepada Jemaah Haji dan Umrah.

Menurutnya, pembimbing tidak hanya dituntut memahami aspek manasik, tetapi juga harus memiliki Kemampuan Komunikasi, pendampingan, serta pemahaman terhadap berbagai persoalan yang dihadapi jemaah selama menjalankan ibadah.

Baca Juga :  Cekcok Soal Uang, Anak Perempuan Diduga Aniaya Ayahnya Hingga Tewas di Lombok Barat

Melalui sertifikasi, para Pembimbing diharapkan memiliki standar Kompetensi yang lebih terukur sehingga mampu menjalankan tugas pendampingan secara Profesional, Bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sertifikasi juga menjadi bagian penting dalam memastikan jemaah mendapatkan bimbingan secara komprehensif, mulai dari persiapan Keberangkatan, Pelaksanaan rangkaian ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Sertifikasi ini penting untuk meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Pembimbing agar mampu memberikan Pelayanan dan pendampingan yang berkualitas kepada Jemaah Haji dan Umrah.” ungkapnya tegas.

Sementara itu, Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, menjelaskan prinsip al-wasā’il lahā aḥkām al-maqāṣid atau lil-wasā’il hukmul maqāṣid, yang secara sederhana bermakna bahwa sarana memiliki Hukum yang mengikuti tujuan yang hendak dicapai.

Dalam konteks pembimbingan Haji dan Umrah, Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembimbing merupakan bagian penting untuk mencapai tujuan Pelayanan dan Pendampingan Jemaah yang baik.

Menurutnya, kemampuan seseorang untuk menjadi Pembimbing maupun petugas Haji dan Umrah tidak cukup hanya diukur berdasarkan pengalaman ataupun cerita dari orang lain. Kompetensi tersebut perlu dibuktikan secara Objektif melalui Sertifikasi.

Sertifikasi menjadi bukti bahwa Seorang Pembimbing telah memiliki Pengetahuan, Keterampilan, dan Kompetensi yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pendampingan Jemaah.

Baca Juga :  NTB Memasuki Babak Baru, Sertijab Gubernur, Janji Perubahan Besar Digaungkan

“Menjadi Pembimbing atau petugas haji maupun umrah tidak boleh hanya diukur dari pengalaman dan cerita, tetapi harus dibuktikan melalui sertifikasi. Dengan adanya Sertifikasi, diharapkan para pembimbing memiliki standar kompetensi yang jelas serta mampu memberikan pelayanan dan bimbingan kepada jemaah secara profesional, amanah, dan sesuai dengan tuntutan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.” Tegasnya kepada peserta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, H. Lalu Muhammad Amin, menekankan bahwa pelayanan haji dan umrah yang profesional harus memberikan dampak jangka panjang bagi jemaah.

Menurutnya, sertifikasi pembimbing harus berjalan berdasarkan aturan dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan. Dampaknya pun tidak hanya dirasakan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga setelah mereka kembali ke Tanah Air.

“Pelayanan haji dan umrah yang profesional harus berlandaskan aturan dan SOP, serta memberikan dampak positif bagi jemaah, tidak hanya selama di Tanah Suci, tetapi hingga kembali ke Tanah Air.” Sambutnya.

Dengan demikian, Sertifikasi tidak sekadar menjadi formalitas bagi Pembimbing Haji dan Umrah. Sertifikasi menjadi instrumen untuk memastikan Pengetahuan, Keterampilan, dan Profesionalisme Pembimbing

memiliki standar yang dapat dipertanggungjawabkan dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya
Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini
Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB
Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia
Anggota DPR RI Mori Hanafi Apresiasi Kerja Keras Basarnas Cari Korban KM Virgo
Mahasiswa Penjual Kopi Keliling Asal Kota Bima di Mataram Ditangkap Polisi, Ini Kasusnya
Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Sumba, Getaran Dirasakan hingga Bima, Warga Panik
Sinta M. Iqbal Terpilih Aklamasi Pimpin PMI NTB, Bukan Cari Jabatan tapi Siap Hadir Saat Ada Air Mata
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Pengalaman Saja Tak Cukup, Pembimbing Haji dan Umrah di NTB Didorong Wajib Bersertifikasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Polisi Bongkar 3 Kasus Sabu di Dompu, 18,39 Gram Diamankan, Ini Lokasi dan Pelakunya

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Bali Tak Punya Perda Sumbangan Pendidikan, Komisi V DPRD NTB Bawa Pulang Pelajaran Ini

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Jangan Habiskan Energi Kejar Karier Politik, Ini 3 Wasiat Miq Iqbal untuk Pemuda NTB

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Jelang MotoGP 2026, Wagub NTB Umi Dinda Minta Warga Siap Jadi Tuan Rumah Tamu Dunia

Berita Terbaru