Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah

Avatar

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, saat Memberikan Paparan Secara Daring dalam Seminar Nasional Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram), Senin (12/10/2026).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, saat Memberikan Paparan Secara Daring dalam Seminar Nasional Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram), Senin (12/10/2026).

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Inovasi dan Hilirisasi berbasis Potensi Lokal untuk meningkatkan Daya saing Subsektor Peternakan Nasional. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan Produksi, tetapi juga menciptakan nilai tambah, membuka peluang Usaha, dan Memperkuat Kesejahteraan Peternak.

Dorongan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, saat memberikan paparan secara daring dalam Seminar Nasional Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Mataram (UNRAM), Senin (12/10/2026).

Agung menegaskan, Pembangunan Peternakan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana Produksi, Peningkatan Produktivitas, Kesehatan Hewan, hingga Pengolahan Hasil dan Perluasan akses Pasar.

“Pemanfaatan Potensi lokal, Penguatan Hilirisasi serta penerapan Bio Ekonomi sirkular diharapkan mampu menciptakan Nilai tambah, meningkatkan efisiensi Sumber Daya dan mengurangi limbah melalui pemanfaatan kembali hasil samping kegiatan Produksi,” ujar Agung.

Seminar bertema “Inovasi, Hilirisasi, dan Bioekonomi Sirkuler Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Peternakan Berkelanjutan” tersebut menjadi forum untuk membahas pengembangan Peternakan yang Produktif, Efisien, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan Sumber Daya Daerah.

Menurut Agung, Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan subsektor peternakan. Produksi Daging Ayam dan telur Ayam secara Nasional diproyeksikan surplus pada 2026. Namun, peningkatan Produksi perlu diikuti penguatan Pengolahan, Distribusi, dan akses pasar agar manfaat Ekonomi nya dapat dirasakan peternak sekaligus menjaga keterjangkauan pangan bagi Masyarakat.

Sementara itu, pada Komoditas daging sapi dan susu, peluang peningkatan Produksi dalam Negeri masih terbuka luas. Pengembangan Populasi, Produktivitas, dan kualitas ternak menjadi bagian penting dalam memperkuat ketersediaan protein Hewani Nasional.

Baca Juga :  Tiga Cabor NTB Siap Berlaga di Kluster Aceh PON XXI Aceh-Sumut 2024

Salah satu upaya yang didorong Kementan adalah Inovasi pakan berbasis Sumber Daya Lokal. Pemanfaatan bahan baku alternatif, seperti bungkil inti sawit dan hasil samping pertanian maupun perkebunan, dinilai berpotensi membantu menekan biaya Produksi.

Penerapannya tetap perlu didukung pengujian mutu, teknologi pengolahan, serta formulasi pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ternak.

Selain pakan, pengembangan industri pengolahan hasil peternakan juga menjadi perhatian. Pengolahan telur menjadi tepung telur, peningkatan kapasitas pengolahan susu, serta pengembangan produk olahan daging diharapkan mampu memperluas pasar dan meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Penguatan industri tersebut perlu berjalan beriringan dengan keterlibatan peternak rakyat melalui koperasi, Kemitraan Usaha, dan akses pasar yang saling menguntungkan.

Untuk komoditas sapi potong dan sapi perah, Kementan juga mendorong percepatan peningkatan produksi melalui perbaikan reproduksi, peningkatan kualitas genetik, pengelolaan pakan, dan penerapan Biosekuriti.

Dekan Fakultas Peternakan Unram, Prof. Muhamad Ali, menilai inovasi, hilirisasi, dan Bio Ekonomi sirkular berperan penting dalam menjawab tantangan pengembangan peternakan, terutama di tengah dinamika Biaya Produksi, Kebutuhan Pasar, dan Persoalan Lingkungan.

“Kita berharap Subsektor Peternakan dapat semakin efisien, Berdaya Saing, dan berkelanjutan dengan tetap mengoptimalkan Potensi Lokal,” kata Muhamad Ali.

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya lokal dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan inovatif. Di antaranya pengolahan daging sapi lokal menjadi produk bernilai tambah, pemanfaatan jerami sebagai bahan pakan setelah melalui pengolahan yang sesuai, penggunaan sekam padi untuk kebutuhan pemeliharaan ternak, hingga pengolahan limbah Peternakan menjadi Pupuk organik.

Baca Juga :  Mandalika Jadi Magnet Investasi, Investor Jajaki Proyek Industri dan Energi di NTB

Pendekatan tersebut tidak hanya membuka peluang ekonomi, tetapi juga mendukung efisiensi Penggunaan Sumber Daya dan Pengelolaan lingkungan yang lebih baik.

Dalam forum yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI, Herry Dermawan, menyoroti peluang pengembangan pasar Peternakan Nasional, khususnya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani Masyarakat.

Ia menilai peningkatan produksi perlu diimbangi dengan perbaikan distribusi, perluasan akses pasar, serta penguatan posisi peternak Rakyat dalam rantai Usaha Peternakan.

Herry juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang adil dan saling menguntungkan, terutama pada sektor perunggasan. Keterhubungan usaha mulai dari Pembibitan, Penyediaan Pakan, Budidaya, Pengolahan, hingga Pemasaran diharapkan dapat memperluas Partisipasi dan Manfaat Ekonomi bagi Peternak Rakyat.

Kolaborasi antara Pemerintah, Perguruan Tinggi, Pelaku Industri, dan Masyarakat Peternak juga dinilai penting untuk mempercepat Penerapan Inovasi di Lapangan. Hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan menjadi teknologi tepat guna, model usaha yang efisien, serta solusi praktis sesuai kebutuhan dan karakteristik Wilayah.

Melalui Seminar Nasional Peternakan UNRAM, Kementan berharap semakin banyak gagasan dan hasil riset yang dapat ditindaklanjuti menjadi kolaborasi nyata.

Dengan menghubungkan Inovasi, Hilirisasi, dan Potensi Sumber Daya Lokal, Pembangunan Peternakan diharapkan semakin Produktif, Inklusif, dan Berkelanjutan.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Penonton MotoGP Mandalika 2026 Naik 12,5 Persen, Tembus 157.875 Orang
Nekat Lompat Pagar Sirkuit Mandalika Demi Nonton MotoGP Gratis, 5 Buruh Diciduk Polisi
MotoGP Mandalika 2026, Erick Thohir Yakin Target Rp5 Triliun Tercapai
Nama-Nama Juara MotoGP Mandalika 2026, Bezzecchi Teratas dan Marc Marquez Finis Keenam
Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika 2026, Jorge Martin Kudeta Puncak Klasemen dari Marc Marquez
MotoGP Mandalika 2026 Pecahkan Rekor, 157.875 Penonton Hadir
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Naik 12,5 Persen, Tembus 157.875 Orang

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Nekat Lompat Pagar Sirkuit Mandalika Demi Nonton MotoGP Gratis, 5 Buruh Diciduk Polisi

Berita Terbaru