SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Kabar baik bagi Anak-anak berkebutuhan khusus di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah Provinsi NTB akan memfasilitasi seluruh Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan kendaraan khusus untuk Antar-jemput Siswa yang mengalami kesulitan menjangkau Sekolah, mulai Januari 2027.
Program tersebut diumumkan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat peluncuran Program CERAH serta Layanan Kesehatan Mata Ramah Anak dan Disabilitas oleh Rumah Sakit (RS) Mata NTB di Mataram, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan itu sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day 2026.
Gubernur menegaskan, penyediaan kendaraan khusus tersebut merupakan bentuk Pelayanan Pemerintah yang berorientasi pada kebutuhan Masyarakat, terutama Anak-anak penyandang Disabilitas yang menghadapi kendala Transportasi untuk bersekolah.
“Insya Allah dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai Januari kami akan fasilitasi seluruh SLB dengan kendaraan khusus untuk menjemput, kendaraan khusus untuk Antar-jemput Anak-anak Murid di SLB yang mengalami kesulitan untuk menjangkau sekolahan. Kita akan bekali semua SLB kita dengan mulai dari satu kendaraan dulu, Mudah-mudahan ada rezeki nanti kita tambah kendaraannya lagi dan ini kendaraan listrik yang Bapak/Ibu tidak perlu perawatan, tidak perlu beli bensin, tidak perlu beli solar. Dan ini juga bisa berfungsi sebagai Ambulans kalau dibutuhkan di sekolahan itu atau Masyarakat di sekitarnya,” terangnya, dalam keterangan yang diterima media ini. Minggu (18/10/2026).
Iqbal menjelaskan, pada tahap awal setiap SLB akan mendapatkan satu kendaraan. Pemerintah Daerah (Pemda) berharap jumlah kendaraan tersebut dapat ditambah secara bertahap sesuai kemampuan Anggaran dan ketersediaan Sumber Daya.
Kendaraan yang disiapkan merupakan kendaraan listrik. Selain menunjang mobilitas siswa, kendaraan itu juga dirancang memiliki fungsi tambahan sebagai Ambulans apabila dibutuhkan oleh pihak sekolah maupun Masyarakat di sekitarnya.
Komitmen penyediaan Transportasi bagi Siswa SLB tersebut sejalan dengan arahan Gubernur agar seluruh layanan Publik di NTB semakin inklusif dan mudah diakses, termasuk layanan Kesehatan.
Dalam sambutannya, Iqbal mengapresiasi langkah para pendahulu yang telah membangun fondasi pelayanan Kesehatan Mata di NTB melalui pendirian Balai Kesehatan Mata pada 2000.
“Terus terang saya kagum pada pendahulu-pendahulu saya. So visioner gitu. Pada masa itu sudah membangun Balai Kesehatan Mata namanya. Jadi Balai Kesehatan Mata dibangun tahun 2000. Dan ternyata belakangan hasil statistiknya menyebutkan bahwa salah satu Provinsi dengan tingkat kebutaan tertinggi di Indonesia itu adalah NTB,” ungkap Gubernur.
Ia menegaskan, upaya meningkatkan pelayanan Kesehatan Mata membutuhkan kerja keras dan target jangka panjang agar persoalan kebutaan dapat ditekan.
“Harapan kita tentu ini butuh kerja keras yang luar biasa. Harapan kita at certain period of time nanti, pada titik tertentu nanti kita harapkan NTB adalah salah satu Provinsi yang zero blindness. Jangan sampai ada Orang yang mengalami kebutaan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama RS Mata NTB, dr. Cahya Dessy Rahmawati, mengatakan peringatan World Sight Day menjadi momentum untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan mata agar dapat diakses oleh semua kalangan, mulai dari bayi, Anak-anak, lansia, penyandang Disabilitas, hingga Masyarakat di Wilayah terpencil.
“Kami ingin rumah sakit mata ini menjadi rumah bagi semua usia, bagi semua kalangan baik mulai dari bayi, anak-anak, kemudian lanjut usia, dan untuk teman-teman kita penyandang disabilitas. Kami juga ingin dalam spirit ini memastikan bahwa pelayanan kesehatan mata semakin mudah diakses oleh Masyarakat, baik di Daerah Pelosok, Daerah Terpencil, semua harus dipastikan dapat Pelayanan Kesehatan mata secara baik,” jelas dr. Cahya.
Ia menambahkan, melalui Program CERAH, RS Mata NTB menjalankan skrining Kesehatan Mata secara keliling di Wilayah pedalaman. Rumah sakit juga menyediakan layanan Antar-jemput pasien secara gratis yang pada tahap awal difokuskan di Pulau Lombok.
Peluncuran program tersebut turut diisi dengan penyematan selempang Duta Kesehatan Mata Sekolah oleh Gubernur NTB bersama Ketua TP PKK NTB, Sinta M. Iqbal. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas Poli Anak, sosialisasi kesehatan mata bagi remaja, serta penyerahan bingkisan kepada anak-anak pasien.
Hadir pula Asisten III Setda NTB, Eva Dewiyani, jajaran kepala perangkat daerah Pemprov NTB, direktur RSUD di lingkungan Pemprov NTB, Ketua PERDAMI NTB dr. Samsul Rizal Ziaulhak, tokoh perintis kesehatan mata dr. Farida, perwakilan Yayasan Tuna Netra Al-Mahsyar, pelajar SLB dan SMA, serta delegasi studi banding dari Belanda.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











