Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Matadata Institute, Nurdin Ranggabarani, Dalam Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Direktur Eksekutif Matadata Institute, Nurdin Ranggabarani, Dalam Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Matadata Institute Merumuskan sekitar 25 butir Rekomendasi Strategis berdasarkan Kajian terhadap Arah Kebijakan Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda), selama Satu Tahun terakhir.

Rekomendasi tersebut mencakup penguatan Sistem Meritokrasi, Percepatan penanganan Kemiskinan Ekstrem melalui program Desa Berdaya, hingga penyehatan alokasi Anggaran di Sektor Kesehatan.

Direktur Eksekutif Matadata Institute, Nurdin Ranggabarani, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Silaturahmi Pemikiran (Silatul Fikri) dan tasyakur satu tahun Matadata Institute, Research, Consultant dan Advisors di Mataram, Jumat (16/10/2026).

Nurdin menjelaskan, Rekomendasi itu disusun sebagai kontribusi bagi perbaikan Tata Kelola Pemerintahan dan Arah Pembangunan Daerah. Hasil kajian tersebut diharapkan menjadi bahan pPrtimbangan bagi Pemprov NTB dalam menyempurnakan Kebijakan.

“Matadata Institute telah merangkum sekitar 25 Poin Rekomendasi dari hasil kajian terhadap Kebijakan Pemerintahan Iqbal-Dinda. Rekomendasi ini mencakup penguatan Sistem Meritokrasi, Penanganan Kemiskinan Ekstrim melalui Program Desa Berdaya, hingga kebijakan APBD di Sektor Kesehatan. Kami ingin masukan ini menjadi Kontribusi Konstruktif bagi perbaikan Pembangunan NTB dan akan menyampaikannya secara resmi kepada Pemerintah Daerah,”ungkap Nurdin, dalam keterangan yang diterima media ini. Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga :  Zakat Produktif NTB Melonjak 427 Persen, Pendapatan Mustahik Naik hingga 200 Persen

Salah satu poin yang menjadi perhatian Matadata Institute adalah penguatan Sistem Meritokrasi dalam Pemerintahan. Sistem ini berkaitan dengan Pengelolaan Aparatur berdasarkan Kompetensi, Kinerja, dan Kualifikasi.

Selain itu, rekomendasi yang disusun juga menyoroti percepatan penanganan Kemiskinan Ekstrim melalui Program Desa Berdaya. Upaya tersebut dinilai perlu menjadi bagian dari agenda Pembangunan yang menyentuh Kebutuhan Masyarakat.

Bidang Kesehatan turut masuk dalam kajian, khususnya terkait Kebijakan Alokasi Anggaran dalam APBD. Matadata Institute memasukkan penyehatan Anggaran sektor Kesehatan sebagai salah satu rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah.

Baca Juga :  Ketua TP2D Dompu Maju Calon Ketua KONI, Pemuda Semprot: Jangan Rakus Jabatan, Belum Tuntas Satu, Mau Tambah Lagi? Buset!

Ketiga bidang tersebut menjadi bagian dari sekitar 25 poin rekomendasi yang dirumuskan lembaga tersebut. Rincian lengkap seluruh poin belum diuraikan dalam keterangan yang disampaikan.

Nurdin menambahkan, resolusi strategis tersebut merupakan intisari dokumentasi perjalanan Kepemimpinan Daerah selama satu tahun terakhir.

Dokumen Rekomendasi itu direncanakan diserahkan secara resmi kepada Pemprov NTB bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Provinsi.

Penyerahan tersebut diharapkan membuka ruang dialog antara Lembaga Riset dan Pemerintah Daerah, sehingga hasil kajian dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan bagi Penyempurnaan Kebijakan Pembangunan.

Matadata Institute merupakan lembaga riset independen yang resmi diluncurkan di Mataram pada 17 Oktober 2025. Lembaga ini mengusung moto “Dengan Data, Kita Menata” sebagai komitmen untuk mendukung pengambilan Keputusan Strategis berbasis Data.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB