Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Gubernur NTB Gelar Shalat Istisqa dan Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Mengikuti Shalat Istisqa di Lapangan Bumi Gora, Kompleks Kantor Gubernur NTB, Jumat (16/10), Sebagai Ikhtiar Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Mengikuti Shalat Istisqa di Lapangan Bumi Gora, Kompleks Kantor Gubernur NTB, Jumat (16/10), Sebagai Ikhtiar Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang.

SUMBAWAPOST.com |™Mataram –Kemarau panjang yang memicu Krisis Air di Sejumlah Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong Pemerintah Provinsi menempuh ikhtiar Spiritual sekaligus menyiapkan langkah teknis untuk menghadapi dampak Kekeringan.

Salah satu ikhtiar tersebut dilakukan melalui Shalat Istisqa yang digelar Pemerintah Provinsi NTB di Lapangan Bumi Gora, Kompleks Kantor Gubernur NTB, Jumat (16/10). Ibadah sunnah berjemaah ini dilaksanakan untuk memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar hujan segera turun.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, hadir dan mengikuti salat bersama berbagai elemen masyarakat. Mereka terdiri dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama, Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur TNI/Polri, kalangan Pelajar, hingga Masyarakat Umum.

Shalat Istisqa dipimpin TGH Abdul Manan sebagai imam, sedangkan khotbah disampaikan TGH Munajib Khalid.

Usai menunaikan salat, Gubernur menyampaikan harapannya agar doa dan zikir yang dipanjatkan bersama ribuan jemaah diijabah sehingga hujan segera turun dan meringankan beban Masyarakat yang terdampak Kekeringan.

Baca Juga :  ARPG NTB Tantang Kejati: Jangan Cuma Tegas ke Tukang Curi Sandal, Dugaan Korupsi Lahan MXGP Rp54 M Kok Sepi-sepi Saja?

“Mudah-mudahan segera turun hujan dan masyarakat bisa menikmati air yang dikirimkan,”ujar Gubernur.

Di samping ikhtiar spiritual, Pemerintah Provinsi NTB juga terus mematangkan langkah teknis untuk mengatasi dampak kemarau. Salah satunya melalui rencana Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang disiapkan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait.

Namun, pelaksanaan modifikasi cuaca masih menunggu kondisi atmosfer yang ideal. Gubernur menjelaskan, tutupan awan di sebagian besar Wilayah NTB saat ini belum mencukupi untuk mendukung operasi tersebut.

Selain berupaya menghadapi kekeringan, Gubernur mengingatkan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten/Kota agar mulai mengantisipasi Potensi banjir menjelang datangnya Musim hujan.

Ia mengimbau agar Kesiapan Infrastruktur Drainase diperiksa sejak dini, termasuk Gorong-gorong dan saluran air yang berpotensi tersumbat.

“Mumpung belum hujan, imbauan saya kepada seluruh Masyarakat, kemudian juga pemerintah Kabupaten/Kota agar mulai cek situasi Gorong-gorong, situasi Drainase, Saluran-saluran,” kata Gubernur.

Baca Juga :  Lautan Manusia Penuhi Jalan Udayana, Sambut Riders MotoGP Mandalika 2024

Gubernur juga menekankan pentingnya Gotong royong membersihkan alur sungai untuk meminimalkan potensi genangan dan risiko banjir ketika curah hujan meningkat.

Sementara itu, dalam khotbahnya, TGH Munajib Khalid mengingatkan umat Islam agar kemarau panjang tidak hanya disikapi melalui Shalat Istisqa. Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak istigfar, melakukan tobat nasuha, saling memaafkan, serta meningkatkan amal sosial melalui sedekah dan kepedulian terhadap sesama.

Ia berpesan agar musibah kekeringan dijadikan momentum untuk introspeksi diri dan memperkuat solidaritas sosial, termasuk dengan menunaikan kewajiban zakat, infak, dan sedekah.

Melalui perpaduan ikhtiar spiritual dan kesiapsiagaan infrastruktur, Pemerintah Provinsi NTB berharap masyarakat dapat melewati masa darurat kekeringan dengan lebih tangguh sekaligus mempersiapkan diri menghadapi musim hujan secara aman.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Evi Apita Maya Bahas Bantuan Bibit Kopi untuk Petani NTB, Hilirisasi Jadi Sorotan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:20 WIB

NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:49 WIB

Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB