Darurat Narkoba, HMI Cabang Mataram Tantang Kapolda NTB Gelar Tes Rambut Massal dari Polres Hingga Tingkat Polsek

Avatar

- Jurnalis

Senin, 23 Februari 2026 - 23:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Mataram, Muhammad Farhan, saat menegaskan tantangan tes rambut massal bagi seluruh jajaran kepolisian NTB.

Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Mataram, Muhammad Farhan, saat menegaskan tantangan tes rambut massal bagi seluruh jajaran kepolisian NTB.

Mataram | SUMBAWAPOST.com- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mataram secara terbuka menantang Kapolda NTB, Edy Murbowo, untuk menggelar tes rambut massal terhadap seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat Polda NTB, Polres hingga Polsek, Senin (23/2/2026).

Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Mataram, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Nusa Tenggara Barat (NTB) kini menghadapi ancaman serius peredaran gelap narkoba di tengah geliat pariwisata internasional.

“Nusa Tenggara Barat kini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga tengah menghadapi tantangan besar sebagai wilayah dengan peredaran narkoba yang telah menyentuh garis bahaya,” tegas Farhan.

Menurutnya, kawasan wisata unggulan seperti Gili Trawangan dan Mandalika menjadi magnet wisata dunia, namun juga berpotensi dimanfaatkan jaringan narkoba karena tingginya mobilitas orang dan distribusi logistik.

Sementara itu, Wakapolda NTB Hari Nugroho sebelumnya menyampaikan bahwa pengungkapan kasus narkotika sepanjang 1 Januari hingga 28 Desember 2025 mencapai 1.010 kasus dengan total 1.453 tersangka.

Data tersebut, kata Farhan, merupakan capaian penegakan hukum, namun sekaligus menjadi alarm keras bahwa pasar narkoba di NTB masih sangat besar. Farhan menilai angka tersebut menunjukkan NTB sedang berpacu dengan waktu menghadapi ancaman narkoba yang telah menyasar hingga wilayah pedesaan dan kalangan anak muda.

Baca Juga :  Terkuak! Bisnis Tambak Udang NTB Raup Rp34 Triliun, Tapi Rp2 Triliun PAD Hilang Tanpa Jejak

“Jika tren ini berlanjut, jargon Bonus Demografi bisa berubah menjadi Bencana Demografi. Ketika produktivitas pemuda lumpuh akibat ketergantungan, fondasi ekonomi daerah ikut rapuh,” ujarnya.

Ia juga mengkritisi pola penindakan yang dinilai lebih banyak menyasar pengguna dan kurir kecil.

“Saya menantang Polda NTB, berapa banyak bandar besar yang berhasil diseret ke meja hijau? Mayoritas yang dirilis adalah pemain receh dan kurir yang mudah digantikan,” katanya.

Farhan bahkan mempertanyakan komitmen internal kepolisian dalam membersihkan dugaan oknum yang terlibat.

“Dengan maraknya peredaran narkoba di NTB, apakah Kapolda NTB pernah menangkap bandar besar? Atau ada indikasi pihak kepolisian dari atas sampai bawah ikut bermain dalam bisnis narkoba?,” tegasnya.

Menurut Farhan, sejumlah kasus yang menyeret aparat menjadi sinyal perlunya reformasi dan pengawasan internal yang lebih ketat.

Baca Juga :  Miris! Demi Cuan, Ayah dan Anak di Bima Kompak Bobol HP dan Motor Warga

Sebagai bentuk transparansi, HMI Cabang Mataram secara resmi menantang Kapolda NTB untuk memerintahkan tes rambut menyeluruh tanpa pengecualian, dari Polres hingga tingkat Polsek.

“Tes rambut adalah standar emas yang mampu melacak jejak penggunaan narkoba hingga 90 hari ke belakang. Jika Kapolda NTB benar-benar serius, sudah saatnya memerintahkan tes rambut menyeluruh bagi seluruh jajaran personel, tanpa terkecuali,” tandas Farhan.

Ia menambahkan, publik sudah jenuh dengan pemusnahan barang bukti yang bersifat seremonial, sementara pengawasan internal dinilai lemah.

“Jika Kapolda berani melakukan ini dan mengumumkan hasilnya secara terbuka, maka mosi tidak percaya masyarakat bisa berubah menjadi dukungan. Sebaliknya, jika diabaikan, publik akan menilai komitmen itu hanya retorika,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolda NTB Edy Murbowo belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapannya. Secara terpisah, Kabid Humas Polda NTB AKBP Mohammad Kholid juga belum memberikan respons saat dihubungi media ini.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan
Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat

Berita Terbaru