Surga Ilmu Jangan Jadi Neraka Santri! Wagub Umi Dinda dan Komnas Perempuan Tuntaskan Kekerasan di Pesantren 

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 13:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menggelar pertemuan strategis untuk memperkuat perlindungan bagi perempuan korban kekerasan, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Wakil Gubernur NTB pada Rabu (28/5).

Dalam dialog tersebut, Wakil Gubernur NTB menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menangani berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan di lembaga pendidikan, termasuk pesantren, yang selama ini menjadi pilar penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Di tengah upaya membangun NTB, kita patut bersyukur atas tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas. Namun, tidak bisa kita pungkiri, ada tantangan yang juga muncul, salah satunya adalah kasus pelecehan dan kekerasan yang kerap terjadi dan dilaporkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Legenda Wayang Sasak Tutup Usia, Gubernur NTB Miq Iqbal: Selamat Jalan Mamiqnda, Kami Lanjutkan Perjuanganmu

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi yang berkelanjutan serta evaluasi terhadap sistem perlindungan yang telah berjalan. Menurutnya, pengungkapan kasus kekerasan kerap tidak mudah, apalagi jika melibatkan figur yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat.

Sebagai bentuk langkah konkret, Pemprov NTB menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah kabupaten/kota serta Kantor Kementerian Agama setempat, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

“Pemerintah provinsi berkomitmen membentuk sistem rujukan bersama untuk menangani kasus-kasus ini secara lebih terstruktur dan responsif,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Paripurna Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor, menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Ia mendorong agar Pemprov NTB menjadi pelopor dalam membangun sistem perlindungan perempuan yang konkret dan menyeluruh.

Baca Juga :  ‘Pemidanaan Model Baru,’ NTB Alihkan Hukuman Penjara ke Kerja Bakti Mulai 2026

Ia juga menyoroti perlunya mekanisme pencegahan berkelanjutan agar pelaku kekerasan tidak kembali mengulangi perbuatannya setelah menjalani hukuman. Selain itu, ia menegaskan pentingnya perlindungan bagi korban dari potensi manipulasi maupun intimidasi lanjutan.

Komnas Perempuan mendorong upaya pencegahan dimulai dari tingkat paling dasar, tidak hanya melalui penyuluhan, tetapi juga lewat langkah nyata. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penerapan sertifikasi kesehatan mental bagi tenaga pendidik, guna memastikan mereka bebas dari riwayat gangguan sosial maupun psikologis.

“Melindungi anak bangsa dan menegakkan hukum bagi pelaku merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkas Maria Ulfah, menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen nyata dalam menangani persoalan ini secara menyeluruh.

Berita Terkait

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027
Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia
Gubernur NTB Siapkan Kendaraan Antar-Jemput Gratis untuk Siswa SLB Mulai Januari 2027
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Miq Iqbal Sebut NTB Salah Satu Provinsi dengan Tingkat Kebutaan Tertinggi di Indonesia

Berita Terbaru